Luxurious and Elegant Wedding In Sanggar Miorosa For Ayuningtyas Nirmala & Satriya Wibawa

Memulai hubungan di bulan Juli 2010, saat itu Satriya sedang menjalani kursus di Jogja. Pacaran jarak jauh menjadi kisah kedua individu yang meniti jalinan cinta bersama. Perjalanan ini ternyata bukan hanya sementara, setelah Satriya menyelesaikan kursusnya di Jogja ia pun mendapat surat tugas penempatan di Aceh. Jalinan kisah pun kembali mereka rajut dengan penuh kesabaran dan kasih sayang yang mendalam.

Ayu yang sedang menyelesaikan S2 di Jakarta seringkali merasakan kangen yang mendalam dan membutuhkan dukungan dalam setiap langkahnya, pada masa-masa itu kehadiran Satriya lah yang dapat menyembuhkan semua kangennya. Namun rasa itupun tak dapat terwujud karena berbagai tugas yang diemban oleh Satriya di tempat rantauannya.

Satriya dan Ayu mengaku tak pernah sekali pun beradu pendapat tentang satu dan lain hal di perjalanan perkenalan 2 tahun ini. Akhirnya keduanya memutuskan menikah di bulan November 2011. Karena pacaran jarak jauh ini terasa spesial dan sangat berarti bagi keduanya.

Preparation
Ayu bersyukur, menjelang pernikahannya di bulan November 2011 Satriya sedang mengikuti pendidikan di Bogor. Sehingga keduanya dapat mempersiapkan pernikahan, walaupun hal ini hanya bisa dilakukan pada hari sabtu dan minggu. Tetap saja kedekatan ini membuat keduanya tambah semangat mempersiapkan pernikahan mereka.

Satriya dan Ayu sepakat untuk tidak menggunakan wedding organizer, keduanya memilih semua vendor sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh mereka. Bersyukur Satriya dan Ayu menemukan vendor yang memberikan pelayanan terbaik di hari pernikahan mereka.

Mulai dari test food untuk katering, pemilihan souvenir, desain undangan hardcover berbentuk embose dengan paduan warna biru, gold dan broken white dari NC Card, pemilihan pihak yang akan meliput, semua ini dilakukan tanpa melibatkan keluarga karena tidak ingin merepotkan dan demi terwujudnya momen satu hari penuh kasih di pernikahan mereka.

Konsep awal pernikahan yang keduanya inginkan ialah mewah dan elegan dengan perpaduan biru, broken white dan gold. Mengingat Satriya merupakan perwira TNI Angkatan Udara, maka keduanya setuju menikah dengan upacara tradisi militer Pedang Pora. Pemilihan tema warna ini pun disesuaikan dengan seragam upacara Satriya yang berwarna biru.

D Day
Pernikahan berlangsung di Gedung Puri Ardhya Garini, Halim. “Aku suka sama fasilitas gedungnya karena memiliki kapasitas yang besar, serta tersedia parkiran yang luas. Kalau dari interiornya, aku suka sama warna dan desain karpetnya yang unik dan sekiranya akan sesuai dengan tema yang sudah kami pilih,” ujar Ayu menjelaskan mengapa ia memilih gedung ini sebagai venue digelarnya resepsi pernikahan.

Karena Satriya dan Ayu memiliki keluarga berdarah Jawa yang kental akan budaya penanggalan, maka keduanya setuju ketika keluarga memilih tanggal 8 Juni 2012 sesuai tanggalan weton sebagai hari baik untuk melangsungkan pernikahan bagi keduanya.

Selain karena permintaan orang tua, Satriya dan Ayu setuju lantaran keduanya juga menyukai angka 8. Awal mulanya saat mereka mengunjungi waterpark di bilangan Jakarta Barat, sambil iseng berfoto, secara tak sadar mereka mendapatkan hasil foto yang banyak mengandung unsur angka 8. Sejak saat itulah keduanya menganggap angka 8 merupakan angka keberuntungan.

Sanggar Rias Miarosa membuat Ayu hari itu terlihat pangling dan ayu, sesuai namanya. Karena Satriya yang berasal dari Solo maka Ayu memilih riasan Paes Solo yang tidak terlalu tebal sehingga hasilnya sangat sesuai dengan kulit wajah Ayu. Bukan hanya bertindak sebagai vendor perias, namun juga kebaya yang dipakai di hari itu pun hasil buah tangan sanggar tersebut. Mengambil desain kebaya modern.



Dendeng balado yang menjadi menu andalan Permata Catering hari itu menjadi buah bibir para tamu yang hadir memenuhi undangan. Tak salah rasanya ketika Ayu memilih katering ini untuk dihadirkan pada hari pernikahannya. Selain makanan yang kesemuanya menggugah selera indera perasa, pelayanannya pun terus menerus berada ditempatnya untuk membantu para tamu yang ingin menikmati hidangan.

Kepuasan juga datang dari vendor dekorasi hari itu. Permata Dekorasi memberikan kejutan berupa lampu tembak yang dapat berubah warna, bukan itu saja, jatuhan bunga melati dihadirkan tepat saat penerima tamu hadir di gazebo. Secara keseluruhan Satriya dan Ayu sangat puas dengan semua vendor yang bertanggung jawab di hari pernikahan mereka saat itu.

Wedding Ingredients
Date: 8 June 2012
Venue: Puri Ardhya Garini Halim
Gaun Mempelai
Kebaya akad: Kebaya Ambu Bandung
Resepsi: Sanggar Miarosa
Jas Pengantin: Sanggar Miarosa
Katering: Permata Catering
Kartu Undangan: NC Card
Suvenir: Titi Souvenir
Dekorasi: Permata
Make Up : Sanggar Miarosa
Photographer: Bagas Triguna
Videographer: Dimitry Walk

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP