message

Kolaborasi Pernikahan Padang dan Palembang di Menara Mandiri

MUTIARA ANJANI DAN SATIA BERMANSYAH - 28 APRIL 2018
| 2901

Dunia kampus seakan menjadi lokasi yang tidak pernah kehabisan cerita cinta. Rasa tersebut datang tanpa pandang subjeknya, bisa terjadi antara senior pada junior atau antar sesama teman yang persis dialami Anjani dan Berman.

Didampingi menuju meja akad

Didampingi menuju meja akad

Menjabat tangan penghulu merupakan saat mendebarkan bagi setiap pengantin pria termasuk Berman

Menjabat tangan penghulu merupakan saat mendebarkan bagi setiap pengantin pria termasuk Berman

Anjani luwes menari salah satu tarian pernikahan pada adat Palembang

Anjani luwes menari salah satu tarian pernikahan pada adat Palembang

Senyum bahagia saat ijab kabu;

Senyum bahagia saat ijab kabu;

Sungkeman

Sungkeman

Berfoto dengan para bridesmaid tidak boleh dilewatkan

Berfoto dengan para bridesmaid tidak boleh dilewatkan

Iringan menuju pelaminan

Iringan menuju pelaminan

Foto bersama kedua orangtua

Foto bersama kedua orangtua

Anjani menari Tari Pagar Pengantin

Anjani menari Tari Pagar Pengantin

souvenir

souvenir

Para penari di hadapan Anjani dan Berman

Para penari di hadapan Anjani dan Berman

Dunia kampus seakan menjadi tempat yang tidak pernah kehabisan cerita cinta. Rasa itu bisa datang kepada siapapun tanpa memandang siapa yang menjadi subjeknya, bisa saja terjadi antara senior pada junior atau antar sesama teman satu angkatan, seperti dialami Anjani dan Berman.

Kuliah di kampus dan kelas yang sama, Anjani dan Berman tidak saling menaruh hati pada awalnya. Sering kali mendapat tugas bersama yang akhirnya perlahan mengubah perasaan keduanya. Diawali dengan sama-sama terlibat kerja kelompok dalam menyelesaikan tugas kuliah, Anjani dan Berman pun mulai merasa sesuatu yang berbeda. Hingga akhirnya terjalin hubungan diantara keduanya.

Melewati masa kuliah pun terasa semakin mudah dan lebih semangat dengan adanya pasangan yang mendampingi. Waktu terus berlalu mengantarkan Anjani dan Berman pada hari kelulusan yang berlanjut pada kesibukan bekerja. Hingga suatu hari, keduanya merasa telah mantap untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius, pernikahan.

Dalam mewujudkan pernikahan impiannya, Anjani menjalani setiap prosesnya dengan langkah ringan, tanpa merasa terbebani. Semua pun dilewatinya dengan menyenangkan. “Seruuu! Walaupun banyak perbedaan pendapat tapi justru itu tantangannya dan kami benar-benar diskusi dengan semua vendor hanya berdua. Tapi kami juga tetap melibatkan pendapat dari keluarga. Dan setelah kami menentukan memilih Menara Mandiri sebagai tempat menyelenggarakan pernikahan, kami juga dipermudah untuk memilih vendor lainnya berkat bantuan IKK Wedding Team Organizer," ungkap Anjani yang bersyukur persiapan yang dilalui mendapat banyak kemudahan.

Berasal dari dua suku yang berbeda, Anjani berdarah Minang sedangkna Berman dari Palembang, membuat keduanya memutuskan untuk mengaplikasikan kedua adat tersebut pada pernikahan mereka, dalam kesempatan yang berbeda. Akad nikah digelar dalam adat Minang sementara resepsi mengusung adat Palembang. Kedua pihak keluarga pun gembira dengan pembagian ini karena keduanya sama-sama merasa terwakili.

Diadakan di venue yang sama, akad berlangsung dengan tema warna putih, dimana Anjani mengenakan kebaya putih yang begitu serasi dengan sunting berwarna silver. Atmosfir berbeda hadir saat resepsi yang mengusung nuansa gold atau keemasan sebagai warna kebanggaan adat Sumatera. Dominasi keemasan pun mewarnai dekorasi resepsi adat Palembang juga busana yang dikenakan kedua pengantin.

BACK
TO TOP