PENGANTIN WANITA
Untuk semua luhak adat dan nagari, baju pengantin tradisional yang digunakan wanita umumnya berupa baju kurung dengan model menutup seluruh tubuh dengan panjang rata-rata di bawah lutut. Kecuali busana pengantin khas Padang Magek Tanah Datar yang panjangnya lebih pendek yaitu sedikit di bawah garis pinggang. Baju kurung pada zaman dahulu menggunakan model jahitan Siba yaitu dibuat agak lebar dan mengembang pada bagian pinggangnya agar mudah memasukkannya ke tubuh melalui kepala lalu ditarik bagian bawahnya hingga dapat melalui pinggul karena dahulu masih belum banyak menggunakan restleting.
Baju kurung ini pun bervariasi bahannya mulai dari kain beludru, songket, satin, sutera, kain rubia, brokat maupun Sari India. Dari cara pembuatannya, terdapat empat macam baju kurung, yaitu baju kurung Batabue dengan hiasan dari lempengan payet berwarna emas, baju kurung Balapak yang terbuat dari kain songket dengan tenunan benang emas, baju kurung Basulam dengan sulaman benang warna warni yang menarik dan baju kurung Batarawang dengan melubangi kain dengan pola tertentu.
Baju pengantin wanita tidak lengkap tanpa kehadiran kain songket dan Suntiang sebagai aksesorisnya. Kain songket sebagai kain khas dari Minangkabau ini dengan hiasan tenunan dari benang emas digunakan sebagai penutup bagian bawah tubuh. Selain kain songket, untuk gaya pesisir Padang/ Pariaman digunakan juga selendang Tokah sepanjang tiga meter yang dipakai menyilang di dada dan kedua ujungnya berumbai-rumbai jatuh ke punggung.
Perhiasan yang dikenakan di leher pengantin wanita adalah Kalung Cakiak, Kalung Rago-rago, dan Kalung Gadang. Di tangan, dihiasi dengan gelang Gadang, Gelang Manangah dan gelang Rago-rago. Sepasang cincin menghiasi jari manis.
PENGANTIN PRIA
Saat ini pakaian pengantin yang sering digunakan pria adalah pakaian model roki yang telah dimodifikasi menjadi model pantalon. Aslinya, baju pengantin pria Minangkabau pesisir begitu menyerupai pakaian matador. Celana menggantung hingga lutut dan bagian kakinya yang terbuka dipasangi kaus kaki panjang warna putih.
Pada bagian jasnya dadanya terbuka dan bagian dalamnya menggunakan rompi dengan ikatan tali ke punggung. Pada bagian pinggang digunakanlah kain samping dari bahan songket balapak yang warna serta ornamennya disesuaikan dengan songket balapak yang digunakan oleh pengantin wanita. Tak lupa keris yang disebut Karih diselipkan di bagian depan pria dan Kalung Bulan Sabit di leher. Pengantin pria mengenakan selop tutup bersulam sama dengan busana yang dipakai.
Teks: Ratri Suyani & Fitri Harini
Sumber: Tata Cara Perkawinan Adat Istiadat Minangkabau oleh Nazil Basir & Elly Kasim
Pengarah Gaya: Ratri Suyani
Busana & Aksesori: Rumah Solek by Ipung
Tata Rias Wajah & Rambut: Rumah Solek by Ipung
Foto: Image 8 Photography
Model: Mungky (B Management) & Bima
|