message

Nuansa Pernikahan Sunda Klasik di UOB Plaza

KESHIA AMANDA IBRAHIM DAN FADHIL PRASETIO RACHMADI - 28 AGUSTUS 2016
| 1298

Meski terpisahkan oleh jarak, cinta sejati akan terus tumbuh dan bersemi, menghiasi relung hati Keshia dan Fadhil, dua insan yang dilanda asmara.

Meleum harupat

Meleum harupat

Khidmatnya suasana akad

Khidmatnya suasana akad

Bahagianya tunjukan buku nikah

Bahagianya tunjukan buku nikah

Pelaminan kecokelatan dengan bunga kaya warna

Pelaminan kecokelatan dengan bunga kaya warna

Payung khas Tasikmalaya ikut menyemarakan dekorasi

Payung khas Tasikmalaya ikut menyemarakan dekorasi

Keshia dan Fadhil

Keshia dan Fadhil

Salh satu tarian Sunda

Salh satu tarian Sunda

Prosesi memasuki ruang resepsi

Prosesi memasuki ruang resepsi

Dekorasi berwarna penuh bunga

Dekorasi berwarna penuh bunga

Meski terpisahkan oleh jarak, cinta sejati akan terus tumbuh dan bersemi, menghiasi relung hati Keshia dan Fadhil, dua insan yang dilanda asmara.

Kali pertama bertemu, Keshia dan Fadhil diperkenalkan oleh teman-teman kuliah Keshia yang ternyata merupakan teman-teman Fadhil semasa SMA. Sempat lost contact beberapa bulan, Fadhil yang kala itu bekerja di Papua tiba-tiba menghubungi Keshia melalui salah satu media sosial, LINE. Komunikasi yang intens terus berlanjut hingga saat Fadhil kembali berkunjung ke Jakarta. Hingga akhirnya, April 2015 menjadi sejarah saat di tengah kemacetan Jakarta, Fadhil mengajak Keshia untuk menjalin hubungan. Satu tahun menjalin hubungan jarak jauh, keduanya akhirnya sepakat membawa rajutan tali kasih mereka ke jenjang pernikahan. Kemandirian Fadhil memikat hati Keisha, sementara Keisha yang pengertian, terutama dengan pekerjaan yang mengharuskan mereka berjauhan, telah berhasil memesona Fadhil.

Mempersiapkan pernikahan sementara pasangan calon pengantin sama-sama bekerja, terlebih sang pria bekerja nun jauh disana, tentu merupakan tantangan tersendiri. Karenanya mereka memutuskan menggunakan jasa wedding organizer. Ditambah lagi, ini adalah pernikahan pertama bagi kedua pihak keluarga, karena Fadhil anak tertua, dan Keshia anak tunggal.

Meski menginginkan pernikahan yang simpel, namun Keshia tetap ingin menampilkan tradisi. Maka tema Sunda Klasik pun ia angkat, dengan melangsungkan prosesi Siraman. Suasana sakral hadir pada upacara akad nikah di mana pasangan pengantin berbalut busana off white. Sementara saat resepsi, berbalut kebaya navy blue berhias siger di kepala, bersanding dengan Fadhil dalam beskap warna senada, terlihat begitu elegan, kontras dengan dekorasi bernuansa lembut. Kehadiran payung-payung Tasikmalaya yang terselip di antara dedaunan, berhasil memperindah juga menegaskan dekorasi bernuansa Sunda.

BACK
TO TOP