5 Tugas Penting Bagi Calon Pengantin Jelang Pernikahan

Mempersiapkan pernikahan tanpa bantuan wedding organizer harus diakui cukup merepotkan, apalagi bila berencana mengundang sekitar 1000 tamu atau lebih. Calon pengantin pun harus bersiap membagi konsentrasinya pada masing-masing pos persiapan dengan teliti. Mengatur waktu untuk meeting dengan setiap vendor, pergi fitting gaun pengantin atau kebaya serta memeriksa kartu undangan yang kadang ada saja yang harus direvisi. Beberapa hal yang telah disebutkan itu merupakan sebagian tugas kecil yang harus dilakukan calon pengantin. Sisanya masih banyak lagi pekerjaan yang telah menanti untuk diperhatikan dengan detail tanpa ada yang terlewatkan.

Akan tetapi tanpa disadari kadang calon pengantin yang sudah kewalahan menangani seluruh persiapan sendiri, menemui akibat dari kelalaian yang ia lakukan, pada hari pernikahannya. Ada kesalahan yang bersifat fatal dan seharusnya masih dapat diminimalisir, seperti lima hal berikut ini yang paling sering disepelekan tetapi dapat merusak suasana jika sengaja dilupakan.

1. Melupakan Test Makeup
Banyak yang merasa keberatan mengeluarkan uang lebih untuk test makeup. Wajar karena harganya pun cukup lumayan, terlebih makeup artist yang dipilih sudah terkenal. Sekali melakukan test makeup harus menyiapkan hampir separuh harga makeup yang dibayar. Namun di balik rasa sayang mengeluarkan bujet lebih, dengan melakukannya hasil makeup yang kurang disukai dapat diperbaiki, agar pada hari-H hasil makeup yang didapat sesuai dengan keinginan. Selama test makeup berlangsung pun, calon pengantin dapat mengutarakan jenis riasan yang diinginkan, dan makeup artist pun dapat menjelaskan makeup yang pantas atau tidak sesuai bagi wajah calon pengantin.

2. Melewati Gladi Resik
Jarang dilakukan, gradi resik atau wedding rehearsal cukup penting peranannya untuk memproyeksi situasi pada hari pernikahan. Dalam gladi resik calon pengantin dapat memperkirakan dan mempertimbangkan apa saja mata acara yang harus dibatasi atau mata acara yang dapat diperpanjang. Semua tergantung saat gladi resik berlangsung, dengan begitu acara pernikahan dapat berjalan sesuai urutan dan waktu yang sudah direncanakan.

3. Menyepelekan Test Food
Makanan dalam resepsi pernikahan menjadi hal utama yang dikomentari para tamu, komentar buruk atau bagus tergantung dari pemilihan katering, cita rasa dan ragam menu yang dipilih. Menghidari komentar miring yang kurang mengenakkan, calon pengantin diharap tidak melupakan test food yang akan mempengaruhi dalam memilih menu makanan. Antara western food atau indonesian food, ditentukan dari tamu yang diundang apakah kebanyakan menyukai masakan barat atau tidak. Bijak memilih vendor katering dan menu makanan akan menambah nilai kepuasan tamu yang datang.

4. Periksa Ulang Playlist
Bagi yang menikah dengan bujet tipis, memutar musik tanpa performance band acoustic atau segala jenis wedding entertainment merupakan pilihan terakhir. Walau begitu memutarkan lagu dari playlist juga harus diperhatikan betul. Beberapa hari sebelum hari-H sebaiknya periksa ulang playlist untuk menghindari lagu-lagu sendu yang dapat mendatangkan suasana sedih di hari bahagia.

5. Melewatkan Fitting Final Baju Pengantin
Fitting busana terakhir idealnya dilakukan seminggu atau paling tidak dua minggu sebelum pernikahan. Namun akibat kesibukan calon pengantin yang padat, calon pengantin pun lupa melakukan fitting final atau memilih melakukan fitting jauh sebelum pernikahan. Awalnya mungkin terlihat sudah beres dan baik-baik saja, tetapi calon pengantin lupa bila selama sebulan berat tubuh dapat melonjak naik atau turun. Kejadian seperti inilah yang dapat merusak momen yang seharusnya dilewati dengan tenang menjadi terasa tidak tenang akibat baju yang kesempitan atau kebesaran. Nah, jadi ada baiknya meluangkan waktu semiggu atau dua minggu untuk fitting bila tak ingin baju pengantin Anda tidak pas di badan.

Foto: Dok. Istimewa

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP