message

Pernikahan Adat Karo Lidya dan Indra di JW Marriott Hotel Jakarta

LIDYA PURNAMASARI SURBAKTI DAN INDRA PRATAMA - 10 MARET 2017
| 1958

Kehadiran orang ketiga tidak selamanya membawa keretakan, orang ketiga juga dapat menjadi penghubung yang sempurna untuk menyambungkan seutas tali jodoh yang belum tersambung. Seperti awal perkenalan Lidya dan Indra.

Kehadiran orang ketiga tidak selamanya membawa keretakan, orang ketiga juga dapat menjadi penghubung yang sempurna untuk menyambungkan seutas tali jodoh yang belum tersambung. Seperti awal perkenalan Lidya dan Indra.

Orang ketiga protagonis yang dimaksud adalah tante Lidya atau teman dari mama Lidya yang kenal Indra. Tante Lidya mengenal Indra di gereja karena sering ibadah bersama. Pada perjumpaan pertama baik Lidya maupun Indra hanya sebatas berkenalan biasa tanpa meninggalkan kesan di hati masing-masing. Hingga setahun berselang, tante Lidya yang pantang menyerah memberikan nomor handphone Lidya pada Indra. Kali ini Indra tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendekati Lidya lewat Whatsapp maupun mengobrol di telepon. Mendapat sambutan baik dari Lidya, Indra yang saat itu sedang mendapat tugas di Sorong, Papua berencana untuk bertemu Lidya ketika ke Jakarta.

Di Jakarta, Lidya dan Indra lebih leluasa bicara hingga membicarakan topik keluarga yang diketahui bahwa kakek dan nenek dari Indra maupun Lidya sudah saling kenal. Sehingga dapat dikatakan kedua keluarga sudah tidak asing lagi yang semakin menambah sederet alasan mengapa akhirnya Lidya setuju untuk menjalani hubungan serius dengan Indra. Arti Indra bagi Lidya merupakan seseorang bijaksana, humoris dan yang lebih penting memiliki hobi yang sama, makan dan nonton.

Ending yang sudah ditunggu-tunggu setelah dua setengah tahun berpacaran semakin jelas di depan mata. Setelah penantian panjang menunggu Lidya meraih gelar dokter gigi, persiapan jelang pernikahan mulai dituntaskan satu persatu. Jika biasanya calon pengantin pria lebih menyerahkan segala persiapan pada pasangannya, Indra berbeda yang ingin membantu dalam persiapan walaupun sedang berada jauh di Sorong dan Kendari. Hingga berimbas pada mencocokkan waktu bertemu vendor.

Setelah melalui masa-masa genting, keduanya dapat bernafas lega dengan bantuan WO. Saatnya Lidya dan Indra mulai fokus menjalani berbagai upacara adat yang sudah dimulai sebelum hari-H. Memiliki darah Karo, upacara adat pun dijalani sesuai runutan prosesi Karo yang diawali nungkun kata (semacam pertemuan keluarga membicarakan lamaran), mbaba belo selambar (acara jelang pernikahan), dan kerja adat (serangkaian prosesi adat pada hari-H).

Berlangsung selama tiga hari yakni pemberkatan, kerja adat Karo dan resepsi. Stamina Lidya dan Indra cukup terkuras, tetapi seakan rasa lelah sedikit hilang karena hari pernikahan harus dirayakan dengan sukacita. Hingga hari terakhir pada acara resepsi pun Lidya dan Indra tetap menebar senyum bahagia. Resepsi yang berlangsung di JW Marriott Hotel Jakarta didekorasi cukup unik, setelah beradu argumen Lidya yang ingin berkonsep garden dengan banyak dedaunan seperti hutan. Sedangkan Indra kurang setuju konsep tersebut dan akhirnya diputuskan mengangkat konsep halaman rumah. Dimana pelaminan diibaratkan rumah dengan area ballroom dan foyer sebagai halaman.

BACK
TO TOP