When We Met
Awalnya dari add friend di jejaring social Friendster. Kami mulai sering saling memberikan komentar tentang hal-hal yang kami sukai seperti restoran atau film. Kami juga sering membicarakan masalah sehari hari di kantor. Setelah sekian lama bertemu di dunia maya, akhirnya kami melanjutkannya kopi darat pertama. Tidak disangka, dari yang pertama kemudian berlanjut terus ke kopi darat kedua hingga seterusnya. Akhirnya calon suami pun mengajak pacaran.
Jelang bulan ke delapan pacaran, saat itu kami sedang jalan-jalan dan kebetulan melewati pameran Yohanes bridal di salah satu mal di Jakarta. Secara tidak sengaja, mata saya tertuju pada hasil foto make up nya. Calon suami pada saat itu mengajukan pertanyaan yang sangat tidak disangka-sangka,”Mau kita DP?” Wah saya langsung kaget, sempat terdiam beberapa saat karena sangat tidak menyangka mendapat pertanyaan seperti itu, dan akhirnya saya cuma menjawab,”Yakin nih? Kan gak tau tanggalnya?” Lalu dia memberanikan diri bertanya pada SPG yang sedang bertugas menjaga pameran. Ternyata saat itu kami bisa melakukan Down Payment tanpa menyebutkan tanggal pelaksanaan pernikahannya. Langsung deh saat itu dia bayar DP nya.. surprise banget hari itu..
Preparation
Tiga bulan selanjutnya, calon suami melamar saya ke papa saya, dan akhir bulan Juni 2006 keluarga suami resmi melamar saya. Dan dimulailah proses hunting vendor wedding, karena saya mau urus sendiri wedding saya, maka saya ajak calon datang ke pameran wedding.
Waktu melakukan Down Payment di Yohanes Bridal, kami mendapat banyak sekali bonus berupa voucher, seperti voucher jas, kartu undangan, kue pengantin, dan free hand buket, sewa mobil pengantin, prewed indoor dari Decaption. Maka saat pameran itu, kita cari vendor yang kerjasama dengan Yohanes Bridal untuk memakai vouchernya. Untuk jas kita pilih Pizarro karena saat itu ada promo beli 1 stel jas hitam dapat free 1 stel jas putih. Setelah mengetahui harganya, langsung kami deal. Untuk kue, aku tertarik dengan harga yang ditawarkan oleh Kopaka, desainnya menarik, rasa kuenya enak dan Kopaka ini sudah dikenal juga oleh keluargaku yang di Bandung, jadi memang tidak mengecewakan.
Kartu undangan kita pilih Impra karena pertimbangan lokasi yang cukup dekat dengan rumah, jadi kalau ada revisi kami tidak perlu jauh-jauh ke vendornya. Waktu itu kita deal mau pakai design kita sendiri, hardcover, tulisan emboss, dan ada foto kita plus dihiasi kertas pelapis. Harganya pun menjadi murah karena kami membayarnya dengan memakai voucher dari Yohanes Bridal.

Pada masa persiapan ini, saya aktif jadi member weddingku, join milisnya untuk pasangan yang menikah di bulan yang sama, dan dapat masukan untuk nambah vendor hand bouquet, karena khawatir free hand bouquet yang dari Yohanes tidak tahan lama hingga acara resepsi. Dengan pertimbangan lain kalau hand bouquet itu nanti akan dilemparkan ke tamu, saya kemudian memesan 1 buah hand bouquet lagi di Atrina.Wuih bunganya bagus-bagus. Hand Bouquet ini pun kemudian saya gunakan pada saat resepsi dan hand bouquet bonus dari Yohannes Bridal saya gunakan pada waktu acara pemberkatan di gereja.
Lalu tibalah pada penentuan yang paling sulit, yaitu menentukan tempat resepsi. Karena kita sepakat untuk tidak memakai bantuan orang tua, kami pun harus menyesuaikan sesuaikan budget dengan tabungan kita. Pada awalnya kami memilih hotel dan kebetulan ada satu hotel yang kami suka tapi setelah mempertimbangkan masak masak, akhirnya kami memilih merayakan pernikahan di gedung saja. Pilihan kami akhirnya jatuh ke Klub Kelapa Gading (KKG). Klub Kelapa Gading menawarkan paket wedding yang cukup lengkap, mulai dari dekorasi, katering, MC, bonus voucher Fine Souvenir, 1 malam menginap di hotel, dan voucher message.
Pada saat kami mau membayar, saat itu di Klub Kelapa Gading sedang berlangsung pameran. Di pameran itu, saya melihat ada sebuah gazebo yang dipasang di tengah ruangan. Cantik sekali. Saya langsung request gazebo itu ke SPG saya, wuih ternyata boleh pasang itu tanpa charge lagi, plus boleh pilih warna kain untuk gazebonya.. mantap! Kalau soal rasa makanan kateringnya, so pasti tidak mengecewakan, karena keluarga saya dan saudara2 sering datang ke resepsi di sana.
Foto liputan saya memilih memakai jasa MLVP. Kami langsung menyetujui harga dan paket yang ditawarkan di pameran. Kami pun sempat berbincang-bincang dengan ownernya, dan kami menilai komunikasinya cukup lancar. Foto prewed indoor saya pakai Decaption yang merupakan voucher bonus dari Yohanes Bridal. Pada saat itu sekalian test makeup waktu fotonya. Hasilnya sangat memuaskan. Lalu pilih foto prewed outdoor di Sandy foto, karena harganya sesuai dan hasil fotonya mantap.
D-Day
Pas hari H, acara dimulai dari pengantin pria datang ke rumah pengantin wanita (ceritanya dijemput) lalu ke gereja dan catatan sipil. Setelah selesai retouch make up, kami langsung berangkat menuju KKG.

Diawali dengan acara teapai dulu sebagai penghormatan bagi ortu dan saudara-saudara lain yang lebih tua dan yang sudah menikah. Nah, mulai acara prosesi masuk ke ruangan, ada yang seru nih. Pengantin pria duluan masuk dan menunggu saya di gazebo sambil pegang hand bouquet. Lalu saya menyusul dan kita bertemu di gazebo. Pengantin pria berlutut dan mencium tangan saya layaknya seorang pangeran gentleman menghormati seorang tuan putrid lalu dipersembahkan hand bouquet yang telah dibawanya dan ditutup dengan wedding kiss.
Lalu berlanjut ke acara potong kue pengantin sebagai lambang kebersamaan kedua mempelai mengarungi hidup berdua. Potongan kue ini kemudian dibagikan ke orang tua dan dilanjutkan dengan acara tuang champagne sebagai lambang kerjasama kita sebagai pasangan. Setealh itu, kamu lakukan wedding toast dengan para tamu diiringi tembakan confetti.

Acara makan malam untuk para tamu pun dimulai. Kami pun turun dari panggung untuk mingle ke tamu. Di akhir acara, kami lakukan pelemparan hand bouquet yang disimbolkan dengan menggunakan 5 boneka. Suamiku sudah mengincar temannya yang berdiri di pojok untuk mendapatkan boneka yang sudah diberi tanda untuk dapat hand bouquet. Seru ya dengar tamu-tamu menjerit seru ingin mendapatkan boneka.
Selanjutnya untuk menutup hari weddingku, kami berfoto bersama dengan teman-teman dan keluarga. That’s all my enchanting wedding day. Now we have 2 adorable kids…
Wedding Ingredients
Wedding Date: 1 Juli 2007
Wedding venue: Klub Kelapa Gading
Decoration: Klub Kelapa Gading
Catering: Klub Kelapa Gading
Wedding Cake: Kopaka
Wedding Gown: Yohanes bridal
Groom Suites: Pizzaro
Make Up Artist: Yohanes bridal
D-Day Photographer: Decaption dan Sandy
Videographer: MLVP
Invitation Card: Impra card
Souvenir: Fine Souvenir
MC & Entertainment: Klub Kelapa Gading
Sound system/effect : Klub Kelapa Gading