Dua Budaya, Batak & Jawa Dalam Satu Cinta di Balai Kartini

REDHA BHAWIKA PUTRA & TIARMA OCTRIVIANI - 10 OKTOBER 2014
 by | 0

Siapa yang menyangka, kuliah di kampus yang sama menjadi awal kisah bagi Titi dan Redha menuju cinta sejatinya. Di Institut Teknologi Bandung, baik Redha maupun Titi terdaftar di fakultas dan tahun angkatan yang sama, hanya berbeda jurusan. Berada di satu fakultas yang sama serta merta menghubungkan lingkup pertemanan keduanya, sehingga Redha dan Titi memiliki beberapa teman yang sama. Dan suatu ketika seorang teman yang mengenal mereka berdua mengajak makan malam bersama. Sebuah makan malam yang merupakan titik awal kedekatan keduanya, hingga akhirnya memutuskan untuk berpacaran.

Senyum bahagia setelah resmi menjadi pasangan suami istri

Resepsi dalam adat Batak dengan nuansa gold

Dominasi putih sebagai latar pengantin Jawa memberikan nuansa yang berbeda

Suap-suapan

Dekorasi Jawa dalam nuansa putih

Berbalut kebaya & jas putih di pemberkatan

Tari Gatot Kaca gandrung memeriahkan resepsi adat Jawa

Redha & Titi dalam balutan busana pengantin Solo Basahan

Siapa yang menyangka, kuliah di kampus yang sama menjadi awal kisah bagi Titi dan Redha menuju cinta sejatinya. Di Institut Teknologi Bandung, baik Redha maupun Titi terdaftar di fakultas dan tahun angkatan yang sama, hanya berbeda jurusan. Berada di satu fakultas yang sama serta merta menghubungkan lingkup pertemanan keduanya, sehingga Redha dan Titi memiliki beberapa teman yang sama. Dan suatu ketika seorang teman yang mengenal mereka berdua mengajak makan malam bersama. Sebuah makan malam yang merupakan titik awal kedekatan keduanya, hingga akhirnya memutuskan untuk berpacaran. 

Setelah menyelesaikan pendidikan dan mapan bekerja, barulah keduanya mulai memikirkan untuk menikah. Maka diputuskan bulan Oktober menjadi momen yang pas bagi keduanya untuk menikah sebab di bulan itu pula bertepatan satu tahun sebelumnya Redha melamar Titi di Bali.

Berasal dari dua latar budaya yang berbeda, Redha Jawa tulen sementara Titi asli Batak membuat keduanya yakin untuk mengadakan dua resepsi sekaligus seminggu setelah pelaksanaan pemberkatan. Konsep resepsi pernikahan berlatar budaya Jawa dan Batak ini mendapatkan sentuhan yang berbeda.  Tema vintage flower dengan dominasi warna putih menghadirkan keunikan tersendiri pada resepsi dengan nuansa Jawa. Sementara pada resepsi bertema Batak, nuansa gold tembaga berlatar pelaminan yang dihiasi kain ulos berhasil mencuri perhatian.


BACK
TO TOP

Klik "Ya" Untuk Mendapatkan Update Promo Terbaru Dari Weddingku!