Parang, Motif Batik Istimewa by Edward Hutabarat

Batik, merupakan warisan budaya tak benda dari Indonesia yang disahkan oleh UNESCO pada tahun 2009 silam. Sejak itu batik semakin populer dikalangan fesyen.
Salah satu desainer senior yang mendapat penghargaan Satya Lencana Kebudayaan yaitu Edward Hutabarat atau biasa disapa `Edo` dengan setia mengekplorasi kain batik, tenun dan kebaya menjadi material utama pada hasil karya rancangannya.
Pada kesempatan ajang fesyen terbesar di Indonesia (JFW 2014), Edo menggandeng Majalah Dewi selaku media yang mendukung kemajuan mode tanah air untuk menggelar show tunggalnya yang bertajuk `The Parang` pada tanggal 21 Oktober 2013 beberapa waktu lalu.
Parang, pernah menjadi motif batik yang sangat istimewa, karena pernah masuk ke ranah kekuasaan di Mangkunegara dan Kesunanan, oleh karena itu Edo menggunakan batik motif parang sebagai appetizer pada 82 koleksi yang dipersembahkan untuk pecinta mode di panggung Jakarta Fashion Week 2014 ini yang ia deskripsikan sebagai koleksi Simplicity, sexy in quality.
Tidak hanya batik motif parang, Edo juga menyisipkan motif batik lain seperti: Cirebon, Pekalongan, Yogyakarta dan batik Solo dikombinasi dengan batik pesisir yang memiliki warna lebih cerah serta dipadu-padan dengan motif polkadot tanpa menciptakan distraksi terlalu banyak sehingga akan mengalihkan perhatian penonton pada motif batik itu sendiri, serta tidak menggunakan teknik cutting yang berlebihan yang akan mengurangi keindahan batik.
Menurut desainer yang sudah 32 tahun berkarya ini, Setiap kain Indonesia memiliki perbedaan dan kita harus angkat perbedaan itu ke permukaan melalui visualisasi supaya lebih dikenal oleh masyarakat luas `pungkasnya pada jumpa pers di JFW 2014`.

(Teks/Foto: Vaesy)

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP