Prosesi Pernikahan Adat Jawa Yang Perlu Anda Ketahui

 

Pernikahan Anton dan Asri | Foto: Ambrosio

Sebelum mengarungi kehidupan berumah tangga yang ditandai dengan sahnya ikatan pernikahan, pasangan pengantin yang menikah dengan menggunakan adat tradisional Jawa biasanya akan melakukan beberapa prosesi menjelang pernikahan. Prosesi ini memang bisa berlangsung cukup panjang dengan bermacam ritual yang harus dilakukan oleh mereka berdua bahkan melibatkan kedua pasang orang tua dan keluarga. Namun, dibalik semua itu, masing-masing prosesi ini memiliki arti dan filosofi yang baik bagi kedua mempelai dan keluarganya.

Apa saja prosesi pernikahan tradisional adat Jawa yang perlu Anda sebagai calon pengantin ketahui? Mari kita telusuri satu persatu di artikel kali ini.

Bleketepe

Bleketepe adalah daun kelapa yang masih hijau dan dianyam dengan ukuran rata-rata 50cm x 200cm sebagai atap atau peneduh saat resepsi pernikahan. Biasanya bleketepe dipasang oleh orang tua calon pengantin saat pemasangan tenda pernikahan atau tarub.

Tradisi membuat bleketepe sendiri merupakan peninggalan dari Ki Ageng Tarub, salah satu leluhur raja-raja Mataram. Saat itu, anaknya Dewi Nawangsih dengan Raden Bondan Kejawan menikah dan Ki Ageng membuat peneduh dari anyaman daun kelapa. Alasan Ki Ageng melakukan hal tersebut tak lain karena rumahnya yang kecil dan tak mampu memuat semua tamu, sehingga yang di luar rumah tetap teduh dengan adanya daun kelapa tersebut.

Prosesi ini merupakan perwujudan dari penyucian di kayangan yang dinamakan Bale Katapi (tempat pemisahan dan pembuangan kotoran). Dengan demikian, bleketepe berarti orang tua yang mengajak anaknya bersuci.

Salah satu yang memasang bleketepe sebagai rangkaian prosesi pernikahan adalah Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Dilakukan sebelum acara siraman, anak-menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini menyelenggarakannya di kediaman Jokowi di Solo. Jokowi berharap dengan prosesi ini, kelak Kahiyang akan mendapat kemuliaan. Tak hanya sebagai simbol memuliakan kedua mempelai, namun tamu turut serta di dalamnya karena tamu undangan seakan ‘disucikan’ saat melewatinya.

Ada juga janur kuning yang melengkung sebagai pengharapan berkah dan kemakmuran bagi kedua mempelai layaknya meminta cahaya kepada Tuhan.

Kembang Mayang

Ornamen ini berbentuk rangkaian akar, batang, daun, bunga dan buah. Pajangan ini akan memberikan kebijakan dan motivasi bagi kedua mempelai dalam menjalani kehidupan nantinya.

Pasang Tuwuhan

Tuwuhan yang berarti tumbuh-tumbuhan ini diletakkan di tempat siraman. Bisa juga ditambahkan buah-buahan dengan harapan sang pengantin cepat mendapatkan keturunan.

Siraman

Ritual satu ini akan ada tujuh orang atau angka ganjil lainnya yang akan memandikan calon mempelai. Sebelum menuju ritual selanjutnya, sang ayahlah yang akan mengakhiri ritual ini dengan menggendong mempelai ke kamar pengantin.

Adol Dawet

Kedua orang tua akan menjual dawet sebagai hidangan pada para tamu yang hadir. Dawet tersebut tidak dibayar dengan uang melainkan dengan kreweng atau pecahan tembikar dari tanah liat sebagai tanda bahwa pokok kehidupan berasal dari bumi.

Potong Tumpeng

Sajian nasi berbentuk kerucut ini berisikan lauk-pauk yang ditata di sekelilingnya di atas nampan bulat yang terbuat dari anyaman bambu. Hal ini mengisyaratkan kemakmuran dan kesejahteraan. Ritual ini dilakukan oleh orang tua mempelai.

Daulang Pangkasan

Acara ini merupakan prosesi suapan terakhir oleh ayah dan ibu pada calon mempelai sebagai tanda tanggung jawab terakhir dari orang tua kepada anaknya yang ingin menikah.

Tanam Rambut

Menanam rambut bermaksud agar dihindarkan dari keburukan dalam rumah tangga. Ada pula pelepasan ayam yang bermakna orang tua yang sudah mengikhlaskan anaknya untuk hidup mandiri. Prosesi ini menggunakan ayam berwarna hitam.

Midodareni

Prosesi ini merupakan ritual melepas masa lajang calon mempelai. Mempelai wanita akan terlihat sangat cantik seperti bidadari dari surga. Pada malam ini, pengantin wanita akan ditemani pihak keluarga saja dan dilarang untuk bertemu calon mempelai pria. Di sini mempelai wanita juga akan menerima nasihat mengenai pernikahan.

Wedding Style, Prosesi, Serba-serbi Pernikahan


LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP