6 Bulan Persiapkan Lamaran Demi Tanggal Cantik

Muhammad Ikhsan Rizkyanda yang biasa dipanggil Anda, melamar Jessica Sandakh (Jessica) pada tanggal 30 September 2017. Kenapa 30 September? “Karena Anda mengejar deadline dari ibuku ha..ha.. “ jawab Jessica.

Sejak awal menjalin hubungan, ibunda Jessica sudah menyambut Anda dengan baik, namun dengan satu syarat. “Ibuku kasih deadline ke Anda. ‘Sebelum 2017 gak dilamar, berarti gak serius ya?’," papar Jessica lagi.

Sebenarnya sebelum Anda menyampaikan lamaran, Jessica sudah menduganya. Karena sebulan sebelumnya Anda pernah bertanya out of nowhere, “Kamu suka cincin kayak gimana?” Hingga akhirnya lamaran tersebut resmi pun dilontarkan oleh Anda, tepatnya di Yawara Private Dining saat mereka sedang makan berdua. “Aku dulu pernah bilang, gak suka kalau dilamar di depan banyak orang, karena menurut aku proposal itu harus dirayain berdua aja. Dan Alhamdulillah diikuti,” Lamaran romantis dimana hanya ada mereka berdua seperti diharapkan Jessica pun terwujud.

Sementara lamaran resmi sendiri diadakan di rumah keluarga ibunda Jessica, dengan hampir keseluruhan konsep lamaran, ibunda Jessica yang berperan aktif selama 6 bulan persiapan. Setengah tahun menjadi waktu yang cukup lama dalam mempersiapkan lamaran dengan alasan mengejar tanggal bagus yang jatuh pada 3 Maret 2018 (3-3-18).

Berasal dari kultur yang beragam, Jessica dan Anda sempat kewalahan menentukan adat mana yang diusung. Keluarga Anda 100% Minang, dan keluarga Jessica adalah orang Makassar-Manado-Jogja-Chinese. Menyatukan keinginan dari dua keluarga dengan latar belakang suku yang sangat berbeda, adalah sebuah mission impossible. “Bisa dibilang hampir 100% acara lamaran ini mengikuti keinginan ibuku. Alhamdulillah setelah komunikasi yang cukup rumit, keluarga Anda menerima keinginan ibuku. Ya, butuh kesabaran dan komunikasi yang intens dalam mempersiapkan acara lamaran, apalagi jarak antara proposal berdua ke lamaran resmi antar keluarga lumayan lama. “

Meski tidak mudah melalui proses persiapan lamaran, pada akhirnya acara berlangsung penuh makna dan menyimpan kenangan manis. Salah satunya adalah saat acara berbalas pantun. “Ketika duduk di samping Bapakku, ternyata beliau sudah menyiapkan pantun balasan (di acara Minang suka ada berbalas pantun). Dan pantunnya membuat tertawa."

“Aneka warna awan di langit, alam indah bak lukisan.
Cinta suciku cukuplah satu, untuk kamu sepanjang waktu.”

Foto: Dok. Jessica dan Anda

LEAVE A COMMENT

Comments (1)

  • 16 Oct 18

    Nice

BACK
TO TOP