message

Aviation Theme For Jonathan & Jennifer's Wedding At The Golf Pantai Indah Kapuk

JONATHAN SEPTIANTO PUTRO & JENNIFER DWIMAJUNITA - 28 JUNI 2015
| 4620

Tema pesta pernikahan yang dipilih oleh Jonathan dan Jennifer adalah dunia aviasi (penerbangan) karena keduanya sama-sama berprofesi di dunia penerbangan dan juga dipertemukan dalam dunia tersebut.

The First Time We Met Jennifer dan Jonathan sama-sama bekerja pada sebuah perusahaan penerbangan, namun karena banyaknya jumlah pilot dan pramugari pada perusahaan penerbangan tersebut, Jennifer dan Jonathan tidak segera saling mengenal. Sampai pada bulan Maret 2011, Jennifer dan Jonathan secara kebetulan dipertemukan dalam satu tugas penerbangan yang sama, yaitu ke Jayapura. Dari situlah Jennifer mulai mengenal sosok Jonathan. Setelah beberapa kali pergi bersama dan sering berkomunikasi, Jennifer dan Jonathan merasakan adanya kecocokan di antara mereka. Pada tanggal 28 Juni 2011, Jennifer dan Jonathan mulai berpacaran. Di mata Jonathan, Jennifer adalah seorang wanita yang cerdas, menarik dan mandiri. Jonathan yakin Jennifer akan menjadi pasangan yang tepat untuknya. Sedangkan menurut Jennifer, Jonathan adalah seorang family man yang sangat bertanggung jawab dan bersungguh-sungguh dalam pekerjaan dan kariernya. Hal itu yang membuat Jennifer merasa aman dan nyaman untuk menjalani hidup bersama Jonathan.

I Say I Do Under The Love Bridge Pada bulan November 2013, Jennifer dan Jonathan mendapat tugas terbang bersama lagi, yaitu ke Amsterdam. Sebelum berangkat, Jennifer dan Jonathan sudah sepakat akan menghabiskan waktu berdua saat di sana. Saat di Amsterdam, Jonathan mengajak Jennifer untuk makan malam bersama. Ternyata tanpa sepengetahuan Jennifer, Jonathan sudah memesan sebuah meja di dalam kapal (canal cruise) yang menyusuri sungai di tengah kota Amsterdam dan menyiapkan cincin untuk melamarnya. Makan malam pun berlangsung, dan ketika kapal sedang bergerak menyusuri sungai, sang pemandu mengumumkan bahwa kapal akan segera melewati “Love Bridge”, yang konon katanya jika sepasang kekasih berciuman saat berada di bawah jembatan tersebut, cintanya akan abadi. Sang pemandu pun mempersilakan kepada para pasangan yang berada di atas kapal untuk berciuman ketika tiba di bawah “Love Bridge”, tak terkecuali Jennifer dan Jonathan. Saat Jennifer membuka mata sehabis mencium Jonathan, ia pun terkejut karena Jonathan menunjukkan cincin yang sudah ia persiapkan sebelumnya. Jonathan pun bertanya kepada Jennifer, “Will You Marry Me?” Jennifer dengan bahagia langsung menerima pinangan sang kekasih tersebut. Seluruh tamu di atas kapal juga ikut bertepuk tangan melihat adegan lamaran romantis tersebut.

The Wedding Theme Tema pesta pernikahan yang dipilih oleh Jonathan dan Jennifer adalah dunia aviasi (penerbangan) yang tetap menonjolkan kesan elegan. Tema tersebut dipilih karena keduanya sama-sama berprofesi di dunia penerbangan dan juga dipertemukan dalam dunia tersebut. Karena Jonathan menyukai warna biru dan Jennifer menyukai warna kuning, maka warna biru dan kuning lah yang mendominasi pesta pernikahan mereka. Perpaduan kedua warna itu dibuat tetap simpel dan tidak mencolok. Jonathan dan Jennifer juga menambahkan dekorasi yang masih berhubungan dengan aviasi agar nuansa dunia penerbangan terasa dalam pesta pernikahan mereka.

The Wedding Preparation Tidak ingin diburu-buru, Jonathan dan Jennifer pun memulai persiapan pernikahan mereka dari 10 bulan sebelum hari-H. Jonathan dan Jennifer juga memutuskan untuk tidak menggunakan jasa wedding planner karena mereka ingin semua hal sesuai dengan impian mereka. Ketika melakukan dealing dengan vendor, Jennifer dan Jonathan mengusahakan untuk hadir bersama agar baik Jonathan maupun Jennifer sama-sama puas dengan hasilnya. Namun menyesuaikan jadwal bertemu dengan vendor dan jadwal kerja Jonathan yang padat seringkali membuat kedua calon mempelai tersebut stres. Cara Jonathan dan Jennifer menghilangkan rasa stres tersebut adalah dengan meluangkan waktu bersama untuk relaksasi berdua hingga stres pun mereda.

Wedding Gown & Suit Jonathan mengenakan tuksedo berwarna hitam untuk acara pemberkatan,dan jas berwarna biru elektrik untuk resepsi. Jas biru tersebut sudah dibeli jauh-jauh hari sebelum persiapan pernikahan mereka dimulai, karena Jonathan dan Jennifer langsung jatuh hati pada model dan bahan jas tersebut ketika melihatnya di pameran yang diselenggarakan oleh Weddingku. Sedangkan untuk gaun pengantin, Jennifer akhirnya memutuskan pilihan pada gaun bermodel ball gown setelah mencoba begitu banyak model. Gaun pengantin dengan model ball gown memberi kesan elegan dan cocok dengan bentuk tubuh Jennifer.

The Best Moment Tentunya keseluruhan rangkaian acara pernikahan merupakan momen yang sangat berkesan dan tidak terlupakan bagi Jonathan dan Jennifer. Namun momen terbaik yang dirasakan oleh Jonathan dan Jennifer adalah saat saling mengucapkan janji pernikahan dan terima kasih kepada para orang tua. Pada saat resepsi berlangsung, Jonathan dan Jennifer juga sangat bahagia melihat seluruh keluarga, sahabat, dan tamu undangan dapat hadir dan turut berbahagia bersama mereka.

Special Events Ada yang unik dari prosesi masuk Jonathan dan Jennifer pada saat resepsi. Sebelum kedua mempelai masuk, diputarkan rekaman pengumuman seperti yang biasa terdengar di bandara atau di pesawat. Prosesi masuk pun dibuat unik. Jonathan didampingi oleh teman-teman pilotnya dengan memakai seragam lengkap menjemput Jennifer di pintu masuk setelah didahului dengan pertunjukan dari wedding dancer yang adalah teman-teman Jennifer. Selain itu, bunga yang digunakan pada saat acara lempar bunga pun diganti dengan pesawat-pesawat kertas warna-warni yang sesuai dengan tema pesta pernikahan Jonathan dan Jennifer.

BACK
TO TOP