Mempersiapkan pernikahan memang sangat menyita waktu, energi, dan pikiran bahkan emosi. Adanya keinginan atau harapan yang tinggi terkait jalannya pernikahan, kekhawatiran pernikahan akan berjalan tak sesuai dengan rencana, dan merasa bekerja sendiri bisa membuat calon pengantin, khususnya perempuan, menjadi tertekan dan mengalami stres.
Dalam dunia seputar pernikahan, jika seperti itu, apa yang dialami oleh calon pengantin wanita itu biasa disebut dengan istilah “Bridezilla Syndrome”. Istilah tersebut disematkan untuk menggambarkan calon pengantin wanita menjadi lebih sensitif, misalnya gampang tersinggung atau marah, mudah menangis, meski hanya karena hal-hal sepele.
Selain karena stres atau cemas jelang hari-H, Bridezilla Syndrome juga bisa terjadi karena calon pengantin wanita merasa sendirian alias “sibuk sendiri”, merasa kurang diperhatikan oleh calon pengantin pria dan orang-orang sekitar.
Jika sudah begini, tentu hal itu bisa berefek atau berdampak ke segala hal terkait persiapan pernikahan, termasuk ke vendor pernikahan. Meski demikian selalu akan ada solusi atau jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi, atau setidaknya untuk mengantisipasi Bridezilla Syndrome :
- Persiapkan pernikahan sedini mungkin
Mempersiapkan rencana pernikahan jauh hari lebih baik. Akan banyak hal positif yang bisa diraih jika memiliki waktu yang lebih banyak. Misalnya tak terburu-buru dalam menentukan detail terkait pernikahan. Begitupun dengan vendor pernikahan yang diajak bekerjasama, mereka akan memiliki waktu dan persiapan yang matang bisa membuat ikatan kerja sama Anda dengan vendor bisa lebih solid.

- Berbagi tugas
Ingat, mempersiapkan pernikahan tak bisa dilakukan sendiri. Jadi, jangan menanggung beban itu sendiri. Berbagilah dengan orang-orang terdekat. Pasangan, keluarga, sahabat, dan vendor pasti akan dengan senang hati bersedia membantu jika Anda meminta. Ingat kembali bahwa Anda tidak bisa mengontrol segala sesuatu seorang diri.
- Komunikasi dengan pasangan, keluarga, dan vendor
Komunikasi merupakan hal penting dalam persiapan pernikahan. Calon pengantin pria harus memiliki kepekaan terhadap pasangannya untuk bisa saling membantu. Calon pria harus bisa memberi ketenangan terhadap pasangannya. Begitu juga dengan calon pengantin wanita, jangan sampai merasa sendiri.
Ungkapkan dan bicarakan apa yang bisa menjadi tanggung jawab bersama, saling berdiskusi dan cari solusi bersama. Ini juga berlaku komunikasi kepada keluarga dan vendor pernikahan.
- Luangkan waktu berkualitas untuk diri sendiri
Luangkan waktu untuk diri sendiri . Coba sediakan waktu untuk santai sejenak dan hindari obrolan untuk membahas rencana pernikahan, termasuk mencari inspirasi pernikahan lewat media sosial.

- Buang Perasaan negatif
Merasa tertekan, stres, juga bisa terjadi ketika selalu memiliki prasangka buruk terhadap segala sesuatu. Jika seperti ini, masalah sepele pun bisa jadi besar jika Anda terus memikirkan hal yang buruk. Karena itu, cobalah untuk membuang dulu perasaaan tersebut agar bisa merasa tenang. Hal ini bukan berarti Anda tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi segala risiko atau pasrah tanpa usaha apa-apa. (WS)
Foto : Dok. Istimewa