Romantic Javanese Wedding

MEGA & IBRAHIM - 30 OKTOBER 2018
| 474

OUR LOVE STORY Mega dan Ibrahim pertama kali bertemu lewat sosial media. Seiring waktu berlalu setelah mengenal lebih jauh keduanya baru menyadari pernah bersekolah di tempat yang sama. Bedanya pada angkatan dimana Ara adalah kakak kelasnya. Anehnya, percaya atau tidak selama sekolah keduanya tidak pernah kenal atau menyadari kehadiran masing-masing. Bahkan semakin lama mengenal keduanya pun baru mengetahui adik mereka masing-masing saling kenal dan sekolah di SMA yang sama satu angkatan.


Dari kesamaan tersebut semakin banyak memberi alasan keduanya untuk dekat hingga membuat yakin membawa hubungan tersebut pada komitmen serius. Mendapat persetujuan dan usai melangsungkan lamaran, Mega dan Ibrahim bergegas mempersiapkan pernikahan dengan mulai mencari tanggal dan bulan yang tepat untuk melakukan pernikahan. Tidak lama kemudian mendapatkan tanggal pernikahan pada 30 Oktober 2018.


Mengusung budaya Jawa untuk akad, Mega memilih Maharani untuk merias paes dan sanggul Jawa. Maharani juga cukup responsif dan cepat dalam merias saat akad, kebetulan Mega ingin menggunakan busana Jawa untuk akad. Untuk busana pengantin karena dipakai hanya sekali, Mega yang mempunyai background design mencoba mendesign sendiri kebaya pengantin wanita bersama dengan penjahit langganan. Mega dibantu dengan adik dan ibu sampai mencari kain, payet dan kancing swarovski sendiri ke berbagai toko di Banyuwangi dari Pasar Muncar hingga Pasar Banyuwangi demi menekan budget dan tak lupa setiap minggu kami mengunjungi tukang jahit untuk memberi feedback dan mengontrol jahitan. Sepatu pengantin wanita pun buat sendiri di tempat jahit langganan. untuk beskap pengantin pria, beskap keluarga inti dan kain keluarga dan kedua pengantin menggunakan Maharani.


Pada hari pernikahan tiba, Mega & Ibrahim merasa cukup puas dengan seluruh hasil kerja vendor.

BACK
TO TOP