Kalau selama ini spotlight lebih sering jatuh ke gaun pengantin, sekarang saatnya groom ikut naik panggung. Di tengah tren wedding yang semakin personal dan fashion-forward, gaya groom tidak lagi sekadar formalitas. Tuxedo bukan lagi hanya “seragam aman” berwarna hitam, tapi sudah berevolusi menjadi medium bagi para groom untuk berekspresi, sebuah cara menunjukkan karakter, selera, dan kepercayaan dirinya di hari paling spesial.
Tuxedo klasik memang tidak pernah salah. Hitam, clean, dan formal, sudah menjadi formula yang terbukti sejak dulu. Tapi kini, banyak groom mulai mencari sesuatu yang lebih dari sekadar aman. Mereka ingin tetap terlihat timeless, tapi dengan sentuhan yang terasa lebih personal dan relevan. Di sinilah tuxedo modern hadir. Bukan dengan meninggalkan pakem klasik sepenuhnya, tapi dengan mengolahnya kembali. Potongannya dibuat lebih tailored, warna mulai dieksplorasi, dan detail kecil diberi perhatian lebih. Hasilnya adalah tampilan yang tetap sleek, namun jauh dari kata kaku. Bisa disimpulkan kalau modern tuxedo adalah tentang keseimbangan, antara tradisi dan gaya, antara formalitas dan ekspresi diri.
Bagaimana ciri khas dari tuxedo modern? Hal pertama yang paling terasa dari tuxedo modern adalah fit-nya. Lebih tailored, lebih clean, dan mengikuti bentuk tubuh dengan presisi yang tepat. Bukan sekadar slim, tapi juga nyaman dipakai sepanjang hari. Selain itu, pendekatan desainnya cenderung minimal, namun tetap impactful. Tidak banyak detail berlebihan, tapi setiap elemen terasa dipilih dengan sengaja dan benar-benar dipikirkan. Dari potongan bahu, panjang lengan, hingga jatuhnya celana, semuanya berkontribusi pada keseluruhan look seorang groom.

Dan yang paling menarik, tuxedo modern tidak lagi terpaku pada satu warna atau gaya. Ada ruang untuk eksplorasi, tanpa harus kehilangan esensi elegannya.
Dari segi pemilihan warna pun tuxedo modern juga jauh lebih eksploratif. Kalau dulu tuxedo identik dengan hitam, sekarang pilihannya jauh lebih luas. Hitam adalah sebuah pilihan classic dan akan selalu jadi favorit, tapi seringkali diberi twist melalui tekstur atau cutting yang lebih modern. Untuk tampilan yang lebih clean dan fresh, banyak groom mulai beralih ke warna ivory atau off-white. Warna ini dirasakan dapat memberikan kesan ringan dan sophisticated dalam waktu bersamaan.
Warna navy dan midnight blue juga jadi pilihan populer karena memberikan kedalaman warna tanpa terasa terlalu formal seperti hitam. Sementara itu, earth tone seperti olive, cokelat, atau taupe mulai naik daun, terutama untuk konsep wedding outdoor atau intimate. Pemilihan warna tuxedo modern ini bukan hanya soal tren, tapi juga tentang bagaimana tuxedo tersebut menyatu dengan keseluruhan konsep pernikahan.
Selain warna, material juga memainkan peran besar dalam menentukan vibe tuxedo. Satin pada bagian lapel tetap jadi elemen klasik yang memberikan sentuhan elegan. Untuk groom yang ingin tampil lebih bold, velvet bisa jadi pilihan karena teksturnya yang rich dan mewah. Sementara itu, linen menawarkan kesan yang lebih santai dan breathable, cocok untuk outdoor wedding atau suasana yang lebih kasual. Wool blend sering jadi pilihan paling versatile karena mampu memberikan struktur yang rapi sekaligus tetap nyaman. Permainan tekstur ini mungkin terlihat subtle, tapi justru di situlah letak daya tariknya, tidak mencolok, tapi terasa berbeda.
Dalam tuxedo modern, detail kecil justru memiliki peran besar.Aksesori seperti bow tie, necktie, atau pocket square juga tidak lagi sekedar pelengkap. Mereka menjadi bagian dari styling yang bisa memperkuat atau bahkan mengubah vibe keseluruhan. Dengan pemilihan yang tepat, detail kecil ini bisa membuat tampilan terlihat jauh lebih polished.
Salah satu perubahan paling menarik dari groom style saat ini adalah pendekatannya yang lebih relaxed. Tidak semua tuxedo harus dipadukan dengan bow tie, banyak groom memilih untuk tampil tanpa dasi, dengan kancing atas terbuka, menciptakan kesan effortless yang tetap rapi. Ada juga yang bermain dengan styling monochrome untuk tampilan yang modern. Perpaduan ini membuat tuxedo terasa lebih wearable, tanpa kehilangan esensi elegannya.

Tuxedo yang bagus bukan hanya tentang desainnya, tapi juga tentang relevansinya dengan konsep wedding. Untuk ballroom wedding yang formal, tuxedo klasik dengan sentuhan modern masih jadi pilihan terbaik. Sementara untuk garden atau outdoor wedding, warna yang lebih light dan material yang breathable akan terasa lebih pas. Di intimate wedding, groom punya ruang lebih untuk bereksperimen dengan gaya yang semi-formal. Bahkan untuk after party, tuxedo bisa di-styling ulang agar terlihat lebih fun dan relaxed. Intinya, tuxedo harus menjadi bagian dari cerita, bukan berdiri sendiri.
Terus update tren dan berita terkini pernikahan dengan men-download aplikasi Weddingku di smartphone-mu dan mengikuti media sosial Weddingku di Instagram, TikTok, Facebook, Pinterest, dan YouTube agar kamu tidak ketinggalan infonya!