message

Longines and Glory's Digital Garden Wedding At The Bay Ballroom

LONGINES ROGER & GLORY ROSARI - 15 AGUSTUS 2015
| 3477

Glory dan LG berbeda 7 tahun dan berasal dari dua kota yang berbeda. Glory berasal dari Kota Batam (Kepulauan Riau) sedangkan LG lahir di Medan dan besar di Jakarta. Pertemuan mereka diawali dari ajang kecantikan Pemilihan Puteri Tionghoa di Batam.

The First Time We Met Glory dan LG berbeda 7 tahun dan berasal dari dua kota yang berbeda. Glory berasal dari Kota Batam (Kepulauan Riau) sedangkan LG lahir di Medan dan besar di Jakarta. Pertemuan mereka diawali dari ajang kecantikan Pemilihan Puteri Tionghoa di Batam. Kala itu, Glory diminta menjadi juri (setelah menyandang gelar “Miss Tourism Queen International Indonesia 2007”) dan LG juga diminta sebagai juri (setelah menyandang gelar “Pemenang pertama Koko Jakarta 2005”). Berada bersama di satu panel penjurian bersama dua juri asing lainnya asal malaysia dan singapura menjadi ajang pertemuan pertama kami di tahun 2007. Namun setelah bertukar kontak, mereka tidak saling berkomunikasi hingga pada tahun 2009, Glory membutuhkan pengisi acara imlek untuk kantornya. Ia pun menghubungi LG yang kala itu masih menjabat sebagai ketua ikatan Koko Cici Jakarta. Pertemuan intens selama 1 bulan pun mendekatkan keduanya, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran. Selain sifat kepemimpinan yang sama, mereka juga suka olahraga. Selain olahraga, Glory dan LG sama-sama suka kegiatan charity. Tentu menyenangkan memiliki pasangan yang mempunyai kesamaan visi dan kebesaran hati dalam hal memberi. Jika tidak tentu ini akan menjadi masalah di masa mendatang.

Will You Marry Me? Kisah saat LG melamar mungkin menjadi satu di antara banyak kisah yang berkesan dan sulit dilupakan oleh Glory, terjadi di tahun ke-7 hubungan mereka. Tepat di tanggal 14 Februari 2014, hari yang juga adalah hari Glory dan LG resmi sebagai pasangan kekasih, LG mengajak Glory makan malam di sebuah café di kawasan Senayan. Awalnya LG memang merencanakan acara melamar yang super romantis, namun gara-gara kondisi cafe penuh asap rokok, Glory pun minta pindah lokasi makan malam. Berpindah lokasi ke sebuah restoran di hotel bintang lima tanpa melakukan reservasi sebelumnya ternyata berakibat buruk terhadap rencana romantis LG. Sedih karena acara makan tidak berjalan lancar, Glory pun minta segera pulang. Tanpa disangka, LG mengajak Glory ke Segarra Ancol, menyewa sebuah Privat Sofa yang menghadap ke pantai. Ditemani sebotol wine dan sekotak cokelat, LG pun melamar sang kekasih hati.

The Wedding Theme Glory dan LG memilih tema pesta pernikahan “Digital Garden”, penggabungan dekorasi Garden asli dengan Digital Garden. Alih-alih menggunakan dekorasi bunga dan sterofoam seperti pesta pernikahan pada umumnya, Glory dan LG justru memilih layar LED raksasa berukuran 15 x 8 meter sebagai backgroud ditambah dua buah LED ukuran 3 x 4 meter di masing- masing kanan dan kiri pelaminan. Tema ini menjadi pilihan mereka karena Glory dan LD ingin menampilkan nuansa santai dan kekeluargaan melalui dekorasi garden atau taman layaknya di pekarangan rumah, namun tetap modern dan trendi dengan LED sebagai latarnya.

The Preparation LG dan Glory memulai persiapan pernikahan sejak setahun sebelumnya. Dimulai dengan mencari venue dan vendor yang tepat hingga detail acara dan pernak- pernik lainnya. Kesibukan Glory yang bekerja di media televisi swasta dan LG sebagai wirausahawan sempat membuat persiapan ini terhenti dan baru efektif sekitar 4 bulan menjelang hari-H. Tantangan terbesar adalah meluangkan waktu untuk membahas detail acara dan kesiapan perlengkapan. Saking sibuknya, Glory sempat lupa mencetak foto kanvas hasil pre-wedding mereka. Beruntung seorang teman fotografer memberikan hadiah foto kanvas dari salah satu foto pre-wedding Glory dan LG. Alhasil, akhirnya foto itu menjadi satu-satunya yang terpajang di lorong ruang resepsi pesta pernikahan LG dan Glory. Mempersiapkan sebuah pesta pernikahan menjadi amat menantang dan kadang menimbulkan stres, namun menyantap ice cream dan cokelat selalu berhasil membuat perasaan Glory dan LG kembali ceria.

Wedding Items LG dan Glory memilih simbol-simbol dalam pernak- pernik pernikahan mereka. Untuk cincin, LG dan Glory memilih koleksi Love Ring dari Adelle Jewellery, jika kedua berlian disatukan maka akan membentuk love (bentuk hati) yang menjadi simbol cinta yang utuh. Glory merasa beruntung menemukan desainer yang sesuai yaitu Reza dari The Wedding Boutique Gown. Gaun mermaid pas badan dengan detail manik dan bulu-bulu angsa memeluk indah tubuh Glory di hari pernikahannya. LG mempercayakan pembuatan jas pengantinnya (tuksedo dari bahan beludru) kepada Wong Hang Distinguished Tailor. Warna biru yang adalah warna kesukaan Glory dan LG diaplikasikan untuk warna kartu undangan, dekorasi pemberkatan, warna hand bouquet, kue pengantin, hingga gaun bridesmaid dan dasi bestman. Sedangkan untuk dekorasi. Glory dan LG menggunakan LED sebagai latar belakang pelaminan sehingga bisa menampilkan beragam tema yang berbeda, mulai dari animasi winter, autum, taman, perkotaan, dan lain lain. Sedangkan area foyer dan dance floor bertemakan rustiq garden.

The Best Moments Glory dan LG sepakat bahwa momen terbaik di dalam pesta pernikahan mereka adalah saat saling mengucapkan janji setia. Yang tak kalah membahagiakan adalah kehadiran para sahabat, keluarga, serta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama dan beberapa pemimpin redaksi media-media terkemuka serta sejumlah politisi juga larut dalam suasana pesta dansa.

Special Moments Sebagai keturunan warga Tionghoa yang masih memegang tradisi, Glory dan LG masih mengikuti sejumlah tradisi seperti sangjit (mengantarkan seserahan), tea pai (tea ceremony) sebagai tanda hormat kepada orang tua dan keluarga yang dituakan, dan menyantap onde (saling suap antarorang tua dan pengantin dan antarpengantin) di hari pernikahan.

Good Impressions Seluruh tamu tidak menyangka akan menikmati pesta pernikahan dengan banyak tamu undangan. Para tamu pun antusias dan mengagumi beragam visualisasi (perpaduan warna ruang, lampu, animasi, dan musik) yang terus berubah menyesuaikan ambiance acara yang sedang berlangsung. Mereka juga bisa menikmati dance floor utama selama acara berlangsung, tanpa harus menunggu hingga after party. Keseluruhan acara berjalan lancar, seru, dan meninggalkan kesan mendalam di hati para tamu undangan.

Teks Fannya G Alamanda

BACK
TO TOP