Tips Menghitung Jumlah Porsi Catering Pernikahan.

Di antara semua persiapan pernikahan, ada satu hal yang sering bikin deg-degan: catering. Takut kurang? Tamu bisa kecewa. Tapi kalau terlalu banyak? Sayang sekali kalau akhirnya terbuang. Padahal, catering bukan hanya soal makanan, ini tentang pengalaman tamu, kenyamanan acara, dan tentunya efisiensi budget.

Kabar baiknya, menghitung porsi catering sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa mendapatkan jumlah yang “pas”, tepat, dan cukup untuk semua, tanpa berlebihan.

  1. Mulai dari Jumlah Undangan, Tapi Jangan Terlalu Kaku.

Langkah pertama tentu berasal dari jumlah undangan. Dulu, banyak yang langsung mengalikan dua, dengan asumsi setiap tamu datang berpasangan. Tapi sekarang, kebiasaan ini mulai lebih fleksibel. Tidak semua tamu datang berdua, ada yang datang sendiri, ada juga yang membawa keluarga. Pendekatan yang lebih realistis adalah menggunakan estimasi rata-rata, misalnya 1 undangan setara dengan 1,3 hingga 1,5 orang. Dengan cara ini, kamu bisa menghindari overestimate yang berujung pada pemborosan.

  1. Jangan Lupa Tambahkan “Orang Dalam”.

Selain tamu undangan, ada banyak orang yang pasti hadir dan ikut menikmati hidangan, tapi sering terlupakan dalam perhitungan awal. Mulai dari keluarga besar, bridesmaid dan groomsmen, hingga vendor seperti tim WO, fotografer, videografer, dan pengisi acara. Mereka semua adalah bagian penting dari hari pernikahanmu, dan tentu saja, mereka juga perlu makan. Menambahkan jumlah ini sejak awal akan membuat perhitungan jauh lebih aman dan pada akhirnya kamu tidak akan kekurangan makanan.

  1. Perhitungkan Juga Kemungkinan Tamu yang Tidak Hadir.

Meskipun kamu berharap semua undangan datang, kenyataannya tidak selalu demikian. Biasanya, tingkat kehadiran berada di kisaran 70–90%, tergantung lokasi, hari, dan waktu acara. Misalnya, kalau wedding di luar kota atau hari kerja cenderung memiliki tingkat kehadiran lebih rendah dibanding weekend di kota yang sama. Sebagai patokan, kamu bisa mengurangi sekitar 10–20% dari total estimasi awal untuk mendapatkan angka yang lebih realistis.

  1. Sesuaikan dengan Waktu Acara.

Waktu penyelenggaraan pernikahan ternyata bisa sangat mempengaruhi pola makan tamu. Untuk acara siang hari, tamu biasanya datang dalam kondisi lapar dan cenderung memilih makanan berat. Sebaliknya,kalau untuk acara di malam hari, suasana lebih santai dan tamu cenderung mencoba berbagai pilihan makanan ringan dari stall. Karena itu, pembagian porsi bisa disesuaikan:

Untuk siang hari, sekitar 60% buffet dan 40% stall.

Untuk malam hari, bisa lebih seimbang, misalnya 50:50.

Pendekatan ini membantu memastikan makanan yang disediakan sesuai dengan kebiasaan tamu.

  1. Pahami Perbedaan Buffet dan Stall.

Ini salah satu poin yang sering membingungkan. Satu porsi buffet biasanya sudah cukup lengkap, nasi, lauk, dan pendamping. Namun berbeda untuk stall, tamu cenderung memilih satu atau dua jenis saja, meskipun pilihan yang tersedia banyak. Artinya, perhitungan stall tidak bisa disamakan dengan buffet.

Dalam banyak kasus, seringkali jumlah porsi stall perlu diperbanyak karena variasinya lebih banyak dan tamu akan tersebar memilih menu yang berbeda. Tujuannya bukan agar para tamu bisa mencoba semuanya, tapi supaya setiap stall tetap tersedia hingga acara selesai.

  1. Perhatikan Durasi & Flow Acara.

Semakin lama acara berlangsung, semakin besar kemungkinan kalau para tamu makan lebih dari sekali. Misalnya, pada acara dengan durasi panjang atau yang dilanjutkan dengan after party, kebutuhan makanan tentu akan meningkat. Sebaliknya, untuk acara yang singkat dan terjadwal rapi, konsumsi biasanya lebih terkendali. Jadi, selain fokus pada jumlah tamu, kamu juga wajib memperhatikan bagaimana alur acara berjalan.

  1. Diskusikan dengan Vendor Catering.

Meskipun sudah punya gambaran, jangan ragu untuk tetap berdiskusi dengan vendor catering. Mereka biasanya sudah berpengalaman menangani berbagai jenis wedding dan bisa memberikan rekomendasi yang lebih akurat berdasarkan konsep acaramu. Ceritakan detail seperti jumlah tamu, konsep acara, hingga durasi, ini bertujuan agar mereka bisa membantu menyesuaikan perhitungan dengan lebih tepat.

Menghitung porsi catering memang terlihat seperti hal teknis. Tapi di balik itu, ada perhatian besar untuk memastikan setiap tamu merasa nyaman dan terlayani dengan baik. Pilih menu yang umum disukai agar tidak banyak yang tersisa. Sediakan buffer secukupnya, tapi jangan berlebihan. Jika memungkinkan, diskusikan dengan vendor tentang pengelolaan makanan sisa agar lebih bermanfaat. Karena wedding yang baik bukan hanya meriah, tapi juga bijak dalam perencanaan.

Terus update tren dan berita terkini pernikahan dengan men-download aplikasi Weddingku di smartphone-mu dan mengikuti media sosial Weddingku di Instagram, TikTok, Facebook, Pinterest, dan YouTube agar kamu tidak ketinggalan infonya!

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP