Banyak orang bilang, masa-masa menjelang pernikahan adalah salah satu fase paling membahagiakan dalam hidup. Namun dibalik semua excitement memilih venue, mencoba gaun, mencicipi menu catering, hingga menentukan dekorasi impian, tidak sedikit calon pengantin yang justru mengalami tekanan mental yang cukup besar.
Apalagi di era media sosial seperti sekarang. Setiap hari kita disuguhi foto dan video pernikahan yang tampak sempurna dan terasa seperti cuplikan film romantis. Tanpa disadari, semua itu bisa memunculkan ekspektasi bahwa pernikahan kita juga harus sesempurna itu. Di sinilah istilah Bridezilla Syndrome sering muncul. Meskipun bukan istilah medis, Bridezilla sudah menjadi sebutan populer untuk menggambarkan calon pengantin yang berubah menjadi sangat perfeksionis, mudah marah, sensitif, bahkan sulit diajak berdiskusi karena terlalu fokus mengejar "pernikahan yang sempurna.

Lalu, apakah Bridezilla benar-benar sesuatu yang perlu diwaspadai? Jawabannya, iya. Bukan karena kamu akan menjadi orang yang menyebalkan, tetapi karena tekanan tersebut bisa membuat proses menuju hari bahagia justru terasa melelahkan.
Istilah Bridezilla berasal dari gabungan kata Bride dan Godzilla. Dalam budaya populer, istilah ini digunakan untuk menggambarkan calon pengantin yang jadi sangat emosional, sangat menuntut, dan menganggap seluruh dunia harus berputar di sekitar hari pernikahannya. Namun dibalik istilah yang terdengar lucu itu, sebenarnya ada alasan yang cukup masuk akal. Menjelang pernikahan, seseorang memang sedang menghadapi banyak keputusan besar dalam waktu bersamaan dan memastikan semua detail berjalan sesuai rencana tentu bisa menjadi sumber stres.
Di dunia modern ini, cukup dengan membuka Instagram, Pinterest, atau TikTok selama lima menit, kamu bisa menemukan ratusan wedding yang terlihat sempurna. Masalahnya, kita sering lupa bahwa media sosial hanya memperlihatkan hasil akhirnya. Bukan proses panjang di baliknya, anggaran yang dikeluarkan, atau tantangan yang mereka hadapi. Akibatnya, tanpa sadar kita mulai membandingkan pernikahan sendiri dengan pesta orang lain. Padahal setiap pasangan memiliki prioritas, kondisi finansial, dan cerita yang berbeda.
Berikut adalah tanda-tanda kamu mulai mengalami Bridezilla syndrome:
1. Kamu menghabiskan hampir seluruh waktu untuk membahas pernikahan, bahkan saat berkumpul bersama teman.
2. Mood berubah drastis hanya karena hal-hal kecil, seperti warna bunga yang sedikit berbeda, susunan meja yang bergeser, atau vendor yang terlambat membalas chat.
3. Kamu merasa semua orang harus memahami dirimu dan siap membantu kapanpun dibutuhkan.
4. Kamu terus membandingkan wedding-mu dengan pasangan lain yang ada di media sosial dan merasa acara sendiri belum cukup baik.
5. Kamu mulai memaksakan diri demi mencapai standar tertentu, misalnya menjalani diet ekstrem, kurang tidur karena mengurus detail acara, hingga lupa menikmati masa pertunangan.
Ketika stres semakin besar, biasanya bukan cuma calon pengantin yang merasakannya. Orang tua menjadi lelah menghadapi perdebatan yang sebenarnya tidak terlalu penting. Bridesmaid atau keluarga yang membantu persiapan pun bisa merasa takut atau malas berkomunikasi karena khawatir membuatmu kecewa. Padahal tujuan utama dari proses persiapan pernikahan adalah membangun kebersamaan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga, bukan menciptakan konflik baru.
Kabar baiknya, Bridezilla Syndrome bisa dicegah dengan mengubah cara pandang terhadap pernikahan itu sendiri. Pertama, ingatlah bahwa sempurna bukan berarti tanpa kesalahan. Berhenti membandingkan pernikahanmu dengan pasangan lain. Wedding orang lain bukan standar yang harus kamu capai. Batasi konsumsi konten wedding jika mulai membuatmu merasa cemas. Percayakan pekerjaan kepada vendor yang sudah kamu pilih. Terakhir, jangan lupa menikmati masa pertunangan. Sisihkan waktu untuk quality time bersama pasangan tanpa membahas checklist pernikahan. Pergi makan, olahraga bersama, menonton film, atau sekadar berjalan santai bisa membantu mengingatkan bahwa alasan kalian menikah adalah karena saling mencintai, bukan karena ingin mengadakan pesta yang sempurna.
Terus update tren dan berita terkini pernikahan dengan men-download aplikasi Weddingku di smartphone-mu dan mengikuti media sosial Weddingku di Instagram, TikTok, Facebook, Pinterest, dan YouTube agar kamu tidak ketinggalan infonya!