When We Met
Mereka bertemu tahun 2009 dan menjalin hubungan selama 2 tahun. Awal tahun 2010 mereka memutuskan untuk mulai mencicil persiapan pernikahan, karena mereka mau berusaha sendiri tanpa menyusahkan keluarga. Langkah awal yang dilakukan memang tidak biasa, yakni dengan langsung membeli tiket honeymoon untuk 9 hari di tahun 2011 padahal tanggal dan tempat untuk menikah masih belum ditetapkan. Tetapi justru itu yang meyakinkan mereka untuk segera menyusun acara pernikahan.
Preparation
Sedikit-sedikit persiapan pernikahan mulai dicicil agar nanti pada saatnya tidak terlalu besar biaya yang dikeluarkan. Dimulai dari pesan souvenir pecah-belah ke Surabaya dan dikirim dengan kargo, membeli kebutuhan seserahan saat ada midnight sale, membeli bahan seragam keluarga dan teman serta down payment undangan di Pasar Tebet.
Tema konsep yang ingin digunakan tidaklah sulit, karena sama-sama berasal dari suku yang sama, mereka memilih Red-Gold sebagai tema warnanya. Untuk pakaian pernikahan, Andika memilih menggunakan baju daerah ketimbang kebaya. Kebetulan adat yang ingin digunakan untuk pesta pernikahan itu adalah pesta adat Minang. Kendala yang dihadapi tidaklah terlalu banyak, karena mereka sudah bergerak sejak setahun sebelumnya. Hanya saja keberadaan orang tua yang berada di lain daerah sehingga dari pihak orang tua tidak bisa banyak memberi saran.

Dua bulan sebelum acara, mereka melangsungkan acara lamaran karena kedua orang tua berada di pulau yang berbeda jadi mereka harus mengurus akomodasi orang tua selama lamaran termasuk saat akad dan resepsi nanti. Tiga hari sebelum acara, diadakan pengajian di rumah calon pengantin wanita. Acara akad nikah dilakukan pagi hari di hari H dan dilanjutkan dengan pesta resepsi pada siang hari. Prosesi adat lainnya yang digunakan adalah prosesi adat Minang, yaitu pada malam sebelum acara ada sebuah bagian dari seremoni yakni Malam Bainai di mana calon pengantin diberi petuah-petuah oleh para tetua.
D Day
Akad nikah dilakukan di masjid dengan sangat khusyu. Ikatan cinta yang selama ini terjalin semakin dipererat dengan ijab kabul yang terucap di hadapan Tuhan. Suasana haru pun begitu terasa bercampur baur dengan rasa bahagia dan syukur yang tak ada habis-habisnya. Persiapan yang telah dilakukan dari jauh-jauh hari membuahkan prosesi akad yang lancar dan berjalan dengan mulus tanpa hambatan yang berarti.

Acara resepsi berjalan seperti yang sudah direncanakan diadakan pada siang harinya. Sesuai dengan adat yang mereka pilih untuk mengiringi acara ini, yaitu adat Minang, resepsi diawali dengan masuknya pengantin diiringi Tabuik khas Minang. Secara keseluruhan acara berjalan lancar, walau ada kekurangan di sana-sini tapi tidak merusak acara. Rasa bahagia keduanya terlalu besar sehingga kekurangan tersebut dapat ditutupi.
Wedding Ingredients
Wedding Date: 1 Mei 2011
Wedding venue: Aula Sudirman Cawang
Decoration: Nola catering
Catering: Nola catering
Wedding Gown: Cahaya Minang
Groom Suites: Cahaya Minang
Make Up Artist: Cahaya Minang
D-Day Photographer: Oshan photography
Videographer: Oshan photography
MC & Entertainment : Nola catering
Sound system/effect : Nola catering