PENGANTIN WANITA
Tatar rias wajah dan rambut pengantin Yogyakarta memang unik. Meski mengenakan paes hitam seperti halnya pengantin Solo, namun pengantin Yogyakarta Paes Ageng memasukan warna emas (prada) sebagai penegas paes. Paes memiliki makna yaitu upaya mempercantik diri dan diharapkan dapat membuang jauh-jauh perbuatan buruk dan diharapkan pula pengantin wanita menjadi orang yang shaleh dan dewasa.
Selain paes, pengantin wanita memakai sanggul bokor mengkurep, dengan ronce bunga gajah ngolig, teplok, dan bunga sritaman. Perhiasan yang digunakan adalah ceplok jebehen sritaman dan bros dua buah, pethat gunungan atau menthul sebanyak 5 buah, centung gelombang serta subang ronyok. Pethat gunungan dan menthul dipasang menghadap ke belakang menjadi simbol peringatan kepada manusia agar memiliki sifat konsekuen. Riasan pengantin wanita dipandang dari depan akan tampak bersinar dan bercahaya. Hal ini menjadi simbol dan harapan agar manusia jangan hanya baik dipandang depan saja, tapi juga harus dari belakang.
PENGANTIN PRIA
Sementara itu, pengantin pria mengenakan kuluk, ukel ngore (buntut rambut menjuntai) yang dilengkapi sisir dan cundhuk mentul kecil. Sebuah keklasikan yang menjadi simbol keindahan dan keagungan dari kraton Yogyakarta.
Teks & Pengarah gaya: Ratri Suyani
Busana & aksesoris: Chandra Rini
Tata Rias Wajah & Rambut: Chandra Rini
Fotografer: Seno – Photomotion
Lokasi: Balai Sarwono - Joglo@Kemang
Model: Reinaldo & Nadya (JIM Models)
|