Traveling Around The World For My Wedding Theme In JW Marriott Hotel Jakarta

TEH RICHARD & TIFFANNY RUSLI - 06 DESEMBER 2014
| 821

Setelah percakapan singkat, akhirnya Richard berhasil membuat Tiffanny memberikan nomor telepon selulernya. Kurang lebih satu minggu kemudian, Richard mencoba menghubungi Tiffanny untuk bertemu. Intensitas pertemuan keduanya membuat cinta timbul di hati mereka. Banyaknya kesamaan karakter membuat mereka tidak membutuhkan banyak penyesuaian.

Together with Me Universal Studio Singapore menjadi tujuan berlibur Richard dan Tiffanny. Di sana mereka menyempatkan diri menyaksikan sebuah pertunjukan. Ketika pertunjukan selesai, tanpa diduga oleh Tiffanny, Richard naik ke atas panggung dan meminta perhatian dari seluruh pengunjung yang saat itu masih memadati area. Di atas panggung, dengan sangat percaya diri, Richard pun melamar Tiffanny. Kru dari Universal Studio Singapore menjemput dirinya dan memintanya naik ke atas panggung. Pada akhirnya Tiffanny diberitahu bahwa itu semua ternyata sudah direncanakan oleh Richard dengan pihak Universal Studio Singapore  tanpa sepengetahuannya. Mereka juga diberitahu oleh pihak Universal Studio Singapore bahwa lamaran secara langsung yang dilakukan Richard baru terjadi pertama kalinya di sana. 

The Wedding Themes Tema Pesta pernikahan yang dipilih oleh Richard dan Tiffanny adalah “Traveling Around the World”. Alasan memilih tema tersebut adalah karena keduanya sama-sama suka melakukan perjalanan dan mempunyai impian untuk bisa berkeliling dunia sambil menyentuh hidup banyak orang di seluruh dunia. Perjalanan pertama diawali dengan bulan madu selama 46 hari non-stop dari tanggal 22 Feb – 2 April 2015.

The Wedding Preparation Persiapan pesta pernikahan keduanya cukup lama karena Richard tergolong orang yang sangat selektif dalam memilih tema maupun vendor. Keduanya mengaku sempat beberapa kali mengganti tema pesta pernikahan sebelum akhirnya memutuskan untuk mengangkat tema “Traveling around the world”. (Baca juga: Wedding Ideas: 5 Tema Dekorasi Pernikahan Terfavorit). Persiapan pesta pernikahan mereka amatlah seru dan memuaskan karena Richard dan Tiffanny memilih sendiri satu persatu vendor pernikahan mereka. 

Wedding Ideas Cufflink: Richard sengaja memilih cufflinks dengan toilet sign “male” dan “female” sesuai tempat pertama kali keduanya bertemu. Wedding cake: Richard dan Tiffanny sengaja memilih wedding cake berbentuk Eiffel Tower setinggi 5,6 meter sesuai dengan tema pesta pernikahan keduanya. Photobooth Theme: Richard dan Tiffanny memilih backdrop berupa World Map. Sesuai dengan impian mereka yang bisa berkeliling dunia sambil menyentuh hidup banyak orang di setiap tempat mereka menginjakkan kaki. (Baca juga: Livening Up Your Photo BoothEntertainment: Richard dan Tiffanny sengaja memilih lagu-lagu bergenre anak muda yang up to date, lengkap dengan Flash Mob LED dancer

Wedding Gown & Suit Tiffanny  langsung jatuh cinta dengan gaun pengantin dari Catherine yang kelihatan sangat mewah dan elegan. Dan ternyata gaun pilihan Tiffanny adalah gaun pengantin paling besar dan paling berat yang pernah ada di Catherine. Untuk jas pengantin Richard memilih tuksedo karena pesta pernikahan keduanya juga mengusung gaya American style.

The Best Moment Richard dan Tiffanny sama sekali tidak memiliki dasar sebagai penari, tapi mereka sengaja menyewa professional dancer untuk melatih dan  membuat koreografi untuk dua sesi yaitu prosesi masuk dan wedding kiss. Alhasil Richard dan Tiffanny sangat puas dengan respon tamu undangan yang bersemangat turut menari bersama. Richard dan Tiffanny menyiapkan kejutan untuk para tamu undangan. Pada saat lampu dimatikan total, para LED dancer menari flash mob, yang diakhiri dengan mereka melingkari pasangan pengantin sambil membuat bentuk LOVE dengan LED. Di sanalah Richard dan Tiffanny melakukan wedding kiss.


BACK
TO TOP