Real Wedding

Ben and Mei Romantic Wedding At Semara Luxury Villa Resort, Uluwatu, Bali

BENNY SOEDARGO & MEITY - 07 JUNI 2015
by  1224Color:

Tema pesta pernikahan Ben dan Mei lebih mengarah ke romantic wedding dengan warna peach yang mendominasi, karena Mei merasa warna peach adalah warna yang sangat lembut dan romantis, serta dapat menyatu dengan warna laut.

Peach Peep-toe Heels

Hand Bouquet By Jonquilla Decor

Groom`s Shoes

Pinky Wedding Sign

Simple Flowery Wedding Invitation

Groom`s Preparation

Flawless Makeup By Melia Momiji

The Groom and His Bestmen

Beautiful Bride in White

The Bride and Her Bridesmaids

Stunning Wedding Isle with sea as the Background

Gorgeous Bride Walking Down The Aisle

Wedding Ceremony Nuance

I Promise to Love You Until The End

Peach and White Baloons Were Released

Pretty Little Detail

Sweet Peach Wedding Table Setting

Romantic Wedding Kiss

Happy Bride and Groom Entering The Reception Location

Bride and Groom Wedding Table

3 Tiers Simple White Flowery Wedding Cake

OUR LOVE STORY Ben dan Mei pertama kali bertemu di salah satu café di Jakarta. Ketika itu, Ben yang tinggal di Surabaya sedang berkunjung ke Jakarta karena urusan pekerjaan. Selagi berada di Jakarta, Ben pun membuat janji untuk bertemu dengan teman baiknya yang juga merupakan teman baik Mei. Di acara berkumpul bersama dengan teman-teman itulah, Ben dan Mei bertemu untuk pertama kalinya. Namun saat itu, Mei tidak terlalu banyak berbicara kepada Ben karena Ben adalah orang yang sangat pendiam, sehingga pertemuan pertama tersebut tidak meninggalkan kesan yang mendalam bagi keduanya. Walaupun demikian, Ben dan Mei tetap saling berhubungan melalui Facebook dan BBM. Setelah pertemuan pertama tersebut, Ben dan Mei juga sempat mempunyai pacar sebelum akhirnya bertemu lagi di tahun 2012 ketika keduanya sudah sama-sama putus dengan pacar masing-masing. Ben yang mendapatkan informasi dari teman baiknya bahwa Mei sudah putus pun mulai mendekati Mei dan tidak lama setelah itu pada tahun 2013, mereka resmi berpacaran. Sempat menjalani hubungan jarak jauh karena Ben harus kembali ke Surabaya untuk bekerja, namun rasa cinta yang kuat dan komitmen yang semakin serius membuat keduanya tidak bisa berlama-lama terpisah jauh. Mei pun dengan berani mengambil keputusan untuk pindah dan bekerja di Surabaya.

THE WEDDING PREPARATIONS Karena sebelumnya Mei dan Ben disibukkan dengan mempersiapkan acara pertunangan mereka, persiapan pesta pernikahan pun baru dimulai pada bulan November 2014, yaitu 7 bulan sebelum hari-H. Persiapan terberat sekaligus tidak terlupakan adalah ketika mencari tempat pesta pernikahan. Selama dua hari, Ben dan Mei mengitari daerah Uluwatu, Bali untuk mencari venue idaman mereka yaitu tempat yang terdapat cliff top. Beruntung Ben dan Mei mendapatkan seorang supir yang baik hati yang dengan sabar menemani mereka mencari venue bahkan memberikan rekomendasi tempat yang ia tahu. Merasa seperti berjodoh, Ben dan Mei memilih tempat yang pertama kali mereka datangi. Selain venue, persiapan tersulit lainnya adalah menentukan gaun pengantin. Mei sempat bingung untuk memilih vendor di Jakarta atau vendor di Surabaya. Mei pun mempercayakan pembuatan gaunnya di tangan seorang desainer asal Surabaya yang dapat mewujudkan gaun seperti yang Mei inginkan.

WEDDING THEME Tema pesta pernikahan Ben dan Mei lebih mengarah ke romantic wedding dengan warna peach yang mendominasi, karena Mei merasa warna peach adalah warna yang sangat lembut dan romantis, serta dapat menyatu dengan warna laut.

THE BEST MOMENT Momen terbaik yang dirasakan Mei pada hari pernikahannya adalah pada saat pengucapan janji pernikahan. Momen tersebut sangat mengharukan dan membuat Mei tersentuh, karena Ben yang selama ini tidak pernah menangis di depannya, meneteskan air mata ketika mengucapkan janji pernikahan kepada Mei. Saat itu, bukan hanya perasaan haru, bahagia dan gugup yang bercampur aduk di dalam hati Mei, tapi juga perasaan yakin untuk menjalani hidup dan mencintai pria yang berdiri di hadapannya, seumur hidupnya.

MEMORABLE MOMENTS Sebelum upacara pernikahan dimulai, saat Mei sedang dirias, pihak wedding organizer datang memberitahukan bahwa di luar sedang hujan gerimis dan menanyakan apakah Mei ingin menambahkan tenda atau tidak. Mei yang khawatir jika ia menambahkan tenda maka dekorasi akan terlihat aneh, pun memanggil Ben dan meminta pendapatnya. Akhirnya mereka berdua sepakat untuk tidak menambahkan tenda dan hanya berdoa agar cuaca dapat mendukung jalannya rangkaian acara pernikahan mereka. Ben dan Mei sangat bersyukur kepada Tuhan karena sepanjang upacara pernikahan berlangsung sampai dengan berakhirnya acara resepsi, cuaca hari itu tetap cerah!

Teks Eva Tanty Sari

Go to top