Ini Dia 8 Tips Jitu dalam Merawat Gaun Pernikahan

Gaun pernikahan bukan sekedar pakaian yang dikenakan saat berjalan menuju pelaminan. Gaun tersebut menjadi bagian dari kenangan yang akan selalu melekat dalam perjalanan hidup. Setiap detail renda, bordir, payet, hingga ekor gaun yang menjuntai panjang menyimpan cerita tentang salah satu hari paling spesial yang pernah dirasakan.

Karena memiliki nilai sentimental yang begitu besar, merawat gaun pernikahan tidak boleh dilakukan sembarangan. Sayangnya, masih banyak calon pengantin yang fokus pada penampilan gaun saat hari H, tetapi kurang memperhatikan bagaimana cara menjaganya sebelum dan sesudah acara berlangsung.

Padahal, dengan perawatan yang tepat, gaun pernikahan bisa tetap terlihat cantik selama bertahun-tahun, bahkan menjadi kenang-kenangan berharga yang bisa dikenang kapan saja. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga wedding gown tetap dalam kondisi terbaiknya.

1. Gantung di Tempat yang Tinggi dan Aman.

Cara penyimpanan gaun sebelum hari pernikahan sangat menentukan kondisinya saat akan dikenakan. Jika gaun memiliki bagian bawah yang panjang, pastikan gaun digantung di tempat yang cukup tinggi agar bentuknya tetap terjaga dan tidak mudah terinjak atau terlipat. Gunakan hanger yang kuat untuk menopang berat gaun, terutama jika gaun memiliki banyak detail payet atau bordir. Sebaiknya simpan gaun di dalam garment bag khusus agar terlindungi dari debu, kotoran, maupun serangga. Jika bagian bawah gaun masih menyentuh lantai, lapisi area tersebut dengan kain bersih sebagai perlindungan tambahan.

2. Jauhkan dari Sumber Panas.

Banyak orang tidak menyadari bahwa paparan panas secara terus-menerus berisiko membuat warna kain berubah, material menjadi rapuh, bahkan merusak detail-detail dekoratif yang menempel pada gaun. Karena itu, hindari menyimpan gaun di dekat lampu yang menghasilkan panas tinggi, jendela yang terkena sinar matahari langsung, maupun area yang berada tepat di bawah perangkat elektronik tertentu. Pilih tempat penyimpanan yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

3. Steam dengan Suhu yang Tepat.

Menjelang hari pernikahan, gaun mungkin mengalami sedikit kerutan akibat proses penyimpanan atau pengiriman. Untuk mengembalikan tampilannya agar rapi, penggunaan steamer sering kali menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan setrika biasa. Namun jika harus menggunakan setrika, pastikan selalu memberikan lapisan kain putih bersih di antara setrika dan gaun. Selain itu, sesuaikan suhu dengan jenis bahan yang digunakan. Chiffon membutuhkan suhu rendah, satin lebih cocok dengan suhu sedang, sedangkan linen dapat menggunakan suhu yang lebih tinggi.

4. Hindari Noda dari Cat Kuku.

Nail polish atau cat kuku yang belum benar-benar kering dapat meninggalkan noda permanen pada gaun berwarna putih atau ivory. Untuk menghindari risiko tersebut, lakukan manicure setidaknya sehari sebelum hari H. Jika memungkinkan, pilih gel nail polish yang proses pengeringannya menggunakan UV light sehingga lebih cepat kering dan minim resiko menempel pada kain.

5. Waspadai Noda Tersembunyi dari Parfum.

Parfum memang menjadi bagian penting untuk menunjang penampilan pengantin. Namun ternyata beberapa kandungan dalam parfum berpotensi menyebabkan bercak kekuningan pada kain, terutama pada gaun berwarna terang. Untuk mencegah hal tersebut, semprotkan parfum ke tubuh dan rambut sebelum mengenakan gaun, bukan setelah gaun terpasang.

6. Perhatikan Saat Melakukan Touch Up.

Momen touch up makeup dan hairdo biasanya dilakukan beberapa kali sebelum acara dimulai. Sayangnya, aktivitas ini juga menjadi salah satu penyebab noda yang paling sering terjadi pada gaun pernikahan. Partikel bedak, foundation, hairspray, hingga lipstik dapat menempel pada kain tanpa disadari. Oleh karena itu, gunakan handuk atau kain bersih untuk melindungi area gaun saat melakukan touch up.

7. Segera Laundry Setelah Acara Selesai.

Setelah pesta berakhir, banyak pengantin memilih menyimpan gaun begitu saja karena merasa lelah. Padahal, hal ini justru dapat membuat noda semakin sulit dihilangkan. Keringat, debu, sisa makeup, makanan, maupun minuman yang tidak terlihat dapat meninggalkan bekas permanen jika dibiarkan terlalu lama. Karena itu, sebaiknya segera bawa gaun ke laundry profesional yang berpengalaman menangani wedding gown.

8. Simpan dengan Benar untuk Jangka Panjang.

Jika berencana menyimpan gaun sebagai kenang-kenangan, cara penyimpanan setelah dibersihkan menjadi hal yang sangat penting. Simpan gaun di tempat yang kering dan sejuk, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Gunakan kotak penyimpanan khusus bebas asam atau garment bag berkualitas baik agar kain tetap terlindungi.

Dengan perawatan yang tepat, gaun pernikahan tidak hanya akan tetap indah saat dikenakan di hari H, tetapi juga bisa menjadi simbol kenangan yang terus terjaga dari tahun ke tahun.

Terus update tren dan berita terkini pernikahan dengan men-download aplikasi Weddingku di smartphone-mu dan mengikuti media sosial Weddingku di Instagram, TikTok, Facebook, Pinterest, dan YouTube agar kamu tidak ketinggalan infonya!

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP