Sejuta Cinta Bersemi Dalam Nuansa Adat Batak Karo dan Toba

DHEA MARTHA JOHANA LUMBANTORUAN (DHEA) & YUDHISON RIANTA TARIGAN (YUDHISON) - 24 APRIL 2015
 by | 12121

Dua teman yang tengah menjalani proses pendekatan, menjadi malaikat yang mempertemukan Dhea dan Yudison. Meski hubungan yang terjalin antara kedua teman tersebut harus terputus di tengah jalan, hubungan Dhea dan Yudison justru berjalan dengan lebih baik. Chemistry di antara keduanya begitu kuat terasa, menghadirkan menit demi menit yang begitu indah dari sebuah kisah cinta sepasang anak manusia.

Keduanya Berjalan Menuju Pelaminan Diringi Pedang Pora

Mengucap Janji di Depan Altar

Keduanya Menikah dengan Gaya Militer Pedang Pora

Mangulosi, Upacara Adat Batak Toba

Serasinya Dhea dan Yudison Mengenakan Busana Adat Karo

Sepasang Siluet Milik Dhea dan Yudison

Gaun Pengantin yang Dikenakan Pada Resepsi

Dekorasi Megah dengan Pelaminan Rumah Adat Batak

Dhea dan Yudison Berjalan Menuju Altar

Dekorasi Gereja yang Simpel

Sebuket Bunga Tangan Berwarna Pastel Lembut

Dua teman yang tengah menjalani proses pendekatan, menjadi malaikat yang mempertemukan Dhea dan Yudison. Meski hubungan yang terjalin antara kedua teman tersebut harus terputus di tengah jalan, hubungan Dhea dan Yudison justru berjalan dengan lebih baik. Chemistry di antara keduanya begitu kuat terasa, menghadirkan menit demi menit yang begitu indah dari sebuah kisah cinta sepasang anak manusia. 

Namun sayang, jalinan yang begitu kuat harus diuji sebelum mereka menapakkan kaki lebih jauh lagi menuju pelaminan. Setelah 2,5 tahun hubungan berjalan, Yudhison ditugaskan ke Lebanon, Timur Tengah, sebagai United Nation Peace Keeper. Sebuah tugas Negara yang harus dijalankan, yang datang tepat di tengah persiapan pernikahan. Apa hendak dikata, hampir seluruh persiapan pun dikerjakan oleh Dhea. Dibantu oleh pihak keluarga tentunya. 

Keikhlasan dalam mengerjakan segala sesuatu akan berbuah manis pada akhirnya. Dhea percaya akan hal ini. Dan terbukti, pemberkatan yang diadakan di Gereja GKI Gunung Sahari berjalan lancar. Begitupun dengan pernikahan yang digelar secara adat pada hari yang sama, semua dapat dilalui dengan baik. Adat Batak Toba sebagai daerah asal pihak keluarga Dhea, diusung dalam keseluruhan acara. Namun untuk menghormati pihak keluarga Yudhison yang berasal dari Batak Karo, maka busana pengantin Batak Karo pun dikenakan oleh kedua pengantin di awal acara.

Nuansa merah keemasan mendominasi Gedung Mulia & Raja, tempat dilangsungkannya pernikahan adat. Dua paduan warna yang juga menjadi pilihan Dhea untuk diusung di hari istimewanya. Menjadikan warna dekorasi berpatu utuh, menghadirkan nuansa modern yang elegan. Dua hari berselang, resepsi dengan tema warna yang lebih lembut, pink dan putih, digelar di Panti Prajurit Balai Sudirman. Resepsi pernikahan bergaya militer dengan warna hijau yang begitu khas, hadir dalam nuansa yang lebih romantis dengan padanan pink dan putih.



BACK
TO TOP

Klik "Ya" Untuk Mendapatkan Update Promo Terbaru Dari Weddingku!