Rock N' Roll Theme For Horasi And Lusi's Wedding In Pullman Jakarta Indonesia

AMBARA FEBRI HORASI & LUSIANA DARMAWAN - 20 DESEMBER 2014
| 165

Pertemuan keduanya terjadi secara kebetulan. Lusi tidak sengaja bertemu dengan temannya Ranni di sebuah pameran beasiswa pendidikan di Balai Kartini tahun 2008. Kebetulan Ranni dan Horasi sudah berkenalan di Balikpapan saat hendak menjajaki prospek bisnis dengan perusahaannya, ketika Horasi masih bekerja sebagai konsultan TI. Di hari itu dirinya memang sudah sepakat dengan Ranni untuk bertemu. Ranni ternyata mengajak Lusi juga untuk ikut makan siang bersama. Di situlah awal perkenalan mereka yang kemudian berlanjut dengan bermain bowling. Mereka semakin dekat setelah Horasi menambahkan Lusi sebagai temannya di Facebook.

Yes, But... Horasi sudah merencanakan akan melamar sang kekasih dengan mengajak Lusi makan malam bersama di sebuah restoran, merayakan hari jadi mereka yang ke-4 pada tanggal 20 November 2012. Sebelum merencakan makan malam, Horasi sudah membelikan cincin yang akan diberikan kepada Lusi. Saat makan malam Horasi memberikan cincin kepada Lusi sambil berkata “Will you marry me?” Ajakan mengarungi hidup bersama hingga mau memisahkan itu segera dijawab Lusi,“Yes, but.. ” dengan sederet daftar yang hanya diketahui oleh keduanya.

The Wedding Themes Horasi dan Lusi sepakat menamakan tema pesta pernikahan mereka dengan ”Don’t Stop Believin” dan dengan konsep pesta pernikahan yang bergaya ”ROCK ON”. Alasan keduanya mengambil konsep tersebut karena Horasi adalah seorang penggemar musik rock dan masih update dengan lagu-lagu rock terbaru. Lusi juga pelan-pelan menggemari musik ini setelah kerap mendengarkan acara Rock Weekend di Kiss FM setiap Sabtu dan diajak Horasi ke acara-acara musik live di beberapa tempat, salah satunya di BB’s. Musik rock bagi Horasi adalah musik yang jujur, musik dengan segala ketidaksempurnaannya, musik yang dinamis - kadang keras - kadang lembut, musik yang penuh variasi, musik yang punya penggemar khusus - niche - tidak mainstream. Musik yang pemainnya bebas, lepas, tanpa aturan kaku. Dirinya menginginkan agar perkawinan keduanya juga seperti demikian.

The Wedding Preparations Tantangan paling utama bagi Horasi dan Lusi adalah mempersiapakan dekorasi pesta pernikahan. (Baca juga: Wedding Florist & Decoration: How To Find The Right Vendor) Bagi keduanya, percuma bermimpi tentang konsep bila sang dekorator tidak mampu berpikir dan menjiwai konsep yang ada di kepala mereka. Setelah beberapa kali Astrid (Wedding Organizer) mengenalkan ke relasi dekorator, Horasi dan Lusi hampir sudah putus asa. Hingga akhirnya keduanya bertemu dengan Nova (Sentrabunga). Menurut Horasi dan Lusi, beliau passionate dan sangat termotivasi dengan konsep yang mereka inginkan. Musik adalah jiwa dari pesta mereka sehingga keduanya memilih untuk menggunakan live full band ketimbang akustik, cajon, bass betot, dan grand piano seperti layaknya pesta pernikahan.

The Wedding Ideas Kejutan pertama bagi para undangan adalah pada saat menerima kartu undangan yang dibuat oleh Junieke dari Vivante Card. Desain kartu undangan dibuat dengan mewujudkan mimpi keduanya yaitu berupa replika kaset analog bergambar tengkorak dan detail acara tertera di sampul kaset. Untuk suvenir, karena kecintaan keduanya akan kopi, Horisi dan Lusi meminta bantuan cafe kesayangan mereka, Tanamera untuk membuatkan special blend kopi yang siap diseduh serta teh cascara yang terbuat dari kulit buah kopi. Konsep pelaminan dibuat dengan 3 ”dewa” musik rock dalam dekade masing-masing tergambar saling berdampingan yaitu Jimi Hendrix (70s), Freddie Mercury (80s), dan Kurt Cobain (90s). Inspirasi Horisi dan Lusi berasal dari Hard Rock Cafe Jakarta ketika masih berada di gedung Sarinah, yaitu kaca patri dengan gambar Elvis Presley sebagai back drop raksasa di panggung mereka. Selanjutnya adalah rigging di pelaminan. Alat-alat musik dan piringan hitam sebagai dekorasi yang disewa khusus. Untuk boutonnière yang dikenakan Horasi berlambang lidah menjulur dari Rolling Stone, boutonnière ayah Horasi berlambang logo AC/DC sedangkan boutonniere untuk ayah Lusi bergambar logo KISS.. Dan yang terakhir adalah area galeri yang dilewati para tamu undangan saat mereka memasukiruangan utama. Di saat orang-orang lain berlomba-lomba untuk saling memunculkan foto dirinya dan pasangannya dengan berbagai pose manis dan romantis berlatar belakang kota-kota terkenal di dunia, Nova memasang foto personil Red Hot Chilli Pepper dan Nirvana serta lampu dengan tulisan R-O-C-K sebagai latar belakang.

Wedding Gown & Suits Horasi tidak banyak memilih dan mempercayakan semuanya kepada Agus Lim. Sedangkan Lusi ia mempercayakan gaun pengantinnya dirancang oleh Sisca yang berhasil menerjemahkan gaun impian Lusi ke dalam coretan desainnya.

The Best Moment Ketika acara pemberkatan pernikahan di gereja, Horisi dan Lusi merasa ada tekanan khusus saat membacakan janji perkawinan. Horisi bukanlah pribadi yang mudah tersentuh, tetapi di momen itu ia merasakan ada kekuatan lain yang membuat dirinya tersedak dan lebih bersungguh-sungguh dalam membacakan janji pernikahan.

BACK
TO TOP