Real Wedding

Pesta Rakyat Jawa di Sasono Utomo

WINDY NATRIAVI & RADITYA WIBOWO - 24 JULI 2016
by  613Color:

Cinta bisa hadir dimana pun dengan cara bagaimana pun. Pada Dito dan Windy, cinta yang hadir berawal dari kekaguman akan kinerja dan kemampuan masing-masing.

Ngunjuk rujak degan

Balangan gantal, prosesi lempar sirih

Windy dan Dito

Menabur bunga untuk siraman

Salah satu tarian Jawa

Perlengkapan untuk prosesi tanam rikmo

Perlengkapan siraman

Windy melakukan prosesi siraman

Berfoto dengan keluarga

Sudut dekorasi yang juga khas Jawa

Pelaminan didesain yang terinspirasi dari rumah limas

Bekerja di perusahaan yang sama membuat Windy Natriavi (Windy) dan Raditya Wibowo (Dito) berkesempatan untuk dipertemukan dalam salah satu proyek. Terjun langsung menangani proyek tersebut membuat kecakapan keduanya terlihat, hingga menimbulkan kekaguman di hati keduanya akan kinerja partner mereka. Rasa kagum ini pun kemudian berkembang, manumbuhkan benih-benih cinta dalam hati Windy dan Dito.

Sempat berpindah kerja ke perusahaan yang lain, jalinan cinta Windy dan Dito tetap terjaga. Sambil tetap menjaga profesionalitas di tempat kerja tentunya. Masa-masa indah pun mereka lewati selama 2,5 tahun, hingga akhirnya keduanya memutuskan untuk beranjak ke jenjang yang lebih tinggi, membawa jalinan cinta ke dalam ikatan pernikahan.

Tema pernikahan yang diusung merupakan kesatuan dari dua pribadi, Windy yang menyukai tradisi dan Dito yang menyukai suasana hangat yang intim. Sehingga tercipta pernikahan berkonsep Tradisional Jawa yang hangat melalui tema “Pesta Rakyat Jawa”. Warung-warung dan aneka jajanan pasar yang merakyat pun turut hadir memeriahkan suasana pesta rakyat.

Mengenakan busana adat Jawa Paes Ageng, keduanya tampak begitu serasi berjalan menyusuri ruang Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah. Rumah Joglo dengan ukiran kayu cantik diterangi lampu-lampu gantung yang begitu antik menjadi latar pelaminan. Nuansa Jawa yang kental hadir tak hanya dari dekorasi tetapi juga prosesi adat yang dilakukan mulai dari sebelum pernikahan (prosesi pemasangan bleketepe, siraman) sampai dengan rangkaian prosesi panggih setelah pernikahan seperti wijikan dan sungkeman.

Go to top