Kalau selama ini kamu terbiasa melihat wedding dengan palet warna netral, dekor clean, dan estetika minimalis yang tenang… mungkin sudah saatnya kamu berkenalan dengan sisi yang lebih berani, namanya: kitschy style. Konsep ini bukan tentang “rapi dan aman”, tapi justru sebaliknya, mencolok, penuh warna, sedikit nyeleneh, dan dengan sengaja tampil maksimalis. Di tengah tren wedding yang serba earthy dan understated, kitschy hadir seperti statement: loud, fun, dan unapologetically different. Tapi sebenarnya, seperti apa sih konsep wedding yang satu ini?
Secara umum, istilah “kitschy” sering diasosiasikan dengan sesuatu yang bold, playful, bahkan terkesan berlebihan. Namun dalam konteks wedding, kitschy bukan berarti asal tabrak warna atau dekor. Ia adalah seni memadukan elemen-elemen yang mungkin terlihat kontras, retro nostalgia dengan sentuhan yang feminin, detail vintage yang manis dengan warna-warna berani yang modern. Hasil akhirnya? Sebuah konsep wedding yang terasa eksentrik, unik, tapi tetap punya benang merah yang jelas. Ini bukan tipe wedding untuk semua orang, tapi untuk pasangan yang berani tampil beda, kitschy bisa jadi panggung yang sangat personal.

Salah satu ciri paling kuat dari kitschy wedding adalah perpaduan dua gaya yang cukup kontras, yaitu retro dan coquette. Elemen retro menghadirkan nuansa nostalgia, sentuhan 60s, 70s, atau 90s dengan tipografi klasik, pattern playful, hingga properti dekor yang terasa “jadul tapi keren”. Sementara gaya coquette membawa sisi romantis yang manis, feminin, dan sedikit dreamy. Bayangkan pita-pita lembut, lace detail, hingga siluet cake vintage yang klasik, dipadukan dengan warna dan elemen visual yang berani. Dan jangan salah, dari pihak groom pun tetap bisa stand out. Sentuhan funky seperti patterned suit, dasi warna kontras, atau aksesori unik bisa menjadi statement yang kuat tanpa terlihat tenggelam dalam palet warna pastel.
Yes, warna memang jadi pemeran utama. Jika minimalis bermain aman dengan beige dan white, kitschy justru merayakan warna. Pink lembut, orange cerah, powder blue, butter yellow, semuanya bisa hadir dalam satu komposisi. Bahkan aksen merah terang atau hijau bold pun bukan hal yang tabu dalam konsep yang satu ini. Kuncinya bukan pada seberapa banyak warna yang digunakan, melainkan bagaimana komposisinya diatur dengan intentional. Warna-warna lembut bisa mendominasi, sementara warna mencolok hadir sebagai aksen yang “menarik mata”. Efeknya? Visual yang eye-catching, ceria, dan penuh karakter.
Kalau dalam wedding konvensional, bunga sering menjadi pusat dekorasi, tapi dalam kitschy style, bunga justru lebih sering menjadi pelengkap dari elemen curated lainnya. Properti unik, objek dekor yang tidak biasa, pattern yang playful, hingga detail-detail kecil yang terasa quirky justru menjadi spotlight utama. Bisa berupa cake table yang super statement, backdrop dengan ilustrasi custom, kursi dengan warna kontras, atau bahkan penggunaan material tak terduga yang memberi efek visual berbeda. Semua terasa seperti dirancang secara sengaja dengan rasa “fun”, tapi tetap terkonsep dengan matang.
Nah, meskipun terlihat maksimalis dan penuh warna, kitschy style itu bukan berarti kehilangan sisi romantisnya, namun justru di situlah daya tariknya. Contoh kitschy style pada wedding cake; model cake dengan detail piping ala vintage, typography klasik pada signage, hingga sentuhan lace atau ribbon pada dekor bisa menghadirkan kesan manis yang seimbang. Model ini tidak dingin, tidak kaku dan tetap dengan sentuhan cinta yang lembut di balik warna-warna ceria dan elemen eksentrik.
Kitschy wedding ini sangat cocok untuk pasangan yang berani tampil beda, tidak takut warna, menyukai nostalgia tapi tetap playful, dan ingin wedding yang terasa seperti refleksi personality mereka, bukan sekadar mengikuti tren. Konsep ini juga ideal untuk intimate wedding atau venue yang lebih fleksibel, di mana eksplorasi visual bisa lebih maksimal tanpa terlalu banyak batasan formalitas.
Hal terpenting dalam mengusung kitschy style adalah keseimbangan, karena garis batas antara “unik” dan “terlalu ramai” bisa sangat tipis. Di sinilah peran konsep yang matang menjadi penting. Semua elemen, mulai dari warna, pattern, tekstur, hingga wardrobe bride & groom, harus tetap punya benang merah. Maksimalis bukan berarti tanpa arah, ketika dieksekusi dengan tepat, kitschy wedding bukan hanya terlihat berbeda, Ia terasa hidup. Dan di tengah lautan wedding minimalis yang clean dan muted, konsep ini seperti perayaan keberanian untuk tampil penuh warna.
Terus update tren dan berita terkini pernikahan dengan men-download aplikasi Weddingku di smartphone-mu dan mengikuti media sosial Weddingku di Instagram, TikTok, Facebook, Pinterest, dan YouTube agar kamu tidak ketinggalan infonya!