Wujud Cinta Adik Kepada Kakak dalam Prosesi Langkahan

Ketika sepasang kekasih memutuskan untuk menikah, itu berarti keduanya telah mempersiapkan lahir dan batinnya untuk melangkah menuju kehidupan yang baru. Telah mempersiapkan mental untuk menjalani hidup mandiri, lepas dari tanggung jawab orang tua. Namun, bagaimana bila sepasang calon pengantin ini memiliki kakak yang belum siap untuk menikah, atau belum memiliki pasangan?

Dalam budaya Timur memang sepatutnya sang kakak menikah terlebih dahulu. Namun bila sang adik lebih dulu siap daripada kakak, mau tak mau sang kakak terpaksa merelakan diri untuk “dilangkahi”. Menurut kepercayaan, dengan adik menikah lebih dulu, konon akan mempersulit kakak menemui jodohnya. Oleh karena itulah, di beberapa daerah seperti Jawa dan Sunda digelar prosesi “Langkahan” yang bertujuan menghormati kakak tercinta yang telah bersedia dilangkahi, juga untuk memberi kelancaran jodoh kepada sang kakak dan kelancaran acara pernikahan sang adik.

Dalam tradisi Jawa, ada beberapa ubarampe yang harus disiapkan sebelum prosesi ini, yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Yang pertama adalah tumpeng golong, sebuah tumpeng kecil yang terbuat hanya dari nasi putih. Tumpeng ini merupakan miniatur gunung, dimana warna putihnya melambangkan keluhuran budi sang adik. Yang kedua, ayam ingkung bakar, dimaksudkan untuk membakar kesalahan-kesalahan masa lalu sehingga sang kakak menerima dilangkahi. Yang ketiga adalah semangkuk air dengan bunga mawar merah, mawar putih, dan kenanga, yang melambangkan kesejukan. Dan terakhir adalah tebu yang dipergunakan sebagai tongkat, bermakna pegangan hidup agar hidup sang calon pengantin lebih terarah.

Sementara urut-urutan ritual Langkahan itu sendiri sebagai berikut:

  1. Calon pengantin duduk dan mengucapkan salam kepada kakaknya yang duduk diapit kedua orangtua.
  2. Sambil sungkem di hadapan kakak, calon pengantin menyatakan permohonan maaf apabila selama ini sering berbuat salah. Lalu memohon ijin dan keikhlasan sang kakak untuk dilangkahi menikah lebih dulu.
  3. Setelah Kakak memberi keikhlasan, sang adik mengucapkan terimakasih dan mendoakan sang kakak agar segera menemukan jodohnya. Kemudian menyerahkan “plangkahan” kepada kakak, dan meminta kesediaan sang kakak untuk tetap membimbingnya dalam menjalani kehidupan.
  4. Sang kakak memegang tebu wulung yang diikat dengan ingkung bakar sebagai tongkat sambil berpegangan tangan dengan sang adik, lalu membimbing adik melangkahi tumpeng golong sebanyak tiga kali.

Sejatinya Langkahan adalah sebuah bentuk cinta dan penghormatan adik kepada kakak. Karenanya, meski dalam prosesi ini sang kakak dibolehkan meminta imbalan kepada adik, selayaknyalah permintaan tersebut disesuaikan dengan kemampuan sang adik, sehingga tidak terlalu memberatkan, apalagi membuat sang adik terpaksa menunda pernikahannya.

Foto : Dok. Instagram @mamiehardo

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP