Real Wedding

Classic Theme With Elegant Colors For Garry & Nathalie's Wedding At Alila Villas Soori, Bali

GARRY HADIWIBOWO & NATHALIE AGLAJA SCHNEIDER - 06 AGUSTUS 2016
by  344Color:

Garry dan Nathalie bertemu di sebuah bar paling nge-tren di Central London. Sabtu malam pertama di musim semi yang hangat. Nathalie tak akan bisa melupakan malam berkesan itu.

Simple White Wedding Invitation

Tea Pai Procession

Solemn Wedding Ceremony

Romantic Nuance at Alila Villa Soori

I Was Made for Loving You

Cutting The Cake

Pretty Gifts for Bridesmaids

Balinese Dancer

Greenery Hand Bouquets

The Groom is Coming

Beautiful Blossoms

Elegant Wedding Stationery

Groom`s Brown Oxford Shoes

Lovely White Flowers Details

Groom`s Essential

White Decoration Detail

Handsome Groom & Bestmen

Rustic Hanging Photo Display

Yeay! We`re Officially Married

How We Met Garry dan Nathalie bertemu di sebuah bar paling nge-tren di Central London. Sabtu malam pertama di musim semi yang hangat. Nathalie tak akan bisa melupakan malam berkesan itu. Ia sedang duduk sendirian ketika Garry menghampiri dan mengajaknya berkenalan. Usai pertemuan itu, Nathalie tak berharap banyak mengingat dalam 2 bulan ke depan ia akan menyelesaikan pendidikannya di Inggris dan segera pindah ke China untuk bekerja. Jadi, ia sangat tidak menduga ketika esok harinya ia mendapat telepon dari Garry, yang mengajaknya makan malam. Pertemuan pertama berlanjut ke pertemuan kedua, ketiga dan seterusnya. Bersama Garry, Nathalie merasakan bahagia yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Di matanya, Garry adalah pria lembut yang memperlakukannya dengan respek, pengertian, dan mampu memunculkan semua sisi terbaik dari diri Nathalie. Bagi Garry, Nathalie adalah wanita paling cantik, paling cerdas, dan paling mandiri yang pernah ia temui. Pendeknya, meski berasal dari budaya yang berbeda, Garry dan Nathalie saling melengkapi dan mengisi segala kekurangan yang mereka masing-masing miliki.

The Wedding Proposal Nathalie tak bisa membayangkan pinangan yang lebih romantis dari yang telah dilakukan Garry. Hari itu, mereka tengah menikmati pemandangan indah di atas gondola, menyusuri Grand Canal, di Venice ketika Garry meminta kesediaan Nathalie menjadi pasangan hidupnya. Tepat di bawah Bridge of Sights, Nathalie mengatakan kesediaanya dan mereka pun berciuman. Konon, masyarakat di sana percaya, pasangan yang berciuman tepat di bawah Bridge of Sights akan memiliki cinta abadi.

The Wedding Preparation Mereka memerlukan waktu 12 bulan untuk mempersiapkan semuanya. Dimulai dengan memilih tempat pesta di Pulau Bali sebelum memesannya. Karena Bali merupakan destinasi pernikahan yang sangat disukai, serta perbedaan waktu dan tempat tinggal mereka dengan beberapa vendor, Nathalie dan Garry harus banyak melakukan sambungan telepon di pagi hari untuk membicarakan detail persiapan pesta pernikahan mereka. Hal yang amat membantu adalah wedding planner dari Alila Soori dan wedding planner dari Garry dan Nathalie yang bekerja dengan sangat profesional, membuat semua persiapan berjalan lebih mudah dan lancar. Adalah hal yang wajar ketika pasangan calon pengantin mengalami stres dan merasa tertekan selama mempersiapkan pesta pernikahan mereka. Kala itu terjadi, Garry dan Nathalie saling mengingatkan bahwa jerih payah dan segala kesulitan yang harus mereka lewati akan terbayar ketika orang-orang yang mereka cintai, yang berasal dari 3 benua dan lebih dari 10 negara berbeda dapat hadir di hari bahagia mereka. Namun saat masalah dirasa terlalu berat, mereka berdua akan melampiaskan stres dengan berolahraga.

The Wedding Theme Tema pesta pernikahan mereka adalah klasik, dengan perpaduan warna-warna alami yang elegan seperti blush pink, putih, dan hijau, disesuaikan dengan venue panorama tempat pesta akan berlangsung yaitu laut biru, pasir hitam, dan hamparan rumput hijau . Nathalie dan Garry ingin agar warna-warna pilihan mereka tidak akan menyaingi keindahan alam itu.

The Wedding Items Untuk menyesuaikan dengan suasana pantai yang hangat, Garry memilih jas dengan warna abu-abu muda dan dasi merah muda, menyesuaikan dengan buket tangan dan tema warna gaun para pengiring pengantin. Dibutuhkan waktu 3 bulan untuk mempersiapkan jas pengantin Garry. Nathalie tampil dengan 3 gaun berbeda. Gaun pertama adalah gaun panjang berwarna merah dengan potongan kerah China yang dia kenakan di acara tea ceremony. Gaun kedua berwarna putih dengan model terbuka di bagian belakang. Modelnya yang klasik dan elegan ini ia kenakan saat upacara pernikahan dan resepsi. Gaun ketiga, ia pilih dari David’s Bridal untuk first dance dan acara after party.

The Wedding Day Garry dan Nathalie menikmati setiap momen, setiap bagian dari upacara dan pesta pernikahan mereka. Lokasi pesta, panorama alam, cuaca yang bersahabat, serta kehadiran orang-orang tercinta di hari bahagia itu menjadi kenangan paling indah buat Garry dan Nathalie. Momen istimewa lain yang tak kalah membahagiakan adalah dansa pertama mereka sebagai pasangan suami istri. Selama beberapa minggu, Nathalie dan Garry berlatih dipandu oleh koreografer, yang merancang dansa itu untuk mereka berdua. Dan adalah sebuah kebanggaan mampu membawakannya dengan baik di hadapan para tamu undangan.

Best Moments Bagi Garry, momen kala melihat Nathalie berjalan menuju ke arahnya adalah momen terindah. Ia merasa bersyukur dapat memiliki Nathalie sebagai pasangan hidupnya. Sedangkan untuk Nathalie, ketika ia bisa berduaan saja dengan Garry di bagian puncak peninsula, memandang samudra di hadapan mereka adalah momen terindah. Kehadiran seorang fotografer yang mengabadikan mereka berdua, nyatanya tak mampu menghentikan aura magis yang mereka rasakan.

F & B Balinese Indonesian Barbeque.

Teks Fannya G Alamanda

Go to top