Begini Tahapan Lengkap Prosesi Jelang Pernikahan Adat Jawa

 

Foto: dok. Freepik

Sebelum mengarungi bahtera rumah tangga yang ditandai dengan sahnya ikatan pernikahan, pengantin yang menikah menggunakan adat Jawa biasanya melakukan beberapa prosesi jelang pernikahan terlebih dahulu.

Memang prosesinya cukup panjang dengan berbagai ritual yang harus dilakukan. Namun dibalik itu semua, prosesi ini memiliki makna dan filosofinya masing-masing. Berikut tahapannya.

1. Bleketepe

Bleketepe adalah daun kelapa yang masih hijau dan dianyam dengan ukuran rata-rata 50cm x 200cm sebagai atap atau peneduh saat resepsi pernikahan. Biasanya bleketepe dipasang oleh orang tua calon pengantin saat pemasangan tenda pernikahan atau tarub.

2. Kembang Mayang

Ornamen ini berbentuk rangkaian akar, batang, daun, bunga dan buah. Pajangan ini akan memberikan kebijakan dan motivasi bagi kedua mempelai dalam menjalani kehidupan nantinya.

3. Pasang Tuwuhan

Tuwuhan yang berarti tumbuh-tumbuhan ini diletakkan di tempat siraman. Bisa juga ditambahkan buah-buahan dengan harapan sang pengantin cepat mendapatkan keturunan.

4. Siraman

Riatual satu ini akan ada tujuh orang atau angka ganjil lainnya yang akan memandikan calon mempelai. Sebelum menuju ritual selanjutnya, sang ayahlah yang akan mengakhiri ritual ini dengan menggendong mempelai ke kamar pengantin.

5. Adol Dawet

Kedua orang tua akan menjual dawet sebagai hidangan pada para tamu yang hadir. Dawet tersebut tidak dibayar dengan uang melainkan dengan kreweng atau pecahan tembikar dari tanah liat sebagai tanda bahwa pokok kehidupan berasal dari bumi.

6. Potong Tumpeng

Sajian nasi berbentuk kerucut ini berisikan lauk-pauk yang ditata di sekelilingnya di atas nampan bulat yang terbuat dari anyaman bambu. Hal ini mengisyaratkan kemakmuran dan kesejahteraan. Ritual ini dilakukan oleh orang tua mempelai.

7. Daulang Pangkasan

Acara ini merupakan prosesi suapan terakhir oleh ayah dan ibu pada calon mempelai sebagai tanda tanggung jawab terakhir dari orang tua kepada anaknya yang ingin menikah.

8. Taman Rambut

Menanam rambut bermaksud agar dihindarkan dari keburukan dalam rumah tangga. Ada pula pelepasan ayam yang bermakna orang tua yang sudah mengikhlaskan anaknya untuk hidup mandiri. Prosesi ini menggunakan ayam berwarna hitam.

9. Midodareni

Prosesi ini merupakan ritual melepas masa lajang calon mempelai. Mempelai wanita akan terlihat sangat cantik seperti bidadari dari surga. Pada malam ini, pengantin wanita akan ditemani pihak keluarga saja dan dilarang untuk bertemu calon mempelai pria. Di sini mempelai wanita juga akan menerima nasihat mengenai pernikahan.

Video. dok. Merajut Nusantara

Salah satu yang masih menggunakan Adat Jawa Pakem untuk pernikahannya adalah pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution beberapa waktu lalu. Diselenggarakan di Solo, pernikahan anak-menantu Presiden ini sarat akan makna.

Pernikahan Kahiyang-Bobby ini menggunakan janur kuning untuk pengharapan agar kedua mempelai dan keluarga bisa mendapatkan cahaya kehidupan yang terang, cemerlang dan bahagia. Janur yang dibuat dari daun kelapa tersebut akan bermanfaat bagi kehidupan orang banyak. Selain itu, pemasangannya juga menunjukkan keindahan.

Pernikahan ini juga menggunakan pisang raja karena memiliki makna agar mendapatkan pangkat dan derajat yang baik dalam kehidupan. Sedangkan untuk cengkir bermakna agar kedua mempelai diberi keturunan yang baik.

Lalu pernikahan ini juga menggunakan tebu wulung yang mengisyaratkan bahwa kedua mempelai bukan remaja lagi namun sudah menjadi manusia yang dewasa dan sudah bisa mengarungi kehidupan baru, berumah tangga.

Kahiyang-Bobby juga menggunakan daun beringin. Daun beringin ini mengandung arti agar diberikan pengayoman baik diri sendiri maupun keluarga, serta alang-alang agar terhindar dari bala dalam kehidupan.

Tradisional, Pernikahan Tradisional, Jawa

LEAVE A COMMENT


BACK
TO TOP