Rustic Glam Theme For Ivan & Prajna's Wedding At Villa Karang Putih

IVAN DAVIN LIE & PRAJNASARI CHANDRA - 20 MEI 2017
| 1841

Pada sebuah acara makan malam, salah seorang teman mengenalkan Prajna kepada Ivan. Kesan pertama yang dirasakan oleh Ivan adalah bahwa Prajna tertutup, sombong dan jaim. Setelah sering bertemu, Ivan baru menyadari bahwa Prajna memiliki kepribadian yang baik dan supel.

WHEN WE FIRST MET
Pada sebuah acara makan malam, salah seorang teman mengenalkan Prajna kepada Ivan. Kesan pertama yang dirasakan oleh Ivan adalah bahwa Prajna tertutup, sombong dan jaim. Setelah sering bertemu, Ivan baru menyadari bahwa Prajna memiliki kepribadian yang baik dan supel. Memiliki perbedaan umur 10 tahun, membuat sebagian teman-teman ragu ketika Ivan dan Prajna mulai berpacaran. Namun, seiring berjalannya waktu, melihat Ivan dan Prajna semakin lama semakin cocok dan memiliki hubungan yang mantap, teman-teman yang tadinya ragu akhirnya ikut memberi dukungan. Sikap Ivan yang sangat sabar dan bisa membimbing Prajna menjadi orang yang lebih baik, membuat Prajna yakin bahwa Ivan lah pasangan yang terbaik untuk sisa hidupnya. Sedangkan Ivan jatuh hati kepada kepribadian Prajna yang perhatian, baik dan humoris. Ivan dan Prajna pun memiliki hobi yang sama, yaitu traveling, diving dan penggemar kopi. Keduanya menjalin hubungan selama lima tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.

THE ROMANTIC PROPOSAL
Prajna yang mengira akan dilamar Ivan saat tengah berlibur di Jepang, harus kecewa saat tak terjadi apa-apa di sana. Tidak lama setelah pulang berlibur, Ivan mengajak Prajna makan malam untuk merayakan hari jadi bulanan mereka di salah satu restoran di Jakarta. Saat itu mereka sudah hampir 4 tahun berpacaran. Ketika makan malam selesai, dan Prajna bersiap-siap untuk pergi ke tempat lain lagi, Ivan masih belum juga ingin beranjak. Sampai akhirnya ada seorang waiter yang datang membawakan sepiring dessert yang bertuliskan “Will you marry me?” di atasnya. Ivan pun mengungkapkan pertanyaan tersebut sambil mengeluarkan cincin, dan langsung dijawab “Yes, I do.” oleh Prajna.

THE WEDDING THEME
Ivan dan Prajna memilih tema rustic glam yang didominasi oleh warna cokelat, warna kesukaan mereka berdua. Sedangkan Bali dipilih sebagai lokasi pernikahan mereka, karena Ivan dan Prajna sering berlibur dan berpacaran di Bali, sehingga Pulau Dewata merupakan tempat yang spesial untuk mereka. Walaupun pada awalnya sempat bingung bagaimana mengurus persiapan pernikahan yang berlokasi di luar Jakarta, namun berkat bantuan Dian dari Varawedding, pesta impian Ivan dan Prajna akhirnya bisa terwujud.

THE WEDDING PREPARATION
Selama satu tahun tiga bulan, Ivan dan Prajna cukup sibuk mempersiapkan pesta pernikahan mereka karena harus bolak-balik Jakarta dan Bali untuk mencari venue dan bertemu vendor. Dari awal, Ivan dan Prajna menginginkan lokasi pernikahan di atas tebing. Namun ternyata sangat sulit untuk mendapatkan lokasi yang sesuai untuk menyelenggarakan cliff wedding, tapi juga dapat menampung 300 orang. Sampai akhirnya Ivan dan Prajna mengunjungi Villa Karang Putih. Mereka langsung jatuh cinta dengan tempat tersebut dan tidak butuh waktu lama untuk menetapkan Villa Karang Putih sebagai lokasi pesta pernikahan mereka. Mempersiapkan pesta pernikahan yang berlokasi di luar kota sekaligus juga membangun rumah, membuat Prajna tidak terhindar dari rasa lelah dan stress. Namun Ivan dengan sabar selalu mengingatkan Prajna bahwa pernikahan hanya terjadi seumur hidup sekali, jadi harus dinikmati setiap prosesnya.

THE BEST MOMENT
Ivan dan Prajna tidak akan pernah bisa melupakan momen ketika mereka mengucapkan janji suci kepada satu sama lain di hadapan Romo dan para tamu yang hadir. Keduanya merasa sangat terharu dan juga menganggap momen tersebut sangat romantis.

BACK
TO TOP