Renata & Dicky Outdoor Forest Wedding At Hutan Baturaden, Purwokerto

Bulan Januari 2002 merupakan awal pertemuan kedua pasangan berbahagia ini. Berada dalam satu tempat kost membuat Renata dan Dicky dekat. Momen makan malam menjadi hal yang tidak pernah terlupakan kala keduanya menghabiskan waktu bersama. Namun cinta bertepuk sebelah tangan. Saat itu Renata masih menganggap Dicky hanyalah teman dekatnya saja. Namun seiring waktu harapan Dicky pun terpenuhi dengan berjalannya kisah cinta mereka selama 3 tahun.

Tiga tahun tersebut bukan tanpa kendala, orang tua Renata ternyata tidak menyetujui hubungan asmara keduanya. Akhir tahun ketiga pun mereka berpisah selama sebulan dengan kesedihan yang mendalam. Dua insan yang dicumbu asmara ini tak kan bisa terpisahkan oleh tempat dan waktu. Renata beruntung, Dicky merupakan orang yang setia dan pengertian untuk hal ini. Setelah Dicky memberi pengertian pada kedua orang tua Renata, mereka akhirnya menyetujui hubungan keduanya sampai dengan lamaran di tahun 2009.

Preparation
Lamaran telah dilakukan lebih dulu pada tahun 2009, namun keduanya mengaku belum siap untuk menghadapi dan mempersiapkan segala hal tentang pernikahan yang akan mereka jalani untuk satu hari penuh kenangan. Persiapan baru dilakukan oleh keduanya di tahun 2011 ini, berbagai konsep unik mereka kembangkan sendiri, yang terpenting bagi keduanya ialah berada dalam suasana sakral namun kekeluargaan.

"Intimate holy matrimony" menjadi tema mendasar diadakannya pemberkatan di alam terbuka. Awalnya keduanya ragu bahwa pastur akan setuju untuk datang ke tempat pemberkatan di Hutan Baturaden, Purwokerto. Namun justru sebaliknya, pastur sangat mendukung rencana keduanya untuk melangsungkan pernikahan di asrinya hutan.

Beruntung salah satu dari calon mempelai juga bekerja sebagai vendor wedding, jadi urusan persiapan dapat dibilang mudah. Dengan banyaknya teman dari vendor lain yang membantu. Persiapan bukan tanpa halangan, kendala terbesar justru datang dari venue yang akan mereka pakai untuk pesta pernikahan. Karena lokasi yang begitu jauh dari Jakarta, membuat keduanya harus berjibaku membagi waktu untuk melancarkan segala proses pernikahan hari itu.

D Day
Mentari bersinar dengan terang pagi itu membuat Renata dan Dicky yang sedari malam yang khawatir pun akhirnya bisa tersenyum lebar. Acara pemberkatan pagi ini telah direncanakan dengan matang dan satu hal yang tidak bisa mereka rencanakan ialah cuaca. Namun segalanya terasa sempurna dengan cerahnya sinar matahari hari itu dan dihadiri oleh kerabat dekat dan keluarga.

Tidak banyak upacara adat yang mereka jalankan, hanya teapai, pemberkatan dan resepsi di malam harinya. Hari itu, Renata mengenakan dua gaun pilihan dari Albert yang didesain khusus untuk acara pemberkatan yakni gaun dengan potongan pendek di atas lutut dan gaun mermaid untuk resepsi.

Pemberkatan sakral hari itu di tambah pula dengan hadirnya guyonan kecil dari pastur saat telah mensahkan keduanya sebagai suami dan istri. Biasanya sang suami harus membuka veil sang istri berlanjut dengan menciumnya, namun dikarenakan veil yang Renata gunakan hanya sebatas dahi jadilah sang pastur kebingungan harus membuka apa.

Kepuasan lain datang dari vendor make up pilihan Renata, WNG make up artist. Make up yang menempel pada kulitnya tidak ada perubahan atau retak sedikitpun. Menjadikan sang mempelai wanita tetap cantik dan anggun sepanjang hari hingga malam resepsi berakhir.

Wedding Ingredients
Wedding date: 02 Juli 2011
Wedding Matrimony: Hutan Baturaden, Purwokerto
Wedding Gown: Albert Yanuar
Groom Suits: Brutus
Catering : Dynasty Hotel Purwokerto
Invitation Card: H2 card
Suvenir: Gimmix
MC: Joe Iskandar
Entertainment: Gail and Team
Sound system: Dynasty Hotel
Dekorasi: Yudistira Dekorasi Purwokerto dan Colors Deco, Jakarta
Make Up: WNG make up artistry
Photoraphy: thePhotographwedding
Videography: Yosep Sugiarto

Teks Novi Rahayu Foto thePhotographwedding

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP