About

Adrian Gan adalah salah satu perancang busana terbaik di Indonesia yang karya ciptanya diakui oleh berbagai kalangan. Dalam merancang busana, ia melebur dirinya menjadi satu jiwa dengan rancangannya dan menjadikan hasilnya sebagai karya seni yang bukan saja menampilkan nilai estetika fesyen tapi juga memancarkan aura kepribadian dari si pemakainya.

Kecintaan Adrian Gan akan dunia fesyen bermula dari kesukaannya menggambar. Ia tuangkan imajinasinya dalam kertas lewat goresan sketsa yang kadang disertai dengan detil-detil yang atraktif.

Susan Budihardjo menjadi gurunya untuk mempertajam keahliannya merancang busana. Dari guru hampir semua perancang busana Indonesia inilah, ide dan kreativitasnya terbuka dan semakin berkembang.

Dikenal sebagai salah satu perancang cheongsam terbaik di Indonesia. Kecintaannya akan budaya serta kegemaran mengoleksi benda antik dari China dan negara Asia lainnya memberikan ia banyak inspirasi dalam berkreasi. Namun, dalam perjalanan karirnya, ia juga banyak menggali tradisi dan budaya Indonesia yang begitu kaya, dan dituangkan melalui hasil karya yang indah. Kerja keras dan kecintaan Adrian Gan akan fesyen menjadi bukti nyata kesuksesannya sebagai perancang busana papan atas yang hasil karyanya dikagumi banyak orang.

ConQuerence

Melalui ConQuerence, Adrian Gan mengajak Anda untuk menikmati dua budaya yang sangat bertolak belakang. Regency Eropa berkembang lewat romantisme dan kebebasan moral penuh inspirasi dimana karya seni tercipta dengan bebasnya. Sementara di saat yang bersamaan, puncak budaya Dinasti Ching terpancar dari Timur Jauh. Begitu indah, mengalir, dan terjaga dengan moral yang menjunjung tinggi adat dan tradisi.

Dinamika ConQuerence ditampilkan begitu menarik melalui empat sekuen dan empat puluh cheongsam karya Adrian Gan. Pemakaian bahan seperti jacquard, lace, wool, moiré, velvet, tulle dengan desain tailored cheongsam, memberi sesuatu yang baru, aplikasi, patchwork, embroidery dengan motif yang mengapi inspirasi dari Chinese papercut, pupet wayang, dan motif-motif embroidery era Regency memberi kesan romantis dan juga dinamis.

Adrian Gan melebur dua budaya kontradiktif ini lewat desainnya yang kreatif, memikat, dan juga memesona.

Saksikan ConQuerence karya Adrian Gan.

Gallery

@adrianganworld