Romantisme Tradisi Jawa Di Manggala Wanabakti

MARIA ANGELA & RORIS DAYA RESTU - 21 SEPTEMBER 2014
| 241

Pertemuan pertama Ella dan Roris yang terjadi sekitar bulan Agustus 2013, merupakan jasa baik dari seorang teman. Tak banyak yang terjadi setelah pertemuan pertama tersebut. Karena jujur saja, belum ada chemistry di antara keduanya.

Pertemuan pertama Ella dan Roris yang terjadi sekitar bulan Agustus 2013, merupakan jasa baik dari seorang teman. Tak banyak yang terjadi setelah pertemuan pertama tersebut. Karena jujur saja, belum ada chemistry di antara keduanya. Namun ketika akhirnya mereka bertemu kembali, tanpa membuang waktu, Roris langsung mengungkapkan perasaannya bahwa dari awal kenal sudah ingin menjalin hubungan yang serius untuk menikah. Keseriusan Roris terbukti ketika selang dua bulan kemudian, Roris bersama keluarganya datang ke rumah Ella untuk melamar.

Pemberkatan yang khidmat pun berlangsung pada pagi 21 September 2014. Konsep internasional sengaja diambil sebagai penghemat waktu, mengingat tata cara prosesi adat yang agak panjang. Ella dan Roris pun memilih mengenakan gaun dan jas pengantin yang cenderung lebih praktis dibandingkan baju adat yang bisa memakan waktu lebih lama dalam persiapannya.

Sementara konsep yang lebih tradisional diusung pada acara resepsi. Pertimbangannya karena kedua keluarga masih memiliki darah Jawa yang cukup kental sekaligus ingin membahagiakan keluarga besar dan tamu hadirin dengan nuansa yang berbeda saat acara resepsi. Berbalut kebaya kutu baru dan beskap berbahan beludru hitam dengan bordir emas, Ella dan Roris pun merasakan tampilan yang begitu mewah, layaknya busana kebesaran pengantin Solo.

Untuk konsep dekorasi, Ella memilih dominasi kayu-kayuan seperti gebyok, pagar kayu berwarna cokelat yang dikombinasikan dengan bokor yang diisi oleh bunga sedap malam di sepanjang jalan menuju pelaminan. Selain itu nuansa bunga putih dan merah salem sengaja dipilih untuk menciptakan kesan hangat dan romantis.

BACK
TO TOP