The Wedding Of Junianti & Hendra Surya Dominated With Brown Color In The Palms Ballroom

Saat Juni masih duduk di bangku SD, ia bersama kakak perempuannya pergi untuk sekadar jalan ke sebuah mall di bilangan Jakarta. Ketika akan pulang ada salah satu teman kakak Juni yang bernama Hendra datang, ketiganya pun pulang bersama.

Seiring waktu yang terus bergulir, Juni pun telah menyelesaikan pendidikannya di SMA. Pada waktu itu Hendra meminta pin BB kepada kakak perempuan Juni, meskipun mereka telah bertukaran pin BB, keduanya jarang berkomunikasi. Suatu hari Hendra mengirimkan sebuah broadcast massage, tidak tahu mengapa tidak seperti biasanya, Juni membalas broadcast massage dari Hendra. Padahal Juni jarang sekali membaca broadcast massage. Dari sanalah Hendra dan Juni intensif melakukan chat. Awal tahun 2010 keduanya bertemu lagi, ketika itu status Juni telah putus dari mantan pacarnya.

Hubungan yang terjalin selama 2 bulan terasa begitu cepat, walau keduanya mengenal sudah cukup lama. Kendala datang saat Juni dan Hendra diharuskan berpisah, long distance relationship yang mereka jalani terasa memberatkan. Belum lagi, ketika tiba saat memilih beberapa vendor yang akan dihadirkan di pesta mereka. Pertentangan kerap kali menjadi warna diantara ketulusan cinta mereka. Namun, akhirnya terpilih vendor-vendor terbaik untuk mewujudkan pesta impian di pernikahan Hendra dan Juni.

Preparation
Pernikahan mereka diadakan di dua lokasi yang berbeda yakni Jakarta dan Banjarmasin. Untuk pernikahan di Jakarta, keduanya memutuskan untuk memilih tempat resepsi di The Palms Ballroom dikarenakan lokasi yang tidak terlalu jauh dari rumah mempelai perempuan dan ruangannya tinggi juga luas. Dengan warna cokelat salem sebagai tema yang mendominasi ruangan. Sementara di Banjarmasin, Grand Palace dipilih sebagai tempat resepsi dengan warna biru dengan tema romantic elegant.

Untuk gaun pernikahan sendiri disesuaikan dengan tema pernikahan yang berbeda antara Banjarmasin dan Jakarta. Untuk di Banjarmasin, Juni memilih gaun bersiluet mermaid yang sangat elegan yang memberi kesan tubuh lebih tinggi. Mencari gaun yang tepat untuk acara resepsi di Jakarta ternyata cukup sulit, baru setelah mengunjungi Catherine Bridal, Juni menemukan gaun yang diimpikannya. Gaun bermodel tube, berbahan transparan dari perut atas ke pinggul dengan taburan swarovsky. Serta terdapat aksen lace besar di tengah, untuk di bagian belakang diberi pita. Bagi mempelai pria, jas untuk acara resepsi dipilih model Europe dengan aksen dasi dan list satin aqua marine di bagian kerah.

Agar tidak terbuang sia-sia, keduanya memilih undangan yang didesain seperti memo agar bermanfaat untuk para undangan. Begitupun dengan souvenir yang akan dibagikan, tempat lada dan garam. Selain berguna, harganya juga cukup terjangkau. Agar menyeimbangkan tema warna yang dipilih, diberikan pita dengan warna senada.

D Day
Pernikahan berlangsung dengan sangat meriah dengan hiburan dari entertainment yang sengaja memainkan instrumen lagu-lagu jazz yang terdengar sendu namun terkadang juga up beat. Semanya mengalir dengan begitu lancar tanpa ada suatu apa pun yang menjadi rintangan. Hal itu tampak dari para tamu yang hadir dan dapat menikmati pesta.

Wedding Ingredients
Wedding Date
Banjarmasin, 12-02-2012
Jakarta, 19-02-2012
Decoration
Banjarmasin: Grand Palace
Jakarta: Garda dekorasi
Make-Up Artist
Banjarmasin: Meicen MUA
Jakarta: JJ Bride
Catering
Banjarmasin: Grand Palace
Jakarta: Christ iwan
Wedding Gown
Banjarmasin: JJ Bride
Jakarta: Catherine Bridal
Groom Suit: Grisvian Hewis
D-Day Photogapher: Photohauz
Videographer: Photohauz
Invitation Card: I Creation
Souvenir: Kiki souvenir
MC & Entertainment
Banjarmasin: MC Kenzie Studio
Jakarta: Denny - 1 Pro Entertainment

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP