Benih Cinta Bersemi Antara Jawa & Batak Di Rumah Sarwono

IRAWATY MONSHRIVAT HUTABARAT, SH., MKN. & SRI NOVIANTO WANDYOPRANOTO, SH., M.HUM. - 30 NOVEMBER 2013
 by | 0

Di kota kembang Bandung, di Universitas Parahyangan, Ira dan Anto bertemu. Hubungan pertemanan antara Ira sebagai adik kelas dan Anto sebagai senior pun berlanjut, tanpa niatan untuk melangkah lebih jauh.

Kebaya kutubaru putih, menemani pengantin wanita menjalani sakralnya pemberkatan nikah

Senyum bahagia menghiasi wajah Ira dan Anto menyambut pesta pernikahan keduanya

Keindahan ulos dalam ritual mangulosi

Prosesi Mangulosi

Kebahagiaan raja dan ratu sehari seusai pemberkatan

Alas kaki cantik menemani sang pengantin wanita

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama turut menjadi saksi kebahagiaan Ira & Anto

Penyematan cincin di jari sang pengantin

Andong sebagai salah satu elemen dekorasi

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan selamat kepada pasangan dan keluarga yang tengah berbahagia

Di kota kembang Bandung, di Universitas Parahyangan, Ira dan Anto bertemu. Hubungan pertemanan antara Ira sebagai adik kelas dan Anto sebagai senior pun berlanjut, tanpa niatan untuk melangkah lebih jauh. Ketika Ira pindah ke Jakarta tahun 2006, komunikasi yang intens pun lambat laun berkurang. Hingga tahun 2012 ketika Ira berkunjung ke Bandung dan bertemu Anto secara tak sengaja, hubungan yang sempat terputus  terjalin kembali. Tanpa diminta, Anto kerap menjemput dan menemani Ira saat berlibur di Bandung. Kebersamaan yang akhirnya melahirkan benih-benih cinta di hati keduanya. Seiring waktu yang terus berjalan, Ira dan Anto memutuskan untuk mengikat jalinan cinta mereka ke dalam mahligai pernikahan. Berita bahagia ini pun disambut gembira oleh orang tua Ira. Restu sudah di tangan, persiapan pun dimulai.

Tergabung menjadi tim wedding organizer, membuat Ira merasakan plus minus dalam persiapan pernikahan. Plusnya, Ira dapat menangani pernikahannya sendiri secara lebih detil. Namun minusnya, kesibukan itu membuat Ira lupa bahwa dirinya adalah seorang calon pengantin. Sang kakak lah yang mengingatkan Ira untuk mempercantik diri selayaknya calon pengantin. Itupun baru dilakukan dua hari sebelum hari-H.

Pernikahan beda suku tak lagi menjadi hal yang asing dan cukup sering terjadi belakangan ini. Musyawarah memang diperlukan untuk mengambil jalan yang adil. Pemberkatan bertemakan Jawa sesuai asal Anto, sementara resepsi digelar dalam tema Batak, sesuai kultur keluarga Ira. Dominasi warna putih menjadi pilihan untuk menghadirkan suasana sakral pada pemberkatan. Ira yang berbusana pengantin Yogya Putri pun menjelma menjadi putri Jawa. Di hari yang sama, mangulosi mengawali resepsi pernikahan Ira dan Anto, sebagai lambang kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya.

BACK
TO TOP

Klik "Ya" Untuk Mendapatkan Update Promo Terbaru Dari Weddingku!