The Wedding Of Rangga & Ditha In Gold and Green Colors In Graha Manggala Siliwangi Bandung

Bagaimana bila sebuah pernikahan tradisional bergaya Makassar berpadu dengan adat Sunda? “Hasilnya adalah pernikahan kami berdua,” gelak Ditha mengomentari pernikahannya yang diakui cukup unik. Dikatakan unik karena ketika bersanding di pelaminan, Ditha mengenakan kebaya bergaya Sunda, sedangkan Rangga mengenakan busana adat Makassar.

Kisah cinta mereka berawal dari perkenalan secara tidak sengaja di sebuah perguruan tinggi di Bandung. “Ketemunya juga tidak sengaja, ketika dikenalkan sama teman, ternyata kami berdua sama-sama sekolah di SMP yang sama. Dia kakak kelas saya,” papar Ditha. Sejak itu, benih-benih cinta tumbuh di antara mereka berdua. Keduanya pun sepakat untuk melanjutkan perjalanan cinta mereka ke pelaminan. “Kami siap menjalani biduk rumah tangga,” ujarnya serius.

Dua bulan waktu yang dibutuhkan oleh Ditha dan Rangga untuk mempersiapkan pernikahan. “Mungkin karena sudah sama-sama ngebet, jadi kami pikir untuk apa tunggu lama,” canda Ditha. Meski hanya 2 bulan mempersiapkan semuanya, tapi seluruh upacara pernikahan berjalan dengan mulus. “Kami bersyukur segalanya bisa berjalan dengan lancar.”

Perburuan vendor pernikahan diawali Ditha dan Rangga dengan mencari tempat untuk menggelar resepsi pernikahan. Graha Manggala Siliwangi Bandung menjadi pilihan mereka, mengingat tempatnya yang dapat menampung tamu cukup banyak hingga 1000 orang. Belum lagi tempatnya yang sangat strategis sehingga memudahkan para tamu. “Soalnya, banyak saudara, kerabat dan relasi dari pihak keluarga, terutama dari pihak keluarga besar Rangga yang hadir di pesta pernikahan kami,” lontar mantu dari Mayjen Syamsul Mappareppa ini.

Ditha dan Rangga pun menghubungi Just Mine Wedding Organizer untuk membantu mereka. Demikian pula urusan foto pre-wed dan candid, di-handle langsung oleh Just Mine Photography. Menurut Ditha, ia sempat kesulitan menentukan tema warna yang akan dipilih. Namun akhirnya memilih warna gold dan hijau sebagai tema warna pernikahan mereka.

Yang cukup merepotkan adalah perihal dekorasi yang sempat mengalami kendala karena tidak sesuai seperti yang diinginkan Ditha dan Rangga. “Tapi, akhirnya beres juga setelah dibantu oleh Just Mine WO, ungkap Ditha.” Yang menarik, kebaya resepsi yang dikenakan Ditha merupakan rancangan sang ibu mertua, Imas Usmaningsih. Sedangkan baju yang dikenakan Rangga merupakan baju pengantin bangsawan dari Makassar. Demikian pula dengan aksesori yang dikenakan Ditha dan Rangga, yang merupakan milik turun-temurun dari pihak keluarga Rangga.

Lucunya, kata Ditha, Rangga sempat ngambek ketika prosesi akad nikah akan dimulai, ia tidak boleh diantar oleh sang mama. “Katanya sih itu menurut adat, tapi lucu juga melihat Rangga ngambek karena mamanya tidak boleh ikut mengantar,” gelak Ditha mengomentari suaminya.

Usai pernikahan, Rangga dan Ditha malah disibukkan dengan jadwal kuliah mereka. “Kami justru belum sempat berbulan madu karena masih sibuk mengurus kuliah. Untungnya, usai pernikahan, kami sudah memiliki tempat tinggal sendiri. Jadi, kami menganggap rumah sendiri sebagai tempat honeymoon pertama ha...ha...ha...,” tutur Ditha yang sebenarnya ingin berbulan madu ke Bali.

Tips dari Rangga & Ditha:
Niat, doa dan persiapkan semuanya dengan matang sehingga bisa berjalan dengan lancar.

Teks: Ratri Suyani
Foto: Just Mine Photography

LEAVE A COMMENT

Comments (2)

  • 03 Jun 09

    wah wah, cuma 2 bulan persiapannya?? hebat yah... padahal kan ga gampang... sukses ya buat rumah tangga Dita

  • sierra

    30 May 09

    wah salut sama kalian, semoga bahagia ya, karena beda adat itu ga gampang loh

BACK
TO TOP