Kurangi Unsur Feminin Agar Lebih Adil Bagi Pengantin Pria

Foto: Dok. Pinterest.com

Tidak ada yang salah memiliki karakter feminin dan ingin pernikahannya memiliki sentuhan feminin pula. Namun kurang tepat jika konsep pernikahannya didominasi dengan unsur feminin dari desain kartu undangan penuh bunga, souvenir bernuansa pink bahkan pengantin pria didandani dengan karakter animasi kesukaan pengantin wanita seperti Hello Kitty. Meskipun pengantin pria terlihat tidak keberatan belum tentu dalam hatinya seiya, para tamu juga belum tentu sependapat dan diam-diam mengomentari hal tersebut. Sebaiknya seimbangkan komposisi semua kategori pernikahan agar tampak netral dengan beberapa cara berikut ini.

  1. Pilih salah satu warna monokrom

Hitam, putih dan abu merupakan pilihan warna monokrom yang lebih netral tanpa mengurangi sisi maskulinitas calon pengantin pria. Selain sebagai warna setelan jas pengantin pria yang berwarna hitam, di luar itu warna hitam lebih dihindari karena dianggap membawa lambang kurang baik. Sebaliknya, warna putih yang menyimbolkan kesucian sering dijadikan tema warna begitu juga warna abu.

Foto: Dok. Pinterest.com

  1. Masukan unsur abstrak atau geometris

Unsur abstrak atau geometris dapat dipilih salah satunya yang mampu mewakili kedua pengantin. Dari dekorasi dapat disertakan berbagai terrarium berbentuk geometris sebagai lampu gantung maupun diletakan di atas meja melengkapi decor table. Pada wedding cake juga bisa dipadukan dengan terrarium di lapisan tengah, atau lebih memilih menggunakan motif abstrak pada wedding cake menyeimbangi sisi dekorasi yang penuh bunga.

Foto: Dok. Pinterest.com

  1. Motif selain flowery

Bunga dan motif bunga pada pernikahan seperti tidak dapat dipisahkan. Akan tetapi yang kurang dipahami jumlahnya yang berlebihan membuatnya terlihat monoton dan membosankan. Mengkolaborasikan dengan motif lain dapat dicoba untuk menyegarkan mata. Contohnya dengan motif marble, atau permainan warna ombre juga menjadi opsi.

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP