Banyak pasangan yang mencari konsep pernikahan yang akan meninggalkan kesan paling mendalam di hati para tamu yang hadir. Mulai dari konsep-konsep berdasarkan warna pilihan pasangan tersebut hingga konsep pernikahan yang lebih mirip dongeng dengan seorang putri dan seorang pangeran bersanding di atas pelaminan.
Calon pengantin yang lebih modern kini banyak yang mempertimbangkan konsep pernikahan yang lebih ramah lingkungan. Selain ingin menyumbang sedikit usaha untuk kelestarian bumi ini, banyak juga yang menganggap konsep pernikahan yang satu ini sedemikian uniknya di hati mereka.
Tidak hanya asal “hijau”, kunci menciptakan pesta pernikahan yang ramah lingkungan adalah mengurangi dan menggunakan kembali. Pilihan-pilihan yang diambil pun lebih mengutamakan usaha untuk mengurangi limbah, emisi dan tentunya efek-efek lain yang disebabkan oleh pesta Anda, baik secara sadar maupun tidak. Apa saja yang bisa Anda terapkan untuk pernikahan Anda?
Kartu undanganKartu undangan adalah hal pertama yang disasar untuk menerapkan konsep pernikahan yang ramah lingkungan. Mencari cara untuk mengurangi pemakaian kertas adalah salah satu cara yang paling mudah. Beberapa pasangan sudah berupaya mengurangi penggunaan kertas yang akan digunakan sebagai undangan dengan memiliki website khusus untuk pernikahan mereka, seperti fitur yang telah lama dimiliki oleh Weddingku, yaitu My Diary. Di dalam website ini tertera lengkap segala informasi mengenai pernikahan mereka. Selain itu, banyak sudah yang mengirimkan undangan melalui e-mail. Tidak tanggung-tanggung, Vio Video Invitation Online telah membuat kreasi video invitation sebagai undangan kepada para tamu.
Namun karena banyaknya anggapan kalau undangan melalui e-mail terkesan kurang formal, maka banyak juga yang memilih mengirimkan kartu undangan dari kertas daur ulang. Alternatif lainnya adalah pemilihan kertas undangan yang tidak menggunakan amplop atau plastik sekalipun. Selain itu, menggunakan kertas-kertas lokal dipercaya dapat mengurangi pembuangan bahan bakar yang dibutuhkan angkutan darat, udara maupun laut untuk pengiriman kertas tersebut dari tempat lain ke tempat kita.
SouvenirPemilihan souvenir dari barang daur ulang, barang-barang yang dapat digunakan berkali-kali dan bibit tanaman (biji-bijian atau bibit tanaman dalam pot) adalah pilihan-pilihan yang paling memungkinkan untuk diambil saat ini. Bibit tanaman yang dijadikan souvenir dapat juga dijadikan dekorasi di atas meja prasmanan.
Beberapa vendor souvenir ada juga yang berinovasi dengan mengeluarkan produk souvenir yang dapat dimakan seperti coklat, cupcakes, maupun produk-produk yang dapat digunakan hingga habis seperti sabun atau lilin dari kedelai. Kemasan souvenir ini diusahakan mengurangi penggunaan plastik atau bahan-bahan yang dalam produksinya banyak menggunakan bahan kimia dan meninggalkan limbah yang sulit diurai oleh alam. (Images: Troas Wedding, Petite Delights)
Bunga dekorasiTempat pesta yang dihiasi dengan bunga-bunga hidup memanglah tempat pesta yang sangat ideal keindahannya. Ruangan pesta pun harum semerbak karena kehadiran bunga-bunga tersebut. Dan memang tidak bisa dipungkiri, bunga-bunga hidup adalah penyemarak dekorasi pesta yang paling utama.
Lalu apa yang harus dilakukan bila memilih konsep pernikahan ramah lingkungan? Gunakan bunga-bunga lokal dan yang sedang musimnya. Selain itu, pertimbangkan dekorasi yang nantinya dapat digunakan kembali untuk menghiasi rumah Anda kelak. Usahakan pula untuk mendapatkan bunga-bunga segar yang dirawat tanpa menggunakan pestisida yang banyak mencemari tanah dan air di sekitar lahan pertanian.
Kini vendor-vendor florist dan dekorator banyak yang menawarkan hand bouquet pengganti bunga segar, yaitu dengan menggunakan permen-permen unik atau hand bouquet yang bergaya rustik. Untuk pasangan yang berani tampil unik, mereka tidak menggunakan bunga sebagai centerpiece meja prasmanan dan hand bouquet mereka melainkan menggunakan barang lainnya yang dapat digunakan lagi setelah pesta usai.
Tempat resepsiKembali ke alam. Inilah konsep tempat resepsi yang sering dipadankan dengan konsep pernikahan ramah lingkungan. Meminimalis penggunaan listrik dan bahan-bahan lainnya yang harus dibersihkan dengan detergent atau bahan kimia lainnya yang lebih kuat adalah salah satu langkah konkret yang dapat diambil. Memilih tempat-tempat yang nantinya dapat membantu pendanaan pengelolaannya, seperti kebun raya, museum serta bangunan bersejarah, dapat juga dijadikan alternatif lainnya.
Namun bila pernikahan akan sangat sulit dilakukan di ruang terbuka karena faktor alam khususnya, ada beberapa cara dapat dilakukan untuk menjadikan pernikahan Anda tetap ramah lingkungan. Usahakan mengadakan upacara dan resepsi di satu tempat sehingga tidak ada yang harus berpindah dari satu acara ke acara yang berikutnya untuk mengurangi emisi bahan bakar. Pilihlah tempat yang banyak mendapatkan sinar matahari serta adakan pernikahan di siang hari sehingga tidak perlu banyak menghabiskan listrik. Cara lain untuk tetap ramah lingkungan di ruangan tertutup: carilah hotel yang mendaur ulang dan menggunakan aplikasi energi-efisien dan produk yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan yang dapat langsung diserap tanah. (Images: Segarra, Damai Indah Golf, Rumah Kriya Asri)
Gaun dan pakaian Memang relatif lebih sulit untuk memadukan penggunaan pakaian dengan konsep ramah lingkungan. Meski sulit namun bukan berarti tidak mungkin sama sekali. Menggunakan kembali gaun-gaun pernikahan yang dahulu digunakan ibu bahkan nenek sekalipun akan meninggalkan makna yang lebih mendalam pada pernikahan Anda. Gunakan kreativitas Anda untuk memodifikasi gaun yang bersangkutan hingga tidak terlalu jadul.
Menggunakan bahan-bahan pakaian alami seperti dari kain linen atau kapas dinilai lebih baik pada lingkungan dan lebih nyaman untuk semua penggunanya. Pilihlah bahan dari bahan alami ini untuk kostum yang dikenakan keluarga atau para pendamping. Selain itu Anda juga dapat menghindari bahan pakaian seperti tule dan satin karena produksinya menggunakan listrik.
KateringMakanan organik adalah jawabannya untuk aplikasi konsep pernikahan ramah lingkungan pada makanan yang akan disajikan pada pesta pernikahan. Meski makanan organik cenderung menghabiskan biaya lebih, namun usaha untuk menyajikan makanan tersebut pasti akan diacungi jempol. Namun bila kurang memungkinkan, ada juga cara lain yang juga lebih ramah lingkungan, yaitu gunakan bahan makanan lokal, beli bahan makanan langsung dari penanamnya, segar (tidak perlu dibekukan dalam lemari es dalam jangka waktu yang lama) serta pilihlah makanan yang tidak perlu dimasak lama sehingga menghabiskan banyak bahan bakar untuk prosesnya. Untuk penyajian, mintalah penyedia jasa katering Anda untuk menyediakan peralatan makan yang dapat digunakan lagi, bukan peralatan makan dari styroform atau plastik yang susah untuk didaur ulang.
Indonesia memang kaya akan aneka ragam hayati, sehingga kita dapat menikmati berbagai macam tanaman dan buah-buahan yang kita inginkan kapan saja. Tidak perlu Anda menyediakan buah dan sayuran impor untuk hari H Anda. Kata kuncinya: pilihlah buah dan sayur yang sedang musimnya. (Images: Dharma Kitchen, Puspa Catering Services, Bali Indah Catering)
Sekarang pilihan ada di tangan Anda. Seberapa Anda ramah pada lingkungan?
Teks: Fitri Harini | (Main Image) creative concepte: Ari Anastasia CHR, photography: Eddie Sumitro - MATA photography, decoration: Daun Art Decoration & Floral Design Member of Kana Group, location: The Royal Pita Maha, Ubud Bali
|
|