message

Raditya & Jovanzka Vintage Autumn Wedding In Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

IGNATIUS RADITYA SANTOSO & JOVANZKA DEVINA HASONO - 20 SEPTEMBER 2014
| 0

Mengingat bulan September adalah musim gugur di luar negeri, Raditya dan Jovanzka ingin membawa suasana autumn tersebut ke dalam resepsi pesta pernikahan mereka. Tentunya dilengkapi dengan warna oranye, sesuai dengan warna daun maple di musim gugur.

When We Met Raditya dan Jovanzka bertemu pada bulan Desember 2009. Saat itu, Raditya masih berkuliah di New Zealand dan Jovanzka berkuliah di Jakarta. Kakak Raditya, Maya adalah dosen pengajar Jovanzka di UPH dan hubungan mereka sangat dekat, jauh sebelum Jovanzka mengenal Raditya. Ketika Raditya kembali dari New Zealand untuk merayakan Natal bersama dengan keluarga, dari situlah awal mula perkenalan mereka sebagai teman. 

Love Story Raditya hanya mempunyai waktu seminggu untuk berkenalan dengan Jovanzka karena ia harus kembali ke New Zealand untuk melanjutkan kuliahnya. Pada waktu itu, keduanya belum memiliki perasaaan yang istimewa terhadap satu sama lain. Selain baru berkenalan selama 1 minggu, Jovanzka pun baru putus cinta. Ia tidak ingin menjadikan Raditya sebagai pelarian. Seiring berjalannya waktu, hati Jovanzka semakin yakin bahwa Raditya adalah pria yang ia cari. Meski harus menjalani hubungan jarak jauh, Jovanzka yakin ia dan Raditya dapat menjalaninya dengan baik. Cinta mereka semakin kuat karena keduanya merasa saling melengkapi.

4 Years and Still Count…Raditya melamar Jovanzka secara pribadi dengan menanyakan langsung kesediaan sang pujaan hati untuk membangun rumah tangga bersamanya. Masa berpacaran yang hampir 4 tahun dan sudah melewati banyak hal bersama, membuat Raditya dan Jovanzka merasa inilah saat yang tepat. 

Yang membuat Jovanzka amat terharu bukanlah cara Raditya melamar dirinya, tetapi bagaimana sang kekasih langsung menghampiri ayahandanya dan mengutarakan keseriusannya terhadap putri tercinta. 

The Wedding Themes Tema pesta pernikahan yang dipilih oleh Raditya dan Jovanzka terbilang cukup unik. Keduanya sepakat memilih “Autumn-Barnyard Wedding”.  Semua berawal dari Jovanzka  yang sangat menyukai  tema vintage wedding dan berhubungan dengan wooden panel. Mengingat bulan September adalah musim gugur di luar negeri, Raditya dan Jovanzka ingin membawa suasana autumn tersebut ke dalam resepsi pesta pernikahan mereka, tentunya dilengkapi dengan warna oranye, sesuai dengan warna daun maple di musim gugur.

The Wedding Preparations Banyak proses-proses serta perubahan desain dari awal perencanaan sampai mendekat hari-H. Dimulai dari pemilihan bunga sampai dengan pemilihan design photobooth. Raditya dan Jovanzka  sangat menekankan bahwa warna oranye yang mereka inginkan tidak boleh terlihat norak, melainkan memberi kesan berkelas dan anggun. Dalam mempersiapkan dekorasi, Raditya dan Jovanzka sangat terbantu oleh Butterfly Event Styling. Mereka sangat menghargai kerja keras para vendor, terutama untuk pembuatan foto galeri. Jovanzka selalu bermimpi, foto-fotonya bisa digantung di atas balon berhelium dan mimpi Jovanzka pun terwujud. (Baca juga: Ten Creative Ways To Display Family Photos At Your Wedding). Buket bunga untuk  Jovanzka dan seluruh keluarga besar adalah karya Ibunda dari Raditya. 

Wedding Gowns & Suit Pesta pernikahan merupakan hari yang sangat spesial untuk pasangan yang akan menikah. Jovanzka pun berpikir hal yang sama. Untuk itu, ia merancang sendiri gaun pernikahannya (big gown long tail Cinderella). Dari pemilihan lace sampai kain tille dilakukannya sendiri. Jovanzka memilih warna putih untuk gaun pengantinnya, dengan taburan Swarovski sehingga terlihat elegan. (Baca juga: Pretty Bride in White Wedding Dresses). Sedangkan untuk jas pengantin , Raditya memilih untuk mengenakan klasik tuksedo berwarna hitam dengan dasi kupu-kupu hitam.

The Best Moments Raditya dan Jovanzka memilih momen terbaik adalah ketika keduanya mengucapkan janji pernikahan di gereja, di hadapan Tuhan dan kedua orang tua mereka. 

Ketika Raditya dan Jovanzka turun ke lantai dansa, melakukan dansa pertama dan ciuman pertama sebagai pasangan suami istri juga menjadi momen istimewa yang tidak mungkin dapat mereka lupakan.  

The Special Moments Raditya dan Jovanzka mengadakan 3 kali upacara pernikahan. Dimulai dari Kebaktian Ucapan syukur seminggu sebelum hari-H, upacara sangjit, dan malam midodareni sehari sebelumnya. Pemberkatan dan resepsi pesta pernikahan digelar pada hari Sabtu dan dilanjutkan dengan pernikahan adat Jawa pada hari Minggu. Semuanya menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Walauapun melelahkan, Raditya dan Jovanzka sangat menikmati detik demi detik acara pernikahan mereka. 


BACK
TO TOP