Real Wedding

Pancaran Pernikahan Sunda Modern

ATHIEQAH ASY-SYAHIDAH DAN EMYR GIOVANNI - 08 OKTOBER 2016
by  1204Color:

Sahabat Tiqa sudah berkali-kali membujuknya untuk mencoba berkenalan dengan seseorang yang kebetulan teman sekantor suaminya. Tetapi Tiqa berkali-kali pula menolaknya karena sedang tidak minat menjalin hubungan dengan siapapun.

Dekorasi di pintu masuk yang berkilau dari dedaunan berwarna keemasan

Cantiknya dekorasi dengan tatanan hanging flower

Backdrop yang mewah dengan paduan bunga-bunga

Sungkeman

Dekorasi meja

Emyr dan Tiqa

Tiqa diapit para saudara laki-lakinya

Bersama kedua pihak orang tua, Tiqa dan Emyr menjalani salah satu ritual

Dimake-up Upan Duvan, Tiqa makin cantik

Gaun pengantin rancangan Biyan

Kemilau dari sepatu penikahan Tiqa

Serasi!

Tiqa dan Emyr dengan latar backdrop dengan palet putih campur pastel lembut

Sahabat Tiqa sudah berkali-kali membujuknya untuk mencoba berkenalan dengan seseorang yang kebetulan teman sekantor suaminya. Tetapi Tiqa berkali-kali pula menolaknya karena sedang tidak minat menjalin hubungan dengan siapapun. Sampai pada suatu waktu bujukan sahabatnya berhasil mengubah pendiriannya.

Di sisi lain, Emyr sudah langsung tertarik pada Tiqa sejak pertama kali melihat foto yang diperlihatkan teman kantornya (suami sahabatnya Tiqa), dan mulai mencari tahu latar belakang Tiqa yang semakin membuatnya yakin untuk minta dipertemukan dengan Tiqa. Rencana pertemuan pun diatur di sebuah cafe bilangan Jakarta Selatan. Emyr orang yang paling ingin dipertemukan justru tidak banyak bicara, lain halnya dengan Tiqa yang banyak bicara menujukkan sikap bahwa pertemuan malam itu meninggalkan kesan berarti baginya.

Percaya ini merupakan jalan dari Tuhan, Tiqa merasa hubungan yang dibangun dengan Emyr semenjak malam itu terasa lancar. Tiqa pun menemukan sosok pria yang selama ini dicari ada pada Emyr. Termasuk sikap keseriusan untuk menikahinya dan sifat Emyr yang begitu peduli pada keluarga yang meyakinkan bahwa Emyr dapat menjadi imam sekaligus kepala keluarga yang akan menyayangi keluarganya maupun keluarga besar Tiqa. Hal itu juga yang membuat orangtua Tiqa memberi restu pada Emyr untuk meminang Tiqa.

Antara hari pertunangan hingga hari pernikahan, hanya berjarak delapan bulan sekaligus merupakan jeda waktu relatif singkat untuk mempersiapkan pernikahan. Namun Tiqa beruntung Emyr menjadi partner yang baik yang tidak menyerahkan begitu saja segala urusan persiapan. Selama lima bulan awal, Emyr selalu meluangkan waktu menemani Tiqa ke pameran pernikahan hingga meeting dengan vendor. Dan tiga bulan sisanya, wedding organizer yang mengambil alih mengontrol persiapan terkait mengingatkan pembayaran, mengumpulkan meeting keluarga, membuat rundown dan akhirnya sebagai eksekutor di hari-H agar berjalan lancar.

Alhamdulillah hari pernikahan berjalan lancar sesuai rencana. Pernikahan yang mengusung tradisional Sunda pada akad diiringi dengan serangkaian prosesi yang cukup lengkap, mulai dari sawer, meuleum harupat, nincak endog, meupeuskeun kendi (memecahkan kendi), dan huap lingkung. Dari upacara akad yang berwarna putih-putih berganti warna pada malam resepsi yang bertema warna gold champagne dengan bunga warna pastel yang menghadirkan kesan elegan.

Go to top