Rustic Vintage Wedding Theme For Bryce And Christina In Alila Ubud, Bali

Kisah Cinta Mereka
Ketika Christina, seorang mahasiswi Jurusan Jurnalistik menerima penugasan untuk mewawancarai Bryce, seorang Wartawan, ia sama sekali tak menyadari bahwa Tuhan telah menuntunnya untuk menemui sang calon pasangan hidup. Pembawaan Bryce yang sabar, ramah, cerdas dan menyenangkan membuat Christina jatuh kagum kepadanya. Bagi Bryce sendiri, sifat murah hati dan kebaikan Christina benar-benar memesonanya. Sempat terpisah karena Bryce harus pergi ke Amerika Serikat sedangkan Christina kembali ke Indonesia. Namun, tinggal berjauhan justru membuat hubungan mereka semakin solid dan cinta pun kian dalam. Maka ketika mereka kembali dipertemukan di Perth, Australia, keduanya bertambah yakin bahwa mereka memang diciptakan untuk saling melengkapi.

Ketika Si Dia Melamar
Berbulan-bulan sebelum Bryce melamar, ia telah memilih dan membeli sebentuk cincin cantik untuk sang Pujaan Hati. Bryce menujukkan keseriusannya dengan menghadap orang tua Christina, memohon izin untuk meminang putri tercinta mereka. Di sebuah pagi yang cerah, Bryce mengajak Christina berpiknik. Sikap Bryce sepanjang hari sama sekali tak membuat Christina curiga. Malamnya, Christina yang tertidur gara-gara kelelahan memasak makan malam dibangunkan oleh Bryce untuk menikmati menu yang telah dimasak bersama. Saat itulah, dengan mata masih setengah terpejam, Christina menyadari keadaan ruangan yang tak biasa. Biasan cahaya lilin memenuhi ruang makan di apartemen Bryce. Bryce berlutut, mengajukan sebuah pertanyaan yang dijawab “Ya!” oleh Christina.

Persiapan Pernikahan
Mencari lokasi pesta yang tepat adalah hal pertama yang kami lakukan. Sebelumnya tidak terpikir bakal menikah di Bali, tapi kami memang ingin menggelar pesta di luar ruangan dan Bali menawarkan banyak pilihan. Bali juga menjadi lokasi pertemuan yang pas untuk para tamu kami yang datang dari Perth dan Jakarta. Pertama kali meginjakkan kaki di Alila, kami tahu, inilah tempat yang paling tepat.

Tema Pernikahan
Kami terinspirasi oleh segala hal yang berbau vintage namun belum menemukan tema yang pas untuk hari-H. Yang penting adalah apa pun yang kami pilih untuk memeriahkan hari besar kami mampu menggambarkan kepribadian kami berdua dan bermaka. Memilih satu tema akan membatasi ide-ide dan justru membuat kami bagai pribadi yang tersekat. Beruntung, kami menemukan venue yang luar biasa indah sehingga tidak dibutuhkan dekorasi yang berlebihan. “We love rustic feel so we incorporate this by using brown recycled paper for our wedding stationeries,”cerita Christina.

Hal Unik Dari Mempelai
Salah satu hal yang paling menyenangkan adalah saat kami membuat undangan sendiri. Selama berbulan-bulan, Christina yang memang menggemari kerajinan tangan telah mempersiapkan konsep kartu undangan pernikahan dan mereka persiapkan sendiri. Meski memakan waktu lebih lama, Bryce dan Christina puas dengan hasilnya.
Untuk gaun pengantin, Christina menemukannya saat mengunjungi sebuah pameran gaun pengantin di Jakarta,“I wanted a classic flowy dress that is timeless. It took me 2 full days trying on every single gown at the expo!” Sedangkan Bryce menemukan jas pengantin yang diinginkannya saat melakukan perjalanan ke China.

Saat-Saat Terindah
Bagi Bryce, melihat Christina saat berjalan menuju altar adalah momen yang tak mungkin ia lupakan. Bagi Christina, semua momen di hari-H adalah saat-saat terindah di dalam hidupnya.

Pelaksanaan di Hari H
Mengikuti tradisi keluarga Christina, Bryce menikmati acara minum teh bersama yang menurutnya semakin mempererat hubungannya dengan keluarga sang istri. Sebagai wujud terima kasih kepada para tamu undangan yang hadir, Bryce dan Christina memilih menu-menu sangat istimewa seperti Sate Lilit, Sambal Udang, Sayur Urap and Tongkol Sambal Matah. Kebahagiaan mereka kian sempurna saat para tamu memberikan pujian.
Everyone loved the atmosphere and the tropical setting of Ubud! Unexpectedly, family and friends got emotional the ceremony :’) All of our guests travelled to be there for our wedding, not having to work the next day made everyone felt on a holiday mode.




Vendor Terkait
Tanggal Pernikahan : 30 June 2012
Tempat Pernikahan
Pemberkatan : Sculpture Garden, Alila Ubud
Resepsi: Alila Ubud
Fotografer
Prewedding: Bayly & Moore
Hari H : Pokolemo Photography
Make-up Artist : Jane
Videografer: Pokolemo Photography
Gaun Pengantin : Kaneta Boutique
Jas Pengantin : Custom-made
Gaun Pendamping : Forcast
Handbouquet: Alila Ubud
Cincin Pernikahan : Linneys
Kue Pengantin: Alila Ubud
Katering : Alila Ubud
Dekorasi : Alila Ubud
Kartu Undangan : Hand made
Souvenir: Gulali

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP