Pernikahan Virtual Unik Deba dan Akmal Antara Jakarta dan Sydney di Gran Mahakam Hotel

DEBA AND AKMAL - 22 MEI 2021
| 574

Pernahkah Anda membayangkan menikah secara virtual di masa pandemi dan dalam keadaan lockdown di negara sang mempelai pria? Teknologi membantu Deba di Jakarta dan Akmal di Sydney, Australia untuk bisa mengucapkan janji setia lewat Ijab Qobul di dua negara berbeda tanpa menghilangkan kesakralan suasana pernikahan yang penuh kebahagiaan dan haru di antara mereka, keluarga, dan tamu yang menyaksikannya. "Pernikahan kami memang unik" Deba membuka pembicaraan. "Kami tetap melangsungkan Ijab Qobul dengan diwakilkan oleh ayah dari mempelai pria dan tetap disaksikan dari Sydney, Australia lewat Zoom," lanjutnya lagi membuka awal pembicaraan ini.

Pernikahan virtual Deba dan Akmal yang unik di ballroom Hotel Gran Mahakam menjadi puncak dari hubungan mereka yang diawali dari awal pertemuan mereka yang tidak terduga di acara keluarga dua tahun lalu. Yuk, kita ikuti bagaimana cerita Deba dan Akmal yang menarik dan penuh inspirasi.

Awal Pertemuan Deba dan Akmal

“Cerita awalnya sangat tidak terduga-duga sih,” jelas Deba. Deba bertemu dengan Akmal di acara keluarga pada tanggal 17 Agustus 2019 di lokasi coffee shop sepupu Deba. Kebetulan Akmal juga sedang berada di sana hari itu. “Akmal tinggal dan bekerja di Australia, dan pas hari itu dia mampir sebentar karena sudah akan terbang kembali ke Sydney malamnya. Lalu, karena ketemu, aku dikenalin sama sepupu aku dan hebohlah satu keluarga yang menyuruh kami untuk berkenalan dan tukar-tukaran nomer handphone! Terus ya sudah, akhirnya kita berkenalan dan jadi chatting-an,” cerita Deba sambil tertawa.

“PDKT kita itu LDR antara Jakarta dan Sydney selama beberapa bulan dan karena semakin intens akhirnya Akmal kembali ke Jakarta di bulan Oktober 2019,” jelasnya lagi. Selama kurang lebih sepuluh hari, Akmal dan Deba bertemu kembali di Jakarta untuk mengenal lebih dekat satu sama lainnya sampai akhirnya saat Akmal akan kembali lagi ke Australia, dia melamar Deba. “Jujur aku kaget karena prosesnya begitu cepat, waktu itu juga keluarga inti sudah bertemu jadi keluarga juga sudah saling mengenal.”

Why is he the one?

Yang membuat aku tahu he is the one adalah pas aku ketemu untuk pertama kalinya setelah pendeketan secara LDR. Aku langsung ngerasa klik dan yakin. Memang terkesan klise tapi saat ketemu aku merasa aku menjadi diri sendiri dan tanpa harus merubahnya. Aku pun nyaman untuk bercerita tentang diriku, kekuranganku, dan Alhamdulillah, dia sangat menerima. Dia pun juga bercerita tentang dirinya, dan memang kita memutuskan pacaran untuk lebih serius. Walaupun kita harus LDR namun kita mempunyai tujuan yaitu komitmen ingin menikah dan dia selalu bilang kalau jangan pernah berubah ya tetap selalu jadi diri kamu, karena itu alasan kenapa dia mau nikahin aku, katanya sih gitu… hahaha cieee…” Tutur Deba dengan serunya.

Persiapan Pernikahan Di Masa Pandemi

Setelah dilamar dan merencanakan pernikahan di bulan Juni 2020, Deba mulai mencari vendor-vendor pernikahan dibantu oleh keluarganya dan keluarga Akmal juga. Namun, setelah merencanakan dan deal dengan vendor, terjadilah pandemi yang tidak disangka-sangka. Australia pun menutup perbatasan negaranya. Akhirnya dari awalnya menikah di bulan Juni 2020 akhirnya diundur ke bulan September 2020 dengan harapan pandemi ini akan berlalu. Ternyata Covid-19 ini pun masih berlangsung dan Australia masih terus menutup perbatasannya. Singkat cerita dengan segala pertimbangan dan tergeraknya hati Akmal dan Deba, akhirnya mereka menetapkan untuk menikah di bulan Mei 2021.

“Akhirnya kita memutuskan untuk menikah secara diwakilkan karena tidak mau menunda-nunda kebaikan lagi. Sempat galau dan mencari informasi sana-sini, ngobrol sama kepala KUA dan ternyata memang bisa nikah secara diwakilkan di agama maupun KUA. Namun, harus mengikuti beberapa proses dan berkas-berkas harus lengkap. Akhirnya semua proses sudah dilakukan dan akad nikah pun berjalan secara sakral dan lancar. Alhamdulillah!” Dengan rasa bersyukur Deba menjelaskan persiapan pernikahannya dengan Akmal.

“Banyak banget lika- liku yang dihadapi karena Akmal di Australia dan aku yang harus mengurus persiapan pesta pernikahan di Indonesia, tapi selalu ada support dari Mamaku tersayang Momincess, dari Akmal, Maj (mamanya Akmal) dan juga keluarganya. Pilihan vendor sudah di tetapkan dari 2019 dan aku mengujungi banyak acara wedding exhibitions dengan ditemani sahabatku juga. Persiapan sudah dari 2019 memilih WO, make-up, décor dan venue, tapi karena pandemi kita harus menunda dan re-schedule acara. Alhamdulillah, semua vendor mengerti dan memperbolehkan untuk re-schedule.

Pemilihan vendor dilakukan secara liat dari website, cari di Instagram untuk meliha mana yang bagus, dan juga berkunjunga ke banyak wedding exhibitions saat itu,” jelas Deba.

Uniknya Acara Virtual Wedding di Hari-H

“Tentunya sangat amat excited sekaligus deg-degan!” Seru Deba. Dikarenakan Akmal akan hadir via Zoom kendala teknis menjadi hal yang dikawatirkan bagi kedua mempelai pengantin. Tapi, Alhamdulillah, semua berjalan lancar, keluarga kedua belah pihak juga dalam kondisi sehat semuanya, dan Deba pun bahagia karena setelah acara akad ada acara resepsi yang diikuti oleh semua bridesmaid-nya.

“Acara pernikahan aku dan Akmal sendiri sudah cukup unik karena harus diwakilkan nikahnya oleh Papa Akmal. Namun, Akmal juga merayakan akad di Sydney ditemani oleh sahabat-sahabatnya di sana!” Deba menutup cerita bahagianya dengan ceria.

Pesan dari Akmal dan Deba untuk Para Calon Pengantin Lainnya

Bagi calon pengantin yang sedang diuji karena pandemi covid-19 yang menyebabkan tidak bisa ketemu satu sama lain karena terpisah jarak yang jauh atau sedang lock down, kuncinya selalu sabar dan semangat terus yaa! Aku tahu walaupun semua ujian ini berat namun ternyata jarak tidak bisa menghalangi apabila keyakinan oleh pasangan dan kemampuan (seperti mental, finansial) untuk menikah sudah bisa terpenuhi. Walaupun harus di lakukan secara virtual percayalah pasti akan ada hikmah dibalik ini dan, Insya Allah, border segera dibuka sehingga bisa cepat bertemu.

Pesan untuk calon pengantin jangan pernah menunda kebaikan karena belum tentu ketika ditunda akan lebih baik dari sekarang. Nothing is more precious than being in the present moment.

BACK
TO TOP