Muthia and Khalid Perfect Wedding Day at Gedong Putih Bandung

MUTHIA & KHALID - 08 AGUSTUS 2020
| 352

Pertemuan yang tidak disengaja di sebuah coffe shop membawa dua insan akhirnya bersatu dalam janji pernikahan. Muthia dan Khalid berkenalan di satu hari saat Tuhan YME membuka pintu jodoh bagi mereka berdua dan apa yang telah direncanakanNya juga dilancarkan jalannya. "Teman SMA-ku itu satu kampus dengan Khalid," jawab Muthia saat ditanya bagaimana pertama kali dia bertemu dengan Khalid. "Aku dan teman SMA-ku ini sering sekali nongkrong di coffee shop dan satu hari saat kita janjian untuk bertemu, teman aku mengajak Khalid ikut dan mengenalkan kita berdua," jelasnya lagi membuka awal pembicaraan kita.

Lalu apa yang membuat kamu tahu kalau Khalid adalah jodoh kamu? Sambil tersenyum Muthia menjawab singkat dan yakin akan pilihannya. "Karena aku enggak punya alasan untuk menolak lamarannya."

Muthia Mempersiapkan Pernikahannya

Muthia mempersiapkan acara pernikahannya dalam waktu yang singkat. “Untuk semua persiapan pernikahan, keluargaku, Khalid, dan keluarganya menyerahkan semuanya sama aku. Dan, waktu persiapannya hanya dalam waktu dua bulan!” Muthia menjelaskan sambil mengingat masa-masa saat itu. “Kebetulan dari dulu kalau aku menemukan vendor atau contoh model gaun atau dekorasi yang aku suka, aku simpan di Instagram. Jadi aku tinggal buka fitur saved di Instagram dan langsung tahu bagaimana dan seperti apa yang aku mau.”

Beberapa vendor yang dipilih Muthia dan Khalid juga karena pengalaman pernah menggunakan vendor tersebut di pernikahan kakak Muthia atau atas rekomendasi dari manager venue tempat mereka menikah, seperti Lemia Project.

Konsep Pesta Intimate di Gedong Putih, Bandung

Menikah pada tanggal 8 Agustus 2020, Muthia dan Khalid mengundang sekitar 200 orang di hari istimewa mereka. Konsepnya intimate. Pengantin berbaur bersama tamu undangan, duduk di meja keluarga dan ikut makan, lalu berjalan-jalan untuk menyapa teman dan keluarga yang datang. Tetap menggunakan pelamin, tapi karena masa pandemi tidak diizinkan untuk bersalam-salaman, maka panggung hanya digunakan untuk berfoto saja.

Kenapa memilih Gedong Putih, Bandung? “Kita memilih venue ini karena punya lahan yang luas, lalu juga memiliki ruang indoor dan outdoor seperti yang kita inginkan, dan yang penting, lahan parkirnya cukup luas ya,” jawab Muthia.

Bagaimana Rasanya Saat Hari-H?

“Aku excited!” Beda dengan Khalid yang merasa tegang karena dia harus menjalankan Ijab Qabul, Muthia lebih merasa deg-degan saat momen acara resepsi. Itupun karena terlalu excited!

“Rasanya benar-benar senang, dari gaun yang aku kenakan, wedding cake, dekorasi, tamu yang datang, vibes acaranya! Pokoknya like a dream come true dan berasa jadi seperti princess di hari itu!” tutup Muthia di akhir pembicaraan kita.

Tips Muthia dan Khalid Untuk Para Calon Pengantin

  • Obrolkan antar dua keluarga kapan, bagaimana, dan seperti apa pernikahan yang kalian inginkan nanti
  • Budgeting sangat penting!
  • Cari vendor yang sesuai dengan bujet.
  • Tentukan konsep dan tema pernikahan supaya memudahkan dalam mencari referensi.

BACK
TO TOP