Abigail and Jeffry's Dream Wedding Celebration at Amaryllis Boutique Resort

ABIGAIL & JEFFRY - 24 OKTOBER 2021
| 482

Terkadang kita tidak tahu kapan waktu yang tepat saat kita dipertemukan dengan calon pasangan kita. Bisa kapan saja, bisa dimana saja, dan bisa dalam momen yang biasanya tak terduga sebelumnya. Namun, bila pintu jodoh sudah terbuka, don`t you think it will take two to tango yang melibatkan keseriusan dan juga kekaguman pada pasangannya masing-masing. "Jeff itu kenal dan temanan sama Papi aku dulu," Abigail memulai ceritanya. "Keluarga kita memang sudah saling mengenal dan Jeff kebetulan ambil jurusan kuliah sama seperti Papi aku dulu, jadilah aku dikenalin sama Jeff karena kita berdua kuliah di Amerika walau beda kota. Aku di Los Angeles dan Jeff di San Diego. Terus sih katanya, Jeff langsung naksir pas dikenalin!" tutur Abigail sambil tertawa lepas di akhir kalimat. Dan, kita pun tertawa bersama.

Abigail pun kembali bercerita momen mereka sebelum jadian saat Jeff mengajak nonton Broadway Musical `Wicked` di San Diego. "Jadi, Jeff itu nyetir dari San Diego ke Los Angeles buat ngejemput aku, terus nyetir lagi ke San Diego buat nonton, terus habis itu, nyetir lagi ke Los Angeles buat anterin aku pulang! Dan, jarak San Diego ke Los Angeles itu dua jam lebih sekali jalan!" Lanjutnya lagi. Dari momen itulah `pintu` mulai terbuka and the rest is history.

It Takes Two to Tango

Jeff menunjukkan keseriusannya dalam membangun sebuah relationship yang serius bersama Abigail. “Bolak balik antar kota untuk bertemu dengan aku sudah menunjukkan keseriusannya,” jelas Abigail. “Buat aku juga, kalau dipikir secara logis dari berbagai aspek, sepertinya gak ada orang lain yang lebih cocok selain Jeff. Aku gak bisa cinta apalagi komit ke seseorang yang tidak aku admire dulu. Dan, aku jarang lho dengan mudah bisa admire orang. Lucunya, kekaguman aku sama Jeff dari dulu sampai sekarang itu gak hilang-hilang deh! Abigail tersenyum sambil kilau matanya menunjukkan apa yang baru saja ia katakan – kekagumannya pada Jeff.

Bagi Abigail, dari awal, hubungan keduanya terasa berbeda. Lebih dewasa, sehat, dan enriching dibanding dengan hubungan sebelumnya. Di masa-masa penyesuain diri di antara keduanya pun setiap masalah yang mereka lalui selalu diakhiri dengan pikiran positif. This, too, shall pass menjadi attitude mereka berdua.

How was your wedding preparation, Abigail?

“Terus terang, awalnya aku stress! Soalnya gak ngerti apa-apa tentang persiapan pesta pernikahan. Dari dulu juga gak pernah kepikiran ingin pesta seperti apa, jadi benar-benar blank! Tapi pelan-pelan banyak yang bantu, keluarga sangat mendukung, super thankful dengan banyak orang yang membantu aku dan Jeff di urusan persiapan pernikahan!” Terang Abigail menjawab pertanyaan bagaimana ia memulai persiapan pernikahan mereka berdua.

Abigail mengenal vendor-vendor pernikahan dari Nefi Setiono dari Nefi Decor yang mendekorasi venue pernikahan mereka dengan cantiknya. Dari situ, ia mengenal Widya dari Forever Planner yang banyak membantu persiapan pernikahan Abigail dan Jeff.

“Yang istimewa itu Bare Odds karena aku yang pilih sendiri. I’m very picky and peculiar when it comes to photo! Soalnya aku sendiri suka foto dan wedding is once in a lifetime moment! Aku memang mencari fotografer yang hasil fotonya tidak terlalu terlihat editorial atau staged. BareOdds pas sekali dengan gaya yang raw, atmospheric, spontaneous, dan moody seperti yang aku inginkan,” jelas Abigail lagi.

Was I stressed-up? Gak juga sih. Iya ada stresnya tapi not as stressful as it could be.

Justru yang membantu menenangkan aku itu Jeff. Dia yang bantu merubah framework berpikir aku dengan bilang,“Wedding tuh gak harus perfect. It’s just a celebration. Yang penting kita happy dan bisa have fun.” Begitu kata Jeff. Abis itu aku pikir bener juga ya. Mau cari yang lebih bagus, lebih personalized, lebih cakep, pasti bakal ada terus. The point is not to have THE best wedding, but to have A wedding that is good enough to make us happy.

Aku sama Jeff berkolaborasi sih di persiapan pernikahan kita, jadi Jeff nggak lepas tangan sama sekali. Kebetulan Jeff juga tipe orang yang punya taste bagus dan dia tahu apa yang dia inginkan. Jadi kalo Jeff disuruh lepas tangan, menurut aku sih dia bakal gatel!

Why did you choose Amaryllis Boutique Resort as your wedding venue?

“Kebetulan dekat dari rumah!” Rumah aku di Sentul dan rumah Jeff di Bogor, Amaryllis Boutique Resort di Puncak jadi dekat dari rumah. Jawab Abigail sambil tertawa menjawab pertanyaan di atas. “Dari dulu aku memang gak berencana sih menikah di ballroom, jadi memang ingin pesta di outdoor. Dan, rumah kaca Amaryllis bagus banget!”

How did you and Jeff celebrate your wedding day?

Pertama-tama, kita mengundang 42 tamu karena memang ingin pesta yang kecil dan privat, sekalian jaga-jaga sih siapa tahu PPKM naik level lagi. Tapi, jujur suasana di hari-H jauh lebih baik dari yang aku bayangkan sebelumnya. Rasanya tuh super fun, chill, dan aku bisa merasakan suasana yang hangat. Saking senangnya, walaupun internet waktu itu sempat down sebelum acara, aku sama Jeff gak stres sama sekali! Saking santainya di sela-sela sesi foto, Jeff sempat leha-leha dan mandi lagi! Super enjoyable and very us banget pokoknya!

Cuaca sempat hujan rintik-rintik pas mau masuk pemberkatan, tapi karena memang sudah senang ya udah kita santai aja dan gak dibawa stres sama sekali. Puji Tuhan, gak jadi hujan!

Acara pernikahan aku banyak dibantu keluarga dan teman. Yang pimpin pujian saudara sepupu aku, Inez. Yang memberkati, om aku, Om Andy Tjokro. Pas kita berdua masuk, yang nyanyi live, adik aku Olivia diiringi oleh iringan piano om aku sendiri, Om Michael dan tunangan sahabat masa kecil aku juga main saksofon. Lalu yang mendekorasi pernikahan aku, Om Nefi Setiono yang kebetulan sudah kenal lama dan teman dari orang tua aku dan Jeff.

Moment paling gak bisa dilupain tuh pas reception and dinner. Aku, Jeff, dan keluarga duduk di bridal table melihat ke arah tamu di dalam rumah kaca. View-nya cantik sekali, dekornya juga bagus banget! Lilin-lilin dan lighting-nya menyala dan live music-nya menyanyikan lagu ‘City of Stars’. Such a vibe!

And, lastly, your wedding tips for others couples-to-be, please

Jangan pikirkan kalau pesta pernikahan itu adalah acara puncak kehidupan yang terpenting, yang super spesial, dan harus sempurna. Pikirkan sebagai momen selebrasi bersama pasangan. Jadi, yang penting, bukan merencanakan pesta yang sesempurna dan se-wow mungkin, tapi acara yang buat kamu berdua happy dan bisa have fun!

Thank you Abigail and Jeff!

BACK
TO TOP