CREATE FREE WEDDING WEBSITE » 
Ma Joly Restaurant
Nusa Dua Beach, Hotel & Spa
King Foto Group
Yumi Katsura Wedding In Style
The Luxus
home » traditional home » articles » serba-serbi » permainan tradisional, warisan budaya yang kian tersisihkan
Permainan Tradisional, Warisan Budaya Yang Kian Tersisihkan
 

Mereka yang lahir di tahun 70 hingga 80-an, tentunya tak asing dengan nama-nama permainan seperti tak kadal (gatrik), galasin (gobak sodor), benteng, gasing, ataupun congklak. Ya, berbagai permainan tersebut memang populer dan disukai oleh banyak anak-anak pada masa itu. Salah satunya, Emil, pria kelahiran Jakarta 32 tahun silam ini, mengaku gemar sekali memainkan berbagai permainan tradisional itu, ketika kanak-kanak.

Menurutnya permainan zaman dulu lebih seru. Sebab hampir semuanya dimainkan beramai-ramai. Pesertanya bisa terdiri dari 10 orang bahkan lebih, yang kemudian dipecah menjadi dua kelompok. “Ada aura kompetisi, kerjasama tim, yang saya rasakan ketika bermain galasin ataupun benteng. Terlebih kalau bisa membawa tim dan membela teman yang menjadi tawanan saat permainan benteng. Rasanya hebat banget,” kenang pria yang berprofesi sebagai desain grafis ini. 

Seiring laju perkembangan zaman permainan tradisional mulai tersisihkan dan tergantikan dengan permainan moderen. Terlebih di kota-kota besar. Padahal permainan seperti gobak sodor, benteng, takadal, dan lain sebagainya memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan jiwa, mental maupun fisik. Untungnya ada upaya memperkenalkan kembali permainan tersebut oleh para orang tua, institusi pendidikan, maupun orang dewasa yang mengalami fase tersebut. Semata-mata agar permainan tradisional tetap lestrai dan tidak benar-benar punah.  Berikut ini beberapa permainan tradisional yang begitu digandrungi anak-anak pada era 70 dan 80-an:

Galah asin, galasin, atau gobak sodor. 
Adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup, yang masing-masing tim terdiri dari tiga sampai dengan lima orang. Inti permainan ini adalah menghadang lawan agar tidak lolos saat melewat setiap garis secara bolak-balik. Untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan. Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis,  atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat berukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi enam bagian. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin untuk meraih kemenangan. Permainan  ini tidak hanya memberikan mnanfaat secara fisik saja, tetapi juga dapat melatih ketangkasan, strategi, kecepatan, dan kecerdikan.

Gasing
Gasing merupakan mainan ketangkasan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi. Permainan ini dapat dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa di pekarangan rumah yang kondisi tanahnya datar dan keras. Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, namun ada juga yang terbuat dari dari plastik. Sedangkan Tali gasing umumnya dibuat dari nilon. Untuk tali gasing tradisional terbuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing beragam, tergantung pada panjang lengan orang yang memainkannya. Di beberapa daerah Indonesia, permainan ini disebut dengan istilah yang berbeda, seperti gangsing atau panggal (Jakarta dan Jawa Barat), pukang (Lampung) gasing (Jambi, Bengkulu Tanjungpinang, dan wilayah kepulauan Riau, Sumatra Barat) begasing (Kalimantan Timur), megangsing (Bali), maggasing (Nusatenggara Barat), apiong (Maluku).

Benteng
Seperti halnya galasin, benteng adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup. Yang masing-masing terdiri dari empat sampai dengan delapan orang. Bedanya, pada permainan ini setiap grup itu, memilih suatu tempat sebagai markas. Umumnya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai 'benteng'. Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih 'benteng' lawan dengan cara menyentuh tiang atau pilar pihak lawan sembari meneriakan kata benteng! Kemenangan juga bisa diraih dengan 'menawan' seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi 'penawan' dan yang 'tertawan' ditentukan dari waktu terakhir saat si 'penawan' atau 'tertawan' menyentuh 'benteng' mereka masing - masing. Orang yang paling dekat waktunya ketika menyentuh benteng berhak menjadi penawan. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang handal.

Gatrik atau Tak Kadal
Gatrik atau Tak Kadal pada masanya pernah menjadi permainan yang populer di Indonesia. Tak Kadal dimainkan oleh dua kelompok. Permainan ini menggunakan alat dari dua potongan bambu yang salah satunya berukuran lebih kurang 30 cm dan lainnya berukuran lebih kecil. Pertama potongan bambu yang kecil ditaruh di antara dua batu lalu dipukul oleh tongkat bambu, diteruskan dengan memukul bambu kecil tersebut sejauh mungkin. Pemukul pertama akan terus memukul hingga beberapa kali sampai pukulannya tidak mengena bambu kecil tersebut. Setelah gagal maka orang berikutnya akan meneruskan. Sampai giliran orang terakhir. Setelah selesai maka kelompok lawan akan memberi hadiah berupa gendongan dengan patokan jarak dari bambu kecil yang terakhir hingga ke batu awal permainan dimulai tadi. Makin jauh, maka makin enak digendong dan kelompok lawan akan makin lelah menggendong.

Teks: Teddy Sutiadi Foto: Setia Bekti, Istimewa

facebook twitter
BERI NILAI ARTIKEL:
   PRINT THIS ARTICLE | SEND TO FRIEND
NAMA
EMAIL
KOMENTAR

NEWS & EVENT

Wangie Fashion House, salah satu desainer kebaya, kembali menampilkan koleksinya dalam rangkaian acara pameran jasa pernikahan yang diselenggarakan oleh Shangri-La Hotel Jakarta. Acara yang mengambil tema Romantic Outdoor Weddings ini diselenggarakan pada tanggal 31 Maret – 1 April 2012, bertempat di Poolside Garden Shangri-La Hotel.  » more
REAL COUPLES

Tema Betawi diambil karena orangtua Prima berasal dari Betawi. Sementara unsur kolonial pada resepsi dipilih karena Prima dan Dhika tak ingin menggunakan tema Betawi “si Doel” yang sudah cukup sering digunakan.  » more

PROFILE

Hidup adalah sebuah proses perjalanan. Berbagai peristiwa – suka maupun duka – terjadi setiap hari. Ada momen indah, bahkan ada pula yang bikin bete. Dan, setiap babak kehidupan itu dilalui Dian dengan penuh kesan. Via dunia maya, ia pun mengejawantahkan setiap kesan yang diperolehnya dalam hidup. Terutama pengalamannya sebagai seorang entrepreneur pada bidang Wedding Planer & Organizeer (WO).  » more
 

OUR SISTER COMPANIES

ABOUT WEDDINGKU | ADVERTISING |
NEWS & EVENTS | AWARDS & REVIEWS | GUESTBOOK | CONTACT US | RSS FEED

Ketentuan Penggunaan | Ketentuan Forum | Kebijakan Privasi © 2002-2012 Weddingku.com | Powered by Menaravisi

Established in 2000, Weddingku Group is an Indonesia leading wedding media and honeymoon operator with more than one hundred thousand community members. The group covers online portal, printed media, wedding exhibitions, agency of honeymoon & other travel packages. Weddingku Group is a licensed member of PATA, IATA & ASITA.