Menentukan tanggal pernikahan sering kali menjadi langkah awal yang cukup krusial dalam proses persiapan hari bahagia. Meski pada dasarnya setiap hari dan tanggal sama baiknya, banyak pasangan dan keluarga yang tetap ingin memilih tanggal terbaik demi kelancaran acara dan harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis. Di beberapa budaya dan kepercayaan, penentuan tanggal pernikahan tidak dilakukan secara asal, melainkan melalui perhitungan tertentu yang sudah dipercaya secara turun-temurun. Dari sekian banyak cara, ada dua metode yang paling sering digunakan dan cukup familiar di Indonesia. Yuk, kita bahas satu per satu.
1. Metode Perhitungan Weton Jawa.

Dalam budaya Jawa, penentuan tanggal pernikahan sering dikaitkan dengan perhitungan Weton. Metode ini menggabungkan hari lahir dan pasaran dari masing-masing calon pengantin. Hari lahir dihitung dari Senin hingga Minggu, sementara pasaran terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Setiap hari dan pasaran memiliki nilai tertentu. Nilai dari calon pengantin pria dan wanita kemudian dijumlahkan hingga menghasilkan angka akhir yang disebut Neptu. Angka Neptu inilah yang dipercaya dapat memberikan gambaran tentang kecocokan dan kelancaran rumah tangga kedepannya.
Selain Weton, penentuan bulan dalam penanggalan Jawa juga sering menjadi pertimbangan penting. Setiap bulan memiliki makna tersendiri yang dipercaya membawa pengaruh baik atau kurang baik bagi pernikahan. Misalnya, bulan Suro sering dikaitkan dengan kesusahan, sementara Sapar dipercaya membawa kekurangan. Ada pula bulan-bulan yang dianggap kurang ideal karena maknanya berkaitan dengan konflik, gosip, atau kehilangan. Sebaliknya, ada beberapa bulan yang dipercaya lebih baik untuk melangsungkan pernikahan karena maknanya yang positif. Bulan seperti Jumadil Akhir, Rejeb, Ruwah sering dianggap membawa keselamatan, kemakmuran, serta kehidupan rumah tangga yang lebih harmonis. Meski begitu, semua kembali pada keyakinan masing-masing pasangan dan keluarga.
2. Metode Fengshui dalam Tradisi Chinese Wedding.

Selain perhitungan Jawa, metode Fengshui dari tradisi Tionghoa juga banyak digunakan dalam menentukan tanggal pernikahan. Dalam kepercayaan ini, tanggal pernikahan diyakini dapat membawa keberuntungan, keharmonisan, hingga kelanggengan hubungan suami istri. Sebelum menentukan tanggal, biasanya dilakukan pengecekan kecocokan shio antara kedua calon pengantin. Ada beberapa kombinasi shio yang dipercaya kurang baik saat dipersatukan dalam pernikahan, seperti naga dengan anjing, kelinci dengan ayam, harimau dengan monyet, serta ular dengan babi. Kombinasi ini dipercaya dapat membawa ketidakharmonisan jika tidak dihindari.
Selain shio, bulan dan tanggal juga menjadi pertimbangan penting. Dalam kalender lunar, bulan Maret dan Juli sering dihindari karena dipercaya membawa energi kurang baik. Untuk tanggalnya sendiri, ada beberapa angka yang sebaiknya tidak dipilih, seperti tanggal 3, 7, 13, 18, 22, dan 27. Seluruh perhitungan ini biasanya merujuk pada Almanak Cina yang sudah digunakan secara turun-temurun.
Wajib atau tidak kita mengikuti metode ini? Penting untuk diingat bahwa metode-metode di atas bersifat kepercayaan dan tradisi. Tidak ada keharusan mutlak untuk mengikutinya, apalagi jika kamu dan pasangan memiliki pandangan yang berbeda. Banyak pasangan modern yang memilih tanggal pernikahan berdasarkan kesiapan mental, ketersediaan venue, serta kenyamanan keluarga dan tamu. Namun, tidak ada salahnya juga menjadikan perhitungan tradisional ini sebagai bahan pertimbangan atau bentuk penghormatan terhadap budaya dan keluarga. Selama dikomunikasikan dengan baik, menentukan tanggal pernikahan bisa menjadi proses yang menyenangkan dan penuh makna.
Pada akhirnya, tanggal pernikahan terbaik adalah tanggal yang disepakati oleh kedua calon pengantin dan keluarga. Baik ditentukan melalui perhitungan Weton Jawa, Fengshui Tionghoa, atau sekadar tanggal yang punya makna personal, yang terpenting adalah kesiapan lahir dan batin untuk memulai kehidupan baru bersama. Karena di balik tanggal yang dipilih, ada cerita cinta, harapan, dan doa yang menyertainya, dan itulah yang membuat hari pernikahan benar-benar istimewa.
Terus update tren dan berita terkini pernikahan dengan men-download aplikasi Weddingku di smartphone-mu dan mengikuti media sosial Weddingku di Instagram, TikTok, Facebook, Pinterest, dan YouTube agar kamu tidak ketinggalan infonya!