Real Wedding

Elegi Kasih Dalam Naungan Tradisi Jawa - Bugis

ANNISSA FALAAH (NISSA) DAN PAMBUDI HANANTYO SULAKSONO (IPAM) - 24 JULI 2016
by  201Color:

Bila cinta menyapa, ikutilah dia. Meski terkadang jalannya terjal dan penuh liku. Sepenggal puisi karya Khalil Gibran ini mungkin dapat menggambarkan sedikit kisah cinta Annissa Fallah (Nissa) dan Pambudi Hanantyo Sulaksono (Ipam).

Siraman Nissa

Siraman Ipam

Ipam menerima seserahan pada acara jonggolan

Kacar kucur

Nissa dan Ipam berbusana putih adat Jawa pada akad nikah

Ekspresi bahagia Ipam dan Nissa

Iring-iringan keluarga

Gerak liku para penari Bugis

Perjalanan panjang kisah kasih mereka dimulai ketika keduanya masih duduk di bangku SMA. Dua tahun menjalin kasih, sempat terputus di tahun pertama kuliah. Bahkan Nissa sempat menjalin hubungan dengan pria lain, hingga akhirnya tiga tahun kemudian hati mereka kembali tertaut. Dimulai dengan sapaan iseng Ipam via MSN Messenger yang berlangsung semalaman, rasa lama yang sempat pudar pun bersemi kembali. September 2009 menjadi titik awal tali kasih yang kembali terajut. Meski diterpa berbagai cobaan, hubungan itu tetap terjalin, rasa saling percaya menjadi kunci utama. Hingga akhirnya Januari 2016, Ipam menghadap orang tua Nissa, dan tujuh bulan kemudian janji suci itupun terucap.

Sibuk dengan pekerjaan masing-masing membuat Nissa dan Ipam tak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan pernikahan. Beruntung kedua pihak orang tua serta kerabat dekat mau meluangkan waktu, dengan tim wedding organizer sebagai koordinator. Berniat melestarikan budaya, Nissa dan Ipam yang memiliki darah Jawa memilih adat Jawa untuk siraman, panggih, dan akad nikah, serta adat Bugis untuk resepsi, untuk menghormati daerah asal papa Nissa.

Hari bahagia itupun menjelang. Nuansa kuning hijau mewarnai suasana siraman, membawa keceriaan, kesegaran, dan semangat dalam menyambut hari istimewa. Esok hari, atmosfir akad nikah yang sakral pun tercipta dengan dominasi warna putih, pada dekorasi juga busana, melambangkan niat suci Nissa dan Ipam dalam mengarungi lembaran baru kehidupan.

Dan akhirnya, perayaan cinta yang digelar keesokan hari di Putri Duyung Ancol menjadi hari yang benar-benar istimewa bagi Nissa dan Ipam. Sedikit keluar dari kebiasaan, busana adat Bugis dalam warna krem off white membalut kedua mempelai, dilengkapi aksesori adat bernuansa keemasan. Meski biasanya pengantin adat Bugis mengenakan warna-warna cerah, namun gebrakan Nissa dan Ipam justru mengundang kekaguman dari para tamu. Keduanya terlihat begitu elegan di tengah dekorasi yang juga bernuansa putih keemasan serta bunga warna-warni.

Go to top