Ferry Sunarto Mencintai Budaya Melalui Kebaya

Siapa tak kenal Ferry Sunarto? Namanya sebagai seorang desainer kebaya sudah terdengar bukan hanya di Indonesia tetapi hingga ke mancanegara. Rasa cintanya terhadap budaya Indonesia, khususnya kebaya begitu jelas terpancar setiap kali berbincang dengannya. “Bagi saya kebaya adalah warisan budaya yang harus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan menjadi sesuatu yang dapat dibanggakan oleh bangsa Indonesia,” ungkap Ferry saat ditemui oleh Weddingku awal bulan ini.

Desainer asal Bandung ini melihat perkembangan kebaya begitu pesat, semakin banyak desainer yang menekuni kebaya karena pangsa pasarnya begitu menjanjikan. Namun ia menyayangkan kebanyakan dari mereka seperti terjebak dalam stigma kebaya yang klasik dan kurang kekinian. “Dalam era milenial seperti sekarang ini kita harus mengembangkan kebaya menjadi sesuatu yang bercitra internasional. Konten lokal tapi berstandar internasional. Jadi saya ingin mengajak para desainer kebaya, sebagai putra bangsa mari kita sama-sama mengembangkan inspirasi budaya kita sendiri yaitu kebaya,” ajak Ferry.

Mengurangi kesan klasik dan berat lalu menjadikannya lebih ringan dan sophisticated menjadi cara Ferry untuk membuat kebaya lebih dikenal luas. Seperti beberapa orang yang awalnya menghindari kebaya karena terkesan berat, pada akhirnya berbalik mencintai kebaya setelah dikenalkan dengan kreasi Ferry Sunarto. Menurut Ferry, kebaya bukanlah busana yang hanya dikenakan sekali pakai dan pada kesempatan tertentu saja. Dengan konsep mix and match kebaya dapat dipadukan dengan kain batik panjang, dengan draping pendek sehingga terlihat lebih casual, bahkan dengan celana panjang. Bagi seorang Ferry Sunarto, kebaya bukan sekedar busana nasional, tapi dengan beragamnya etnis di Indonesia yang mengenakannya, maka kebaya menjadi jembatan pemersatu bangsa.

Strategi Ferry dalam mengembangkan kebaya terbukti berhasil membawanya ke tingkat internasional. Beberapa kali mendapatkan undangan untuk fashion show di beberapa negara dari Kementrian Luar Negeri, Ferry merasa sangat bersyukur mendapatkan kesempatan memperkenalkan kebaya ke dunia internasional. “Kita mungkin mengenal baju cheongsam dari Cina, kimono dari Jepang, how about kebaya? Ini merupakan kesempatan kita untuk mengeksplor kebaya agar bisa menjadi inspirasi dunia, khususnya di bidang fesyen,” paparnya.

Kesempatan show di beberapa negara di Eropa, Timur Tengah, juga Asia memaksa Ferry untuk menampilkan sesuatu yang unik namun berkesan internasional. Seperti kesempatan isitmewa yang didapatnya pada tahun 2014, dimana ia diundang oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi untuk menampilkan karyanya di Istana Buckeburg, Jerman, di acara Landpartie Schloss Buckeburg, sebuah event tahunan yang digelar oleh komunitas keluarga kerajaan termasuk Istana Buckingham, Inggris. Menampilkan kebaya dengan look sophisticated glamour, Ferry berhasil membuat mereka yang hadir menikmati bahkan menanyakan secara detail mengenai kebaya. Perpaduan antara warna yang berkesan Eropa dengan look kebaya yang sopan dan elegan menjadikan keluarga kerajaan ini jatuh hati dan menjadi pelanggan setianya. Tentu saja ini merupakan kebanggaan bukan hanya bagi Ferry Sunarto secara pribadi tetapi juga untuk kita bangsa Indonesia.

Menurut pria kelahiran Bandung ini, look kebaya sangat bisa diolah untuk menjadi international look. Terbukti pada gaun pengantin Kate Middleton, dimana saat itu Alexander McQueen membuat gaun dengan pola dan cutting kebaya yang dibentuk ballgown. Karenanya, Ferry menghimbau para desainer muda untuk bangga dengan budaya kita sendiri. “Mari kita sama-sama mengembangkan kebaya ke dalam gaya atau look masing-masing, buat seperti international gown, jadikan kebaya sebagai sebuah tren yang mendunia seperti halnya cheongsam dari Cina, kimono dari Jepang, hanbok dari Korea, juga Ao Dai dari Vietnam. Adalah tugas kita untuk membuat kebaya menjadi sebuah konten lokal tapi berstandart internasional,” ujarnya menutup pembicaraan.

Foto : Vaesy

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP