Keagungan Keraton Solo ala Ajeng & Jodi di The Dharmawangsa, Jakarta

JODI & AJENG - 08 MARET 2015
| 1937

Pasukan Keraton Kasunanan Surakarta terlihat berbaris di halaman, untuk kemudian berjaga-jaga di sekitar gedung, tampat dilaksanakannya pesta pernikahan. Mereka terlihat gagah berani dalam balutan pakaian kebesaran pasukan kerajaan yang unik dan megah. Rombongan pengantin yang datang pun mereka kawal hingga masuk ke dalam gedung, untuk kemudian kembali berjaga di depan.

Pasukan Keraton Kasunanan Surakarta terlihat berbaris di halaman, untuk kemudian berjaga-jaga di sekitar gedung, tampat dilaksanakannya pesta pernikahan. Mereka terlihat gagah berani dalam balutan pakaian kebesaran pasukan kerajaan yang unik dan megah. Rombongan pengantin yang datang pun mereka kawal hingga masuk ke dalam gedung, untuk kemudian kembali berjaga di depan.

Bila mengira pernikahan ini dilangsungkan di dalam Keraton Surakarta, maka Anda terkecoh. Pesta pernikahan Ajeng dan Jodi yang digelar di The Dharmawangsa Hotel ini memang begitu anggun dan megah, sehingga wajar bila mereka yang datang merasa tengah berada di dalam lingkungan keraton. Cucu dari BRA Mooryati Sudibyo ini memang sengaja mengangkat tradisi secara keseluruhan dalam pesta pernikahannya. 

Sekian tahun tinggal di negeri Kangguru dalam rangka menamatkan studi, tak membuat Ajeng dan Jodi lalu meninggalkan akar budaya. Setelah berkenalan sekitar tahun 2005, Ajeng dan Jodi yang sama –sama kuliah di Curtin University, Australia, mulai menjalin hubungan serius pada Maret 2007. Kesamaan minat pada berbagai hal seperti travelling juga kuliner semakin mendekatkan keduanya, hingga akhirnya memutuskan untuk  mengikat hubungan yang terjalin ke dalam sebuah tali suci pernikahan. Setelah lamaran Jodi diterima, restu dari kedua pasang orang tua pun telah didapat, maka persiapan pernikahan pun dimulai. 

Seperti tak ingin meninggalkan satu tradisi pun, setiap prosesi  digelar mulai dari pemasangan bleketepe, siraman, dodol dhawet, hingga midodareni. Rangkaian ritual panggih seperti balangan gantal, wiji dadi, sindur binayang, dan lainnya yang menjadi puncak acara pernikahan adat Jawa pun digelar setelah pelaksanaan akad nikah. 

Berjalan beriringan memasuki ruang resepsi dalam balutan busana pengantin Solo Basahan, Ajeng dan Jodi terlihat begitu anggun dan gagah, senada dengan dekorasi yang dirancang sesuai dengan Keraton Kasunanan Surakarta. 


BACK
TO TOP